Senin, 15 Juni 2026
- Advertisement -

PTM Menunggu Semua Guru Divaksin

(RIAUPOS.CO) – Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Siak Budhi Yuwono, sangat ingin pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan. Namun untuk menuju ke sana, tentu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

Demikian dikatakan Budhi akhir pekan lalu. Menurut Budhi, teknis dan pendampingan pemodelan pembelajaran tatap muka sangat diperlukan untuk keberlangsungan pendidikan di masa depan.

“Selain itu, penguatan kapasitas guru dalam inovasi pembelajaran online makin ditingkatkan,” sebut Budhi.

Dikatakan Budhi, Pemkab Siak baru akan menerapkan pembelajaran tatap muka jika seluruh guru di Siak sudah menjalani vaksinasi.

“Apabila 5.800 lebih guru di Siak sudah divaksin, maka pembelajaran tatap muka di setiap sekolah sudah bisa diberlakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Baca Juga:  Dinas PU Bagikan 19 Wastafel Portabel

Lebih jauh dikatakannya, penyelamatan generasi muda tentu menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebab mereka adalah masa depan Siak, masa depan bangsa ini.

Budhi dalam hal ini mengharapkan dukungan semua pihak. Sebab jangan sampai para pelajar kehilangan kesempatan. Orangtua, guru dan lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan untuk kebaikan para generasi muda.

Pembelajaran secara daring memerlukan kerja keras. Sebab tidak semua pelajar bisa memahami sistem belajar seperti itu, terutama murid SD.

Lagi-lagi menjadi tugas bersama memberikan ruang kepada anak untuk memaknai situasi, kenapa harus belajar jarak jauh.

“Tapi kami tidak ingin berlama-lama. Guru harus divaksin, sehingga PTM dapat segera diberlakukan. Semoga keinginan itu dapat segera terealisasi,” ungkap Budhi.

Baca Juga:  Penangkaran Walet Dikeluhkan, Lurah Siak Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Budhi menambahkan, vaksinasi yang terus digesa, bahkan dipantau oleh instansi terkait termasuk pihak kepolisian, diharapkan menjadi salah satu solusi untuk anak-anak untuk kembali ke sekolah mengikuti PTM.

“Satu lagi, meski ke depan ada PTM, namun prokes tetap diberlakukan, wajib mematuhi prokes, mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” sebut Budhi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Siak Lukman, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19.(ifr)

 

(RIAUPOS.CO) – Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Siak Budhi Yuwono, sangat ingin pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan. Namun untuk menuju ke sana, tentu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

Demikian dikatakan Budhi akhir pekan lalu. Menurut Budhi, teknis dan pendampingan pemodelan pembelajaran tatap muka sangat diperlukan untuk keberlangsungan pendidikan di masa depan.

“Selain itu, penguatan kapasitas guru dalam inovasi pembelajaran online makin ditingkatkan,” sebut Budhi.

Dikatakan Budhi, Pemkab Siak baru akan menerapkan pembelajaran tatap muka jika seluruh guru di Siak sudah menjalani vaksinasi.

“Apabila 5.800 lebih guru di Siak sudah divaksin, maka pembelajaran tatap muka di setiap sekolah sudah bisa diberlakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Penangkaran Walet Dikeluhkan, Lurah Siak Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Lebih jauh dikatakannya, penyelamatan generasi muda tentu menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebab mereka adalah masa depan Siak, masa depan bangsa ini.

Budhi dalam hal ini mengharapkan dukungan semua pihak. Sebab jangan sampai para pelajar kehilangan kesempatan. Orangtua, guru dan lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan untuk kebaikan para generasi muda.

- Advertisement -

Pembelajaran secara daring memerlukan kerja keras. Sebab tidak semua pelajar bisa memahami sistem belajar seperti itu, terutama murid SD.

Lagi-lagi menjadi tugas bersama memberikan ruang kepada anak untuk memaknai situasi, kenapa harus belajar jarak jauh.

“Tapi kami tidak ingin berlama-lama. Guru harus divaksin, sehingga PTM dapat segera diberlakukan. Semoga keinginan itu dapat segera terealisasi,” ungkap Budhi.

Baca Juga:  Edarkan Puluhan Gram Sabu, Pengangguran Dibekuk

Budhi menambahkan, vaksinasi yang terus digesa, bahkan dipantau oleh instansi terkait termasuk pihak kepolisian, diharapkan menjadi salah satu solusi untuk anak-anak untuk kembali ke sekolah mengikuti PTM.

“Satu lagi, meski ke depan ada PTM, namun prokes tetap diberlakukan, wajib mematuhi prokes, mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” sebut Budhi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Siak Lukman, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19.(ifr)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) – Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Siak Budhi Yuwono, sangat ingin pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan. Namun untuk menuju ke sana, tentu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

Demikian dikatakan Budhi akhir pekan lalu. Menurut Budhi, teknis dan pendampingan pemodelan pembelajaran tatap muka sangat diperlukan untuk keberlangsungan pendidikan di masa depan.

“Selain itu, penguatan kapasitas guru dalam inovasi pembelajaran online makin ditingkatkan,” sebut Budhi.

Dikatakan Budhi, Pemkab Siak baru akan menerapkan pembelajaran tatap muka jika seluruh guru di Siak sudah menjalani vaksinasi.

“Apabila 5.800 lebih guru di Siak sudah divaksin, maka pembelajaran tatap muka di setiap sekolah sudah bisa diberlakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Baca Juga:  Pastikan Masyarakat Aman dengan Pembatasan

Lebih jauh dikatakannya, penyelamatan generasi muda tentu menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebab mereka adalah masa depan Siak, masa depan bangsa ini.

Budhi dalam hal ini mengharapkan dukungan semua pihak. Sebab jangan sampai para pelajar kehilangan kesempatan. Orangtua, guru dan lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan untuk kebaikan para generasi muda.

Pembelajaran secara daring memerlukan kerja keras. Sebab tidak semua pelajar bisa memahami sistem belajar seperti itu, terutama murid SD.

Lagi-lagi menjadi tugas bersama memberikan ruang kepada anak untuk memaknai situasi, kenapa harus belajar jarak jauh.

“Tapi kami tidak ingin berlama-lama. Guru harus divaksin, sehingga PTM dapat segera diberlakukan. Semoga keinginan itu dapat segera terealisasi,” ungkap Budhi.

Baca Juga:  245 Personel Polisi Bebas Covid-19

Budhi menambahkan, vaksinasi yang terus digesa, bahkan dipantau oleh instansi terkait termasuk pihak kepolisian, diharapkan menjadi salah satu solusi untuk anak-anak untuk kembali ke sekolah mengikuti PTM.

“Satu lagi, meski ke depan ada PTM, namun prokes tetap diberlakukan, wajib mematuhi prokes, mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” sebut Budhi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Siak Lukman, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19.(ifr)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari