Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Video pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 015 Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ramai beredar di media sosial. Video tersebut kemudian memunculkan anggapan sekolah menolak program MBG. Pihak sekolah memastikan anggapan itu keliru.

Video tersebut direkam saat SDN 015 Tambusai Utara menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, Selasa (8/9/2026). Karena siswa belajar dari rumah, paket MBG yang telah tiba di sekolah kemudian diinformasikan kepada orangtua atau wali murid agar dapat diambil.

Plt Kepala SDN 015 Tambusai Utara Fitria Sari SPd menegaskan, tidak ada maksud penolakan dalam video yang beredar. Menurutnya, video dibuat dalam situasi khusus karena kegiatan belajar mengajar di sekolah sementara ditiadakan akibat kabut asap.

“Video itu bukan penolakan MBG. Justru untuk mengajak wali murid mengambil MBG yang sudah ada di sekolah. Karena saat itu anak-anak tidak masuk sekolah, tapi belajar daring dari rumah ,” kata Fitria Sari saat dikonfirmasi Riaupos.co, Rabu (9/9/2026), terkait beredaranya narasi Video yang menolak MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Kabupaten Rohul.

Baca Juga:  Pendapatan Bertambah Rp230,6 Juta, Pemkab-DPRD Rohul Sekapati KUA dan PPAS-P

Ia menjelaskan, video tersebut direkam salah seorang guru bernama Ahmad Suheri setelah paket MBG tiba di sekolah pada Selasa pagi. Pihak sekolah kemudian mencari cara agar makanan yang sudah tersedia tetap dapat diterima para siswa meski mereka tidak berada di sekolah.

Video itu lalu diunggah ke akun Facebook dengan tujuan agar informasi mengenai kedatangan paket MBG diketahui orangtua dan wali murid.

Dalam video tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa paket MBG sudah tersedia dan mengajak wali murid datang ke sekolah untuk mengambilnya. Pengambilan paket ditunggu hingga sekitar pukul 10.00 WIB.

“Intinya mengajak wali murid untuk mengambil MBG. Tidak ada kata-kata menolak, apalagi meminta program MBG dihentikan,” tegas Fitria.

Sebanyak 362 siswa SDN 015 Tambusai Utara merupakan penerima manfaat program MBG. Program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun, sejak November 2025.

Baca Juga:  Bupati Rohul Dukung Pemekaran Kecamatan Lubuk Raya untuk Pemerataan Pembangunan

Dalam pelaksanaannya, distribusi MBG awalnya berasal dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, penyaluran MBG kemudian dialihkan ke SPPG Suka Damai.

“Awalnya kami menerima MBG dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, distribusinya dialihkan ke SPPG Suka Damai,” jelasnya.

Sementara itu, pada Rabu (9/9/2026), tidak ada distribusi MBG untuk siswa SDN 015 Tambusai Utara. Kondisi tersebut sejalan dengan masih diberlakukannya PJJ akibat kabut asap.

Fitria berharap video yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan sekolah tetap mendukung program MBG yang selama ini diterima dan disalurkan kepada para siswa.

“Tidak ada penolakan MBG dari sekolah. Video itu semata-mata pemberitahuan dan ajakan kepada orangtua agar MBG yang sudah tersedia tetap diambil di sekolah, sehingga tidak terbuang,” tutupnya. (epp)

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Video pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 015 Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ramai beredar di media sosial. Video tersebut kemudian memunculkan anggapan sekolah menolak program MBG. Pihak sekolah memastikan anggapan itu keliru.

Video tersebut direkam saat SDN 015 Tambusai Utara menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, Selasa (8/9/2026). Karena siswa belajar dari rumah, paket MBG yang telah tiba di sekolah kemudian diinformasikan kepada orangtua atau wali murid agar dapat diambil.

Plt Kepala SDN 015 Tambusai Utara Fitria Sari SPd menegaskan, tidak ada maksud penolakan dalam video yang beredar. Menurutnya, video dibuat dalam situasi khusus karena kegiatan belajar mengajar di sekolah sementara ditiadakan akibat kabut asap.

“Video itu bukan penolakan MBG. Justru untuk mengajak wali murid mengambil MBG yang sudah ada di sekolah. Karena saat itu anak-anak tidak masuk sekolah, tapi belajar daring dari rumah ,” kata Fitria Sari saat dikonfirmasi Riaupos.co, Rabu (9/9/2026), terkait beredaranya narasi Video yang menolak MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Kabupaten Rohul.

Baca Juga:  Hari Pertama Sekolah, Kehadiran Guru dan Murid di Kuansing Tembus 99 Persen

Ia menjelaskan, video tersebut direkam salah seorang guru bernama Ahmad Suheri setelah paket MBG tiba di sekolah pada Selasa pagi. Pihak sekolah kemudian mencari cara agar makanan yang sudah tersedia tetap dapat diterima para siswa meski mereka tidak berada di sekolah.

- Advertisement -

Video itu lalu diunggah ke akun Facebook dengan tujuan agar informasi mengenai kedatangan paket MBG diketahui orangtua dan wali murid.

Dalam video tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa paket MBG sudah tersedia dan mengajak wali murid datang ke sekolah untuk mengambilnya. Pengambilan paket ditunggu hingga sekitar pukul 10.00 WIB.

- Advertisement -

“Intinya mengajak wali murid untuk mengambil MBG. Tidak ada kata-kata menolak, apalagi meminta program MBG dihentikan,” tegas Fitria.

Sebanyak 362 siswa SDN 015 Tambusai Utara merupakan penerima manfaat program MBG. Program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun, sejak November 2025.

Baca Juga:  Bupati Rohul Dukung Pemekaran Kecamatan Lubuk Raya untuk Pemerataan Pembangunan

Dalam pelaksanaannya, distribusi MBG awalnya berasal dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, penyaluran MBG kemudian dialihkan ke SPPG Suka Damai.

“Awalnya kami menerima MBG dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, distribusinya dialihkan ke SPPG Suka Damai,” jelasnya.

Sementara itu, pada Rabu (9/9/2026), tidak ada distribusi MBG untuk siswa SDN 015 Tambusai Utara. Kondisi tersebut sejalan dengan masih diberlakukannya PJJ akibat kabut asap.

Fitria berharap video yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan sekolah tetap mendukung program MBG yang selama ini diterima dan disalurkan kepada para siswa.

“Tidak ada penolakan MBG dari sekolah. Video itu semata-mata pemberitahuan dan ajakan kepada orangtua agar MBG yang sudah tersedia tetap diambil di sekolah, sehingga tidak terbuang,” tutupnya. (epp)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Video pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 015 Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ramai beredar di media sosial. Video tersebut kemudian memunculkan anggapan sekolah menolak program MBG. Pihak sekolah memastikan anggapan itu keliru.

Video tersebut direkam saat SDN 015 Tambusai Utara menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, Selasa (8/9/2026). Karena siswa belajar dari rumah, paket MBG yang telah tiba di sekolah kemudian diinformasikan kepada orangtua atau wali murid agar dapat diambil.

Plt Kepala SDN 015 Tambusai Utara Fitria Sari SPd menegaskan, tidak ada maksud penolakan dalam video yang beredar. Menurutnya, video dibuat dalam situasi khusus karena kegiatan belajar mengajar di sekolah sementara ditiadakan akibat kabut asap.

“Video itu bukan penolakan MBG. Justru untuk mengajak wali murid mengambil MBG yang sudah ada di sekolah. Karena saat itu anak-anak tidak masuk sekolah, tapi belajar daring dari rumah ,” kata Fitria Sari saat dikonfirmasi Riaupos.co, Rabu (9/9/2026), terkait beredaranya narasi Video yang menolak MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Kabupaten Rohul.

Baca Juga:  RSUD Rohul Terapkan Layanan Transformasi Digital

Ia menjelaskan, video tersebut direkam salah seorang guru bernama Ahmad Suheri setelah paket MBG tiba di sekolah pada Selasa pagi. Pihak sekolah kemudian mencari cara agar makanan yang sudah tersedia tetap dapat diterima para siswa meski mereka tidak berada di sekolah.

Video itu lalu diunggah ke akun Facebook dengan tujuan agar informasi mengenai kedatangan paket MBG diketahui orangtua dan wali murid.

Dalam video tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa paket MBG sudah tersedia dan mengajak wali murid datang ke sekolah untuk mengambilnya. Pengambilan paket ditunggu hingga sekitar pukul 10.00 WIB.

“Intinya mengajak wali murid untuk mengambil MBG. Tidak ada kata-kata menolak, apalagi meminta program MBG dihentikan,” tegas Fitria.

Sebanyak 362 siswa SDN 015 Tambusai Utara merupakan penerima manfaat program MBG. Program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun, sejak November 2025.

Baca Juga:  Bupati Rohul Dorong Perumda RHJ Kembangkan Inovasi Usaha

Dalam pelaksanaannya, distribusi MBG awalnya berasal dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, penyaluran MBG kemudian dialihkan ke SPPG Suka Damai.

“Awalnya kami menerima MBG dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, distribusinya dialihkan ke SPPG Suka Damai,” jelasnya.

Sementara itu, pada Rabu (9/9/2026), tidak ada distribusi MBG untuk siswa SDN 015 Tambusai Utara. Kondisi tersebut sejalan dengan masih diberlakukannya PJJ akibat kabut asap.

Fitria berharap video yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan sekolah tetap mendukung program MBG yang selama ini diterima dan disalurkan kepada para siswa.

“Tidak ada penolakan MBG dari sekolah. Video itu semata-mata pemberitahuan dan ajakan kepada orangtua agar MBG yang sudah tersedia tetap diambil di sekolah, sehingga tidak terbuang,” tutupnya. (epp)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari