RIAUPOS.CO – TURKI dan Australia akan menjalani laga krusial pada pertandingan pertama Grup D Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Ahad (14/6/2026) pukul 11.00 WIB itu diprediksi menjadi penentu awal persaingan menuju babak berikutnya. Apalagi, Amerika Serikat sudah membuka langkah dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay pada laga perdana grup ini.
Australia datang ke Piala Dunia 2026 setelah melalui perjalanan panjang dan tidak mudah di babak kualifikasi zona Asia. Sempat mengalami hasil kurang memuaskan, termasuk bermain imbang tanpa gol melawan Indonesia di Jakarta sebelum menang 4-0 saat bertindak sebagai tuan rumah, Socceroos kemudian melakukan pergantian pelatih dari Graham Arnold kepada Tony Popovic.
Perubahan tersebut membawa dampak positif. Di bawah arahan Popovic, Australia mampu melewati rintangan dari Arab Saudi dan Bahrain untuk mengamankan tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia untuk keenam kalinya secara beruntun.
Meski demikian, performa Australia menjelang turnamen belum sepenuhnya konsisten. Mereka kalah 0-1 dari Meksiko dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Swiss dalam rangkaian laga pemanasan. Selain itu, komposisi skuad saat ini juga dinilai tidak semewah era sebelumnya ketika diperkuat nama-nama besar seperti Harry Kewell, Mark Viduka, dan sejumlah pemain yang berkiprah di klub elite Eropa.
“Tapi saya yakin dengan skuad yang saya miliki. Kami akan terus berkembang dan akan berjuang lolos ke babak kedua,” ujar Popovic seperti dikutip Boston Globe.
Di kubu seberang, Turki datang dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Tim besutan Vincenzo Montella terus menunjukkan perkembangan sejak menembus perempat final Euro 2024. Mereka memastikan tiket ke Piala Dunia melalui jalur play-off setelah meraih kemenangan tipis atas Rumania dan Kosovo dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Kekuatan terbesar Turki terletak pada kualitas individu para pemainnya. Sejumlah nama yang bermain di klub-klub top Eropa seperti Hakan Calhanoglu (Inter Milan), Arda Guler (Real Madrid), Kenan Yildiz (Juventus), Can Uzun (Eintracht Frankfurt), Deniz Gul (FC Porto), Ozan Kabak (Hoffenheim), dan Zeki Celik (AS Roma) menjadi andalan utama tim.
Selain itu, Turki juga diperkuat sejumlah pemain berkualitas dari kompetisi domestik. Di antaranya kapten Galatasaray Abdulkerim Bardakci dan Eren Elmali, serta Orkun Kokcu dan Baris Yilmaz. Menariknya, Montella memiliki skuad dengan rata-rata usia yang relatif muda namun semakin matang dalam pengalaman bertanding.
Hasil positif juga mengiringi persiapan Turki menuju turnamen ini. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Turki menang atas Venezuela 2-1, Masedonia Utara 4-0, Kosovo 1-0, Rumania 1-0, serta bermain imbang 2-2 melawan Spanyol.
Catatan tersebut menjadi modal berharga bagi Turki untuk menghadapi persaingan di putaran final. Tim berjuluk Ay-Yildizlilar itu dinilai memiliki peluang besar untuk tampil kompetitif sepanjang turnamen.
“Kami tetap waspada dengan siapa pun lawan kami. Australia, Paraguay, dan Amerika Serikat bukanlah lawan mudah,” kata Montella seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat sejak menit awal. Australia memiliki pengalaman panjang tampil di panggung dunia, sementara Turki datang dengan kreativitas permainan dan kualitas teknik yang lebih menjanjikan. Dari sisi prestasi, Turki juga unggul setelah pernah menempati peringkat ketiga pada Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang.
Menjelang laga pembuka, Australia tidak menghadapi masalah cedera yang berarti. Tony Popovic masih bisa mengandalkan pemain senior seperti Mathew Ryan, Jackson Irvine, dan Mathew Leckie. Nama terakhir menjadi salah satu sosok penting karena telah mencatatkan 10 penampilan di Piala Dunia dengan koleksi satu gol dan satu assist.
Di sektor penyerangan, Mohamed Toure diperkirakan menjadi pilihan utama. Penyerang tersebut tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah mencetak 10 gol dari 12 pertandingan bersama Norwich City pada paruh kedua musim lalu di kasta kedua Liga Inggris.
Sementara itu, Turki masih memantau kondisi Kenan Yildiz yang diragukan tampil akibat cedera betis. Sebaliknya, Arda Guler sudah berada dalam kondisi siap setelah pulih dari cedera yang sempat dialaminya bersama Real Madrid. Pemain berusia 21 tahun tersebut diprediksi menjadi salah satu figur penting Turki selama turnamen berlangsung.
Di lini depan, Deniz Gul berpeluang dipercaya sebagai ujung tombak. Dukungan dari Baris Yilmaz, Orkun Kokcu, serta kapten tim Hakan Calhanoglu diyakini akan menjadi faktor penting dalam upaya Turki meraih hasil maksimal pada laga perdana mereka. (hbk)

