Minggu, 2 Agustus 2026
- Advertisement -

Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) — Warga Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), semakin dibuat resah oleh keberadaan monyet liar yang masih berkeliaran di kawasan permukiman. Hingga Sabtu (1/8/2026), sedikitnya 11 warga telah menjadi korban gigitan satwa liar tersebut.

Korban terbaru adalah seorang perempuan yang tinggal di Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, Tembilahan. Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang duduk di depan rumah pada sore hari.

Tanpa diduga, monyet liar tersebut tiba-tiba menyerang dan menggigit kaki korban. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis.

Serangan yang terus terjadi dalam sepekan terakhir membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. Monyet liar tersebut diketahui terus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan menyerang warga di sejumlah titik di Kelurahan Tembilahan Hilir.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Kecamatan Tembilahan telah mengajukan permohonan bantuan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Surat tersebut ditujukan untuk meminta penanganan sekaligus evakuasi terhadap monyet liar yang masih berkeliaran dan mengancam keselamatan warga.

Baca Juga:  Tiga Siswa MIN 1 Inhil Sabet Medali di Kejuaraan Karate Kid 2 Riau Open

Permohonan itu disampaikan melalui surat bernomor 88/KEC-TBH/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026. Surat yang bersifat Sangat Penting tersebut memuat perihal Permohonan Bantuan Penanganan dan Evakuasi Kera Liar yang Mengancam Keselamatan Masyarakat.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Kecamatan Tembilahan meminta BBKSDA Riau segera menurunkan tim teknis. Tim diharapkan dapat melakukan identifikasi, penangkapan, evakuasi, serta penanganan terhadap satwa liar tersebut agar tidak kembali menyerang warga.

Camat Tembilahan, Ari Syuria SE MSi, mengatakan pihaknya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan sejumlah instansi terkait telah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan tersebut.

Namun, menurutnya, penanganan teknis terhadap satwa liar tetap membutuhkan keterlibatan BBKSDA Riau sebagai instansi yang memiliki kewenangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan berbagai upaya penanganan terus dilakukan. Namun karena ini merupakan satwa liar yang menjadi kewenangan BBKSDA, kami telah menyampaikan surat resmi agar tim teknis segera turun ke lapangan melakukan identifikasi, penangkapan, dan evakuasi sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Tumpukan Sampah Ganggu Warga Kuansing, Ini Penjelasan DLH

Sementara itu, upaya pencarian dan pengamanan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Personel yang terlibat antara lain Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD, TNI, Polri, Dinas Pertanian, perangkat kelurahan, hingga Masyarakat Pecinta Senjata Angin.

Tim gabungan tersebut melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet liar. Petugas juga telah memasang kandang jebak dengan umpan untuk menangkap satwa tersebut.

Namun, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil. Monyet liar yang dicari masih belum berhasil diamankan karena terus berpindah-pindah lokasi.

Ari mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan tetap berhati-hati, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri jika melihat keberadaan monyet liar tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Awasi anak-anak, jangan mencoba menangkap monyet tersebut sendiri, dan segera laporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaannya. Kami berharap penanganan dapat segera dilakukan agar situasi kembali aman dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” tutupnya.(*2)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) — Warga Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), semakin dibuat resah oleh keberadaan monyet liar yang masih berkeliaran di kawasan permukiman. Hingga Sabtu (1/8/2026), sedikitnya 11 warga telah menjadi korban gigitan satwa liar tersebut.

Korban terbaru adalah seorang perempuan yang tinggal di Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, Tembilahan. Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang duduk di depan rumah pada sore hari.

Tanpa diduga, monyet liar tersebut tiba-tiba menyerang dan menggigit kaki korban. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis.

Serangan yang terus terjadi dalam sepekan terakhir membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. Monyet liar tersebut diketahui terus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan menyerang warga di sejumlah titik di Kelurahan Tembilahan Hilir.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Kecamatan Tembilahan telah mengajukan permohonan bantuan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Surat tersebut ditujukan untuk meminta penanganan sekaligus evakuasi terhadap monyet liar yang masih berkeliaran dan mengancam keselamatan warga.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pensiunan PNS di Kampar Ditangkap atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Permohonan itu disampaikan melalui surat bernomor 88/KEC-TBH/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026. Surat yang bersifat Sangat Penting tersebut memuat perihal Permohonan Bantuan Penanganan dan Evakuasi Kera Liar yang Mengancam Keselamatan Masyarakat.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Kecamatan Tembilahan meminta BBKSDA Riau segera menurunkan tim teknis. Tim diharapkan dapat melakukan identifikasi, penangkapan, evakuasi, serta penanganan terhadap satwa liar tersebut agar tidak kembali menyerang warga.

- Advertisement -

Camat Tembilahan, Ari Syuria SE MSi, mengatakan pihaknya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan sejumlah instansi terkait telah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan tersebut.

Namun, menurutnya, penanganan teknis terhadap satwa liar tetap membutuhkan keterlibatan BBKSDA Riau sebagai instansi yang memiliki kewenangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan berbagai upaya penanganan terus dilakukan. Namun karena ini merupakan satwa liar yang menjadi kewenangan BBKSDA, kami telah menyampaikan surat resmi agar tim teknis segera turun ke lapangan melakukan identifikasi, penangkapan, dan evakuasi sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Promosi Wisata Malaysia Ramaikan CFD Pekanbaru, Destinasi Alam Jadi Sorotan

Sementara itu, upaya pencarian dan pengamanan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Personel yang terlibat antara lain Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD, TNI, Polri, Dinas Pertanian, perangkat kelurahan, hingga Masyarakat Pecinta Senjata Angin.

Tim gabungan tersebut melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet liar. Petugas juga telah memasang kandang jebak dengan umpan untuk menangkap satwa tersebut.

Namun, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil. Monyet liar yang dicari masih belum berhasil diamankan karena terus berpindah-pindah lokasi.

Ari mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan tetap berhati-hati, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri jika melihat keberadaan monyet liar tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Awasi anak-anak, jangan mencoba menangkap monyet tersebut sendiri, dan segera laporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaannya. Kami berharap penanganan dapat segera dilakukan agar situasi kembali aman dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” tutupnya.(*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) — Warga Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), semakin dibuat resah oleh keberadaan monyet liar yang masih berkeliaran di kawasan permukiman. Hingga Sabtu (1/8/2026), sedikitnya 11 warga telah menjadi korban gigitan satwa liar tersebut.

Korban terbaru adalah seorang perempuan yang tinggal di Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, Tembilahan. Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang duduk di depan rumah pada sore hari.

Tanpa diduga, monyet liar tersebut tiba-tiba menyerang dan menggigit kaki korban. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis.

Serangan yang terus terjadi dalam sepekan terakhir membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. Monyet liar tersebut diketahui terus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan menyerang warga di sejumlah titik di Kelurahan Tembilahan Hilir.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Kecamatan Tembilahan telah mengajukan permohonan bantuan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Surat tersebut ditujukan untuk meminta penanganan sekaligus evakuasi terhadap monyet liar yang masih berkeliaran dan mengancam keselamatan warga.

Baca Juga:  Heboh Dugaan Video Pribadi Oknum Dokter di Inhil, Dinkes Siap Tindaklanjuti

Permohonan itu disampaikan melalui surat bernomor 88/KEC-TBH/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026. Surat yang bersifat Sangat Penting tersebut memuat perihal Permohonan Bantuan Penanganan dan Evakuasi Kera Liar yang Mengancam Keselamatan Masyarakat.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Kecamatan Tembilahan meminta BBKSDA Riau segera menurunkan tim teknis. Tim diharapkan dapat melakukan identifikasi, penangkapan, evakuasi, serta penanganan terhadap satwa liar tersebut agar tidak kembali menyerang warga.

Camat Tembilahan, Ari Syuria SE MSi, mengatakan pihaknya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan sejumlah instansi terkait telah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan tersebut.

Namun, menurutnya, penanganan teknis terhadap satwa liar tetap membutuhkan keterlibatan BBKSDA Riau sebagai instansi yang memiliki kewenangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan berbagai upaya penanganan terus dilakukan. Namun karena ini merupakan satwa liar yang menjadi kewenangan BBKSDA, kami telah menyampaikan surat resmi agar tim teknis segera turun ke lapangan melakukan identifikasi, penangkapan, dan evakuasi sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Anak Jadi Korban, Lima Pria Dewasa Diciduk Polisi

Sementara itu, upaya pencarian dan pengamanan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Personel yang terlibat antara lain Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD, TNI, Polri, Dinas Pertanian, perangkat kelurahan, hingga Masyarakat Pecinta Senjata Angin.

Tim gabungan tersebut melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet liar. Petugas juga telah memasang kandang jebak dengan umpan untuk menangkap satwa tersebut.

Namun, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil. Monyet liar yang dicari masih belum berhasil diamankan karena terus berpindah-pindah lokasi.

Ari mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan tetap berhati-hati, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri jika melihat keberadaan monyet liar tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Awasi anak-anak, jangan mencoba menangkap monyet tersebut sendiri, dan segera laporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaannya. Kami berharap penanganan dapat segera dilakukan agar situasi kembali aman dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” tutupnya.(*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari