Minggu, 11 Oktober 2026
- Advertisement -

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan menerima Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026.

Sulastri terpilih sebagai penerima penghargaan untuk kategori Pemberdayaan Perempuan bidang Pendidikan dan Literasi.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, pada malam puncak ASCA 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan konsistensi Sulastri dalam menggerakkan pemberdayaan perempuan serta menguatkan budaya literasi di tengah masyarakat Pekanbaru.

Melalui TP PKK, Sulastri aktif merangkul kader hingga tingkat kelurahan untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pendidikan utama bagi anak. Sementara sebagai Bunda Literasi, ia mendorong kolaborasi lintas sektor demi membangun kebiasaan membaca dan memperluas makna literasi keluarga.

Menurut Sulastri, literasi tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman informasi, pengawasan kesehatan, hingga pengelolaan ekonomi secara bijak.

Baca Juga:  Pekanbaru Run 10K Siap Digelar, 4.000 Peserta dari Berbagai Daerah Sudah Mendaftar

“Karena itu, gerakan PKK dan literasi tidak dapat dipisahkan. Perempuan, khususnya para ibu, adalah pendidik pertama dalam keluarga dan memiliki peran besar dalam menentukan masa depan anak-anak,” ujar Sulastri.

Ia mengucap syukur dan mendedikasikan apresiasi tersebut untuk seluruh elemen masyarakat Kota Pekanbaru yang terus bergerak bersama.

“Alhamdulillah, saya bersyukur menerima penghargaan ini. Sejatinya penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, terutama para perempuan hebat yang terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat,” tutur Sulastri.

Ia menambahkan, capaian ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pelecut semangat untuk terus memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan perempuan.

“Kita ingin perempuan Pekanbaru semakin berdaya dan anak-anak semakin dekat dengan buku serta pendidikan. Dari perempuan yang berdaya dan keluarga yang kuat, akan lahir generasi Pekanbaru yang cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga:  Agung Nugroho Kunjungi Kantor Pengelola Sampah di Johor Bahru, Adopsi untuk Kota Pekanbaru

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turut menyampaikan rasa bangga atas pengakuan nasional terhadap gerakan literasi dan pemberdayaan perempuan di Pekanbaru.

“Ini membanggakan bagi Kota Pekanbaru. Penghargaan ini adalah milik seluruh perempuan Pekanbaru, kader PKK, pendidik, dan pegiat literasi yang terus bekerja di tengah masyarakat,” ujar Agung.

Ia berharap penghargaan ini dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Pekanbaru.

“Penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu mempersiapkan generasi Pekanbaru yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Apresiasi Swara Cantika 2026 merupakan ajang penghargaan nasional yang digelar Cantika guna mengapresiasi tokoh-tokoh perempuan yang memberi kontribusi nyata bagi kesetaraan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan menerima Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026.

Sulastri terpilih sebagai penerima penghargaan untuk kategori Pemberdayaan Perempuan bidang Pendidikan dan Literasi.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, pada malam puncak ASCA 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan konsistensi Sulastri dalam menggerakkan pemberdayaan perempuan serta menguatkan budaya literasi di tengah masyarakat Pekanbaru.

Melalui TP PKK, Sulastri aktif merangkul kader hingga tingkat kelurahan untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pendidikan utama bagi anak. Sementara sebagai Bunda Literasi, ia mendorong kolaborasi lintas sektor demi membangun kebiasaan membaca dan memperluas makna literasi keluarga.

- Advertisement -

Menurut Sulastri, literasi tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman informasi, pengawasan kesehatan, hingga pengelolaan ekonomi secara bijak.

Baca Juga:  LPMK Umban Sari Tolak Kelola TORR

“Karena itu, gerakan PKK dan literasi tidak dapat dipisahkan. Perempuan, khususnya para ibu, adalah pendidik pertama dalam keluarga dan memiliki peran besar dalam menentukan masa depan anak-anak,” ujar Sulastri.

- Advertisement -

Ia mengucap syukur dan mendedikasikan apresiasi tersebut untuk seluruh elemen masyarakat Kota Pekanbaru yang terus bergerak bersama.

“Alhamdulillah, saya bersyukur menerima penghargaan ini. Sejatinya penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, terutama para perempuan hebat yang terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat,” tutur Sulastri.

Ia menambahkan, capaian ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pelecut semangat untuk terus memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan perempuan.

“Kita ingin perempuan Pekanbaru semakin berdaya dan anak-anak semakin dekat dengan buku serta pendidikan. Dari perempuan yang berdaya dan keluarga yang kuat, akan lahir generasi Pekanbaru yang cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga:  Bea Cukai Pekanbaru Amankan 112 Ribu Batang Rokok Ilegal

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turut menyampaikan rasa bangga atas pengakuan nasional terhadap gerakan literasi dan pemberdayaan perempuan di Pekanbaru.

“Ini membanggakan bagi Kota Pekanbaru. Penghargaan ini adalah milik seluruh perempuan Pekanbaru, kader PKK, pendidik, dan pegiat literasi yang terus bekerja di tengah masyarakat,” ujar Agung.

Ia berharap penghargaan ini dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Pekanbaru.

“Penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu mempersiapkan generasi Pekanbaru yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Apresiasi Swara Cantika 2026 merupakan ajang penghargaan nasional yang digelar Cantika guna mengapresiasi tokoh-tokoh perempuan yang memberi kontribusi nyata bagi kesetaraan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan menerima Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026.

Sulastri terpilih sebagai penerima penghargaan untuk kategori Pemberdayaan Perempuan bidang Pendidikan dan Literasi.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, pada malam puncak ASCA 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan konsistensi Sulastri dalam menggerakkan pemberdayaan perempuan serta menguatkan budaya literasi di tengah masyarakat Pekanbaru.

Melalui TP PKK, Sulastri aktif merangkul kader hingga tingkat kelurahan untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pendidikan utama bagi anak. Sementara sebagai Bunda Literasi, ia mendorong kolaborasi lintas sektor demi membangun kebiasaan membaca dan memperluas makna literasi keluarga.

Menurut Sulastri, literasi tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman informasi, pengawasan kesehatan, hingga pengelolaan ekonomi secara bijak.

Baca Juga:  Cabai Merah Makin Pedas: Harga di Pekanbaru Rp100 Ribu, Bengkalis Lebih Mahal

“Karena itu, gerakan PKK dan literasi tidak dapat dipisahkan. Perempuan, khususnya para ibu, adalah pendidik pertama dalam keluarga dan memiliki peran besar dalam menentukan masa depan anak-anak,” ujar Sulastri.

Ia mengucap syukur dan mendedikasikan apresiasi tersebut untuk seluruh elemen masyarakat Kota Pekanbaru yang terus bergerak bersama.

“Alhamdulillah, saya bersyukur menerima penghargaan ini. Sejatinya penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, terutama para perempuan hebat yang terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat,” tutur Sulastri.

Ia menambahkan, capaian ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pelecut semangat untuk terus memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan perempuan.

“Kita ingin perempuan Pekanbaru semakin berdaya dan anak-anak semakin dekat dengan buku serta pendidikan. Dari perempuan yang berdaya dan keluarga yang kuat, akan lahir generasi Pekanbaru yang cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga:  Tim Pulanggeni Gowes Turut Ambil Bagian

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turut menyampaikan rasa bangga atas pengakuan nasional terhadap gerakan literasi dan pemberdayaan perempuan di Pekanbaru.

“Ini membanggakan bagi Kota Pekanbaru. Penghargaan ini adalah milik seluruh perempuan Pekanbaru, kader PKK, pendidik, dan pegiat literasi yang terus bekerja di tengah masyarakat,” ujar Agung.

Ia berharap penghargaan ini dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Pekanbaru.

“Penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu mempersiapkan generasi Pekanbaru yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Apresiasi Swara Cantika 2026 merupakan ajang penghargaan nasional yang digelar Cantika guna mengapresiasi tokoh-tokoh perempuan yang memberi kontribusi nyata bagi kesetaraan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari