Kamis, 2 Juli 2026
- Advertisement -

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Riau (Unri) berkolaborasi dengan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SD Negeri 57 Pekanbaru. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi melalui pendekatan belajar yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan peserta didik secara langsung.

Berdasarkan rilis yang diterima Riau Pos dari Media and Communication Coordinator Tanoto Foundation, Dede Suhendra, kegiatan tersebut merupakan implementasi Signature Project TSA Universitas Riau yang mengusung semangat pay it forward. Program ini mendorong penerima manfaat Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation untuk berbagi pengetahuan sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, TSA Universitas Riau bekerja sama dengan Tanoto Fellow Riau, Ghefira Anedin dan Eka Hermansyah, untuk memberikan pendampingan kepada guru dan peserta didik di SD Negeri 57 Pekanbaru.

Baca Juga:  Cegah Korupsi Dana BOS, Kejari Kuansing Bekali 100 Kepala Sekolah Penyuluhan Hukum

Dede Suhendra menjelaskan, kolaborasi tersebut berangkat dari masih adanya tantangan dalam peningkatan capaian numerasi peserta didik di Provinsi Riau. Sejumlah indikator pada Rapor Pendidikan menunjukkan bahwa penguatan kompetensi numerasi masih menjadi salah satu prioritas dalam peningkatan mutu pembelajaran.

“Menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui pendekatan play-based learning,” ujar Dede Suhendra, Senin (29/6).

Salah satu metode yang diterapkan ialah permainan numerasi menggunakan Face Changing Cube (FCC), yaitu media berbentuk kubus yang dapat disusun menjadi berbagai pola sesuai tantangan yang diberikan. Permainan tersebut mengombinasikan kemampuan berhitung, penalaran logis, penyusunan strategi, hingga pemecahan masalah dalam suasana belajar yang kolaboratif.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil berdasarkan hasil pre-test. Masing-masing kelompok kemudian mengerjakan soal numerasi yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka.

Setiap jawaban yang benar memberikan kesempatan kepada kelompok untuk memperoleh satu kubus FCC yang digunakan menyusun pola tertentu. Kelompok yang paling cepat dan tepat menyelesaikan tantangan menjadi pemenang dengan menekan bel sebagai tanda keberhasilan.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mengasah kemampuan numerasi, tetapi juga belajar bekerja sama, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta menyusun strategi bersama anggota kelompok. Proses pembelajaran pun berlangsung lebih interaktif, kompetitif, dan menyenangkan.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Riau (Unri) berkolaborasi dengan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SD Negeri 57 Pekanbaru. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi melalui pendekatan belajar yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan peserta didik secara langsung.

Berdasarkan rilis yang diterima Riau Pos dari Media and Communication Coordinator Tanoto Foundation, Dede Suhendra, kegiatan tersebut merupakan implementasi Signature Project TSA Universitas Riau yang mengusung semangat pay it forward. Program ini mendorong penerima manfaat Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation untuk berbagi pengetahuan sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, TSA Universitas Riau bekerja sama dengan Tanoto Fellow Riau, Ghefira Anedin dan Eka Hermansyah, untuk memberikan pendampingan kepada guru dan peserta didik di SD Negeri 57 Pekanbaru.

Baca Juga:  IAGI, IATMI dan SLB Indonesia Gagas Petrel Hackathon 2026 di UIR

Dede Suhendra menjelaskan, kolaborasi tersebut berangkat dari masih adanya tantangan dalam peningkatan capaian numerasi peserta didik di Provinsi Riau. Sejumlah indikator pada Rapor Pendidikan menunjukkan bahwa penguatan kompetensi numerasi masih menjadi salah satu prioritas dalam peningkatan mutu pembelajaran.

“Menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui pendekatan play-based learning,” ujar Dede Suhendra, Senin (29/6).

- Advertisement -

Salah satu metode yang diterapkan ialah permainan numerasi menggunakan Face Changing Cube (FCC), yaitu media berbentuk kubus yang dapat disusun menjadi berbagai pola sesuai tantangan yang diberikan. Permainan tersebut mengombinasikan kemampuan berhitung, penalaran logis, penyusunan strategi, hingga pemecahan masalah dalam suasana belajar yang kolaboratif.

Baca Juga:  Dosen FP UIR PKM di Desa Pematang Duku Bengkalis

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil berdasarkan hasil pre-test. Masing-masing kelompok kemudian mengerjakan soal numerasi yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka.

- Advertisement -

Setiap jawaban yang benar memberikan kesempatan kepada kelompok untuk memperoleh satu kubus FCC yang digunakan menyusun pola tertentu. Kelompok yang paling cepat dan tepat menyelesaikan tantangan menjadi pemenang dengan menekan bel sebagai tanda keberhasilan.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mengasah kemampuan numerasi, tetapi juga belajar bekerja sama, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta menyusun strategi bersama anggota kelompok. Proses pembelajaran pun berlangsung lebih interaktif, kompetitif, dan menyenangkan.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Riau (Unri) berkolaborasi dengan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SD Negeri 57 Pekanbaru. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi melalui pendekatan belajar yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan peserta didik secara langsung.

Berdasarkan rilis yang diterima Riau Pos dari Media and Communication Coordinator Tanoto Foundation, Dede Suhendra, kegiatan tersebut merupakan implementasi Signature Project TSA Universitas Riau yang mengusung semangat pay it forward. Program ini mendorong penerima manfaat Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation untuk berbagi pengetahuan sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, TSA Universitas Riau bekerja sama dengan Tanoto Fellow Riau, Ghefira Anedin dan Eka Hermansyah, untuk memberikan pendampingan kepada guru dan peserta didik di SD Negeri 57 Pekanbaru.

Baca Juga:  MAN 1 Gelar Feshona Rohis Mansa Islam Olimpiad

Dede Suhendra menjelaskan, kolaborasi tersebut berangkat dari masih adanya tantangan dalam peningkatan capaian numerasi peserta didik di Provinsi Riau. Sejumlah indikator pada Rapor Pendidikan menunjukkan bahwa penguatan kompetensi numerasi masih menjadi salah satu prioritas dalam peningkatan mutu pembelajaran.

“Menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui pendekatan play-based learning,” ujar Dede Suhendra, Senin (29/6).

Salah satu metode yang diterapkan ialah permainan numerasi menggunakan Face Changing Cube (FCC), yaitu media berbentuk kubus yang dapat disusun menjadi berbagai pola sesuai tantangan yang diberikan. Permainan tersebut mengombinasikan kemampuan berhitung, penalaran logis, penyusunan strategi, hingga pemecahan masalah dalam suasana belajar yang kolaboratif.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil berdasarkan hasil pre-test. Masing-masing kelompok kemudian mengerjakan soal numerasi yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka.

Setiap jawaban yang benar memberikan kesempatan kepada kelompok untuk memperoleh satu kubus FCC yang digunakan menyusun pola tertentu. Kelompok yang paling cepat dan tepat menyelesaikan tantangan menjadi pemenang dengan menekan bel sebagai tanda keberhasilan.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mengasah kemampuan numerasi, tetapi juga belajar bekerja sama, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta menyusun strategi bersama anggota kelompok. Proses pembelajaran pun berlangsung lebih interaktif, kompetitif, dan menyenangkan.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari