Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Turun Drastis Malam Hari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru sejak pagi, Rabu (9/9/2026), kembali membuat kualitas udara memburuk. Berdasarkan data BMKG, konsentrasi PM2.5 pada pukul 20.00 WIB mencapai 155 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Ketika konsentrasinya meningkat, kondisi udara menjadi kurang baik dan berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun jantung.

Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan melalui laman pemantauan kualitas udara Pekanbaru menunjukkan, peningkatan konsentrasi PM2.5 sebenarnya sudah terlihat sejak dini hari.

Baca Juga:  PPDB SMA/SMK Dimulai, Gubernur Riau Warning Kepala Sekolah

Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 hampir berada di titik tertinggi dengan capaian 139 µg/m³ dan mendekati ambang batas kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut kembali mengalami peningkatan pada pukul 08.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 132,6 µg/m³ dan berada dalam kategori Tidak Sehat.

Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi partikulat masih cukup tinggi, yakni sekitar 136,9 µg/m³. Angka tersebut kemudian sedikit menurun menjadi 130,3 µg/m³ dan masih berada dalam kategori Tidak Sehat.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami mengatakan, berdasarkan pantauan radar dan citra satelit BMKG, kualitas udara Pekanbaru yang sebelumnya sempat mengalami perbaikan kini kembali memburuk pada pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Baca Juga:  Empat Pamen Polda Resmi Berganti

” Berdasarkan pantauan alat PM2.5 memang berada pada kategori Sangat Tidak Sehat di pukul 20.00-21.00 WIB. Jika dilihat dari sebaran hotspot dan citra satelit sebaran kabut asap yang ada diwilayah Riau berasal dari Riau sendiri dan asap dr wilayah selatan Riau,”ucapnya.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru sejak pagi, Rabu (9/9/2026), kembali membuat kualitas udara memburuk. Berdasarkan data BMKG, konsentrasi PM2.5 pada pukul 20.00 WIB mencapai 155 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Ketika konsentrasinya meningkat, kondisi udara menjadi kurang baik dan berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun jantung.

Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan melalui laman pemantauan kualitas udara Pekanbaru menunjukkan, peningkatan konsentrasi PM2.5 sebenarnya sudah terlihat sejak dini hari.

Baca Juga:  Parisman Minta Pengelola Pasar Sukaramai Pakai Hati Nurani

Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 hampir berada di titik tertinggi dengan capaian 139 µg/m³ dan mendekati ambang batas kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut kembali mengalami peningkatan pada pukul 08.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 132,6 µg/m³ dan berada dalam kategori Tidak Sehat.

- Advertisement -

Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi partikulat masih cukup tinggi, yakni sekitar 136,9 µg/m³. Angka tersebut kemudian sedikit menurun menjadi 130,3 µg/m³ dan masih berada dalam kategori Tidak Sehat.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami mengatakan, berdasarkan pantauan radar dan citra satelit BMKG, kualitas udara Pekanbaru yang sebelumnya sempat mengalami perbaikan kini kembali memburuk pada pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB.

- Advertisement -
Baca Juga:  Empat Pamen Polda Resmi Berganti

” Berdasarkan pantauan alat PM2.5 memang berada pada kategori Sangat Tidak Sehat di pukul 20.00-21.00 WIB. Jika dilihat dari sebaran hotspot dan citra satelit sebaran kabut asap yang ada diwilayah Riau berasal dari Riau sendiri dan asap dr wilayah selatan Riau,”ucapnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru sejak pagi, Rabu (9/9/2026), kembali membuat kualitas udara memburuk. Berdasarkan data BMKG, konsentrasi PM2.5 pada pukul 20.00 WIB mencapai 155 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Ketika konsentrasinya meningkat, kondisi udara menjadi kurang baik dan berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun jantung.

Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan melalui laman pemantauan kualitas udara Pekanbaru menunjukkan, peningkatan konsentrasi PM2.5 sebenarnya sudah terlihat sejak dini hari.

Baca Juga:  Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 hampir berada di titik tertinggi dengan capaian 139 µg/m³ dan mendekati ambang batas kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut kembali mengalami peningkatan pada pukul 08.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 132,6 µg/m³ dan berada dalam kategori Tidak Sehat.

Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi partikulat masih cukup tinggi, yakni sekitar 136,9 µg/m³. Angka tersebut kemudian sedikit menurun menjadi 130,3 µg/m³ dan masih berada dalam kategori Tidak Sehat.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami mengatakan, berdasarkan pantauan radar dan citra satelit BMKG, kualitas udara Pekanbaru yang sebelumnya sempat mengalami perbaikan kini kembali memburuk pada pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Baca Juga:  Tertangkap Buang Sampah, Warga Didenda Rp250 Ribu

” Berdasarkan pantauan alat PM2.5 memang berada pada kategori Sangat Tidak Sehat di pukul 20.00-21.00 WIB. Jika dilihat dari sebaran hotspot dan citra satelit sebaran kabut asap yang ada diwilayah Riau berasal dari Riau sendiri dan asap dr wilayah selatan Riau,”ucapnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari