Jumat, 11 September 2026
- Advertisement -

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan strategis sepanjang total 9,6 kilometer masuk program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Untuk menangani ketiga ruas tersebut, kebutuhan anggaran yang diajukan mencapai Rp73.102.586.000.

Usulan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Meranti mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang sulit ditangani melalui APBD daerah.

Tiga ruas yang diusulkan yakni Jalan Semukut-Kuala Merbau, Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara, serta Jalan Lukun-Sungai Tohor.

Ketiganya memiliki peran penting karena menjadi penghubung kawasan permukiman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, perkebunan dan kawasan produksi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti Rahmat Kurnia ST mengatakan, ketiga ruas tersebut telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, keterbatasan kemampuan APBD membuat perbaikan belum dapat dilakukan secara bersamaan.

Baca Juga:  Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

“Terhadap ruas jalan tersebut sudah lama kami usulkan penanganannya, karena APBD kita sangat terbatas untuk melakukan perbaikan. Makanya kami usulkan ke kementerian dan mereka yang akan melakukan pekerjaan, kami sifatnya hanya mengusulkan saja,” kata Rahmat, Ahad (6/9/2026).

Dalam usulan tersebut, Jalan Semukut-Kuala Merbau menjadi prioritas pertama. Ruas yang diajukan untuk ditangani sepanjang 1,6 kilometer dengan kebutuhan anggaran Rp9.978.773.000.

Jalan tersebut berada di kawasan tematik swasembada pangan dan perkebunan. Ruas yang diusulkan merupakan bagian dari koridor Semukut-Kuala Merbau yang memiliki panjang keseluruhan sekitar 22,19 kilometer.

Prioritas kedua adalah Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara. Panjang penanganan yang diusulkan mencapai 4 kilometer dengan estimasi anggaran Rp29.272.340.000.

Ruas ini merupakan bagian dari koridor Pelabuhan Peranggas-Kayu Ara-Telesung-Tanjung Kedabu yang secara keseluruhan memiliki panjang sekitar 49,56 kilometer.

Baca Juga:  Catat! Sekolah di Meranti Libur 16–29 Maret, Masuk Kembali 30 Maret

Sementara itu, Jalan Lukun-Sungai Tohor menjadi prioritas ketiga. Ruas ini juga memiliki kebutuhan anggaran terbesar, yakni Rp33.851.473.000 untuk penanganan sepanjang 4 kilometer.

Jalan Lukun-Sungai Tohor merupakan bagian dari koridor Lukun-Sungai Tohor-Kepau Baru dengan panjang keseluruhan sekitar 44,15 kilometer.

“Jika seluruh usulan mendapat persetujuan, total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk tiga ruas tersebut mencapai lebih dari Rp73,1 miliar,” ungkapnya.

Rahmat berharap pemerintah pusat menyetujui usulan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pembenahan konektivitas Meranti di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Harapan kita tentu usulan ini bisa terealisasi. Kalau jalan bagus, mobilitas masyarakat lancar dan aktivitas ekonomi juga ikut bergerak,” katanya.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan strategis sepanjang total 9,6 kilometer masuk program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Untuk menangani ketiga ruas tersebut, kebutuhan anggaran yang diajukan mencapai Rp73.102.586.000.

Usulan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Meranti mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang sulit ditangani melalui APBD daerah.

Tiga ruas yang diusulkan yakni Jalan Semukut-Kuala Merbau, Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara, serta Jalan Lukun-Sungai Tohor.

Ketiganya memiliki peran penting karena menjadi penghubung kawasan permukiman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, perkebunan dan kawasan produksi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti Rahmat Kurnia ST mengatakan, ketiga ruas tersebut telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, keterbatasan kemampuan APBD membuat perbaikan belum dapat dilakukan secara bersamaan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Investasi Meranti Melonjak, Pemprov Riau Pasang Target Rp1,5 Triliun

“Terhadap ruas jalan tersebut sudah lama kami usulkan penanganannya, karena APBD kita sangat terbatas untuk melakukan perbaikan. Makanya kami usulkan ke kementerian dan mereka yang akan melakukan pekerjaan, kami sifatnya hanya mengusulkan saja,” kata Rahmat, Ahad (6/9/2026).

Dalam usulan tersebut, Jalan Semukut-Kuala Merbau menjadi prioritas pertama. Ruas yang diajukan untuk ditangani sepanjang 1,6 kilometer dengan kebutuhan anggaran Rp9.978.773.000.

- Advertisement -

Jalan tersebut berada di kawasan tematik swasembada pangan dan perkebunan. Ruas yang diusulkan merupakan bagian dari koridor Semukut-Kuala Merbau yang memiliki panjang keseluruhan sekitar 22,19 kilometer.

Prioritas kedua adalah Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara. Panjang penanganan yang diusulkan mencapai 4 kilometer dengan estimasi anggaran Rp29.272.340.000.

Ruas ini merupakan bagian dari koridor Pelabuhan Peranggas-Kayu Ara-Telesung-Tanjung Kedabu yang secara keseluruhan memiliki panjang sekitar 49,56 kilometer.

Baca Juga:  Optimalkan Proses Pendaftaran lewat Online

Sementara itu, Jalan Lukun-Sungai Tohor menjadi prioritas ketiga. Ruas ini juga memiliki kebutuhan anggaran terbesar, yakni Rp33.851.473.000 untuk penanganan sepanjang 4 kilometer.

Jalan Lukun-Sungai Tohor merupakan bagian dari koridor Lukun-Sungai Tohor-Kepau Baru dengan panjang keseluruhan sekitar 44,15 kilometer.

“Jika seluruh usulan mendapat persetujuan, total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk tiga ruas tersebut mencapai lebih dari Rp73,1 miliar,” ungkapnya.

Rahmat berharap pemerintah pusat menyetujui usulan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pembenahan konektivitas Meranti di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Harapan kita tentu usulan ini bisa terealisasi. Kalau jalan bagus, mobilitas masyarakat lancar dan aktivitas ekonomi juga ikut bergerak,” katanya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan strategis sepanjang total 9,6 kilometer masuk program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Untuk menangani ketiga ruas tersebut, kebutuhan anggaran yang diajukan mencapai Rp73.102.586.000.

Usulan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Meranti mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang sulit ditangani melalui APBD daerah.

Tiga ruas yang diusulkan yakni Jalan Semukut-Kuala Merbau, Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara, serta Jalan Lukun-Sungai Tohor.

Ketiganya memiliki peran penting karena menjadi penghubung kawasan permukiman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, perkebunan dan kawasan produksi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti Rahmat Kurnia ST mengatakan, ketiga ruas tersebut telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, keterbatasan kemampuan APBD membuat perbaikan belum dapat dilakukan secara bersamaan.

Baca Juga:  Krisis Pengurus, 15 Posisi Strategis Koperasi Merah Putih di Meranti Kosong

“Terhadap ruas jalan tersebut sudah lama kami usulkan penanganannya, karena APBD kita sangat terbatas untuk melakukan perbaikan. Makanya kami usulkan ke kementerian dan mereka yang akan melakukan pekerjaan, kami sifatnya hanya mengusulkan saja,” kata Rahmat, Ahad (6/9/2026).

Dalam usulan tersebut, Jalan Semukut-Kuala Merbau menjadi prioritas pertama. Ruas yang diajukan untuk ditangani sepanjang 1,6 kilometer dengan kebutuhan anggaran Rp9.978.773.000.

Jalan tersebut berada di kawasan tematik swasembada pangan dan perkebunan. Ruas yang diusulkan merupakan bagian dari koridor Semukut-Kuala Merbau yang memiliki panjang keseluruhan sekitar 22,19 kilometer.

Prioritas kedua adalah Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara. Panjang penanganan yang diusulkan mencapai 4 kilometer dengan estimasi anggaran Rp29.272.340.000.

Ruas ini merupakan bagian dari koridor Pelabuhan Peranggas-Kayu Ara-Telesung-Tanjung Kedabu yang secara keseluruhan memiliki panjang sekitar 49,56 kilometer.

Baca Juga:  Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Sementara itu, Jalan Lukun-Sungai Tohor menjadi prioritas ketiga. Ruas ini juga memiliki kebutuhan anggaran terbesar, yakni Rp33.851.473.000 untuk penanganan sepanjang 4 kilometer.

Jalan Lukun-Sungai Tohor merupakan bagian dari koridor Lukun-Sungai Tohor-Kepau Baru dengan panjang keseluruhan sekitar 44,15 kilometer.

“Jika seluruh usulan mendapat persetujuan, total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk tiga ruas tersebut mencapai lebih dari Rp73,1 miliar,” ungkapnya.

Rahmat berharap pemerintah pusat menyetujui usulan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pembenahan konektivitas Meranti di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Harapan kita tentu usulan ini bisa terealisasi. Kalau jalan bagus, mobilitas masyarakat lancar dan aktivitas ekonomi juga ikut bergerak,” katanya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari