Kamis, 21 Mei 2026
- Advertisement -

Harga Karet Kuansing Makin Nanjak, Pekan Ini Tembus Rp20.125 per Kg

TELUKKUANTAN RIAUPOS.CO — Harga jual komoditas karet milik petani di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus memperlihatkan tren positif dari pekan ke pekan. Pada pekan ini, harga karet petani berhasil menembus angka Rp20.125 per kilogram.

Harga tersebut merupakan hasil lelang karet yang digelar Gapoktan Maju Basamo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, pada Senin (18/5/2026). Jika dibandingkan dengan hasil lelang pekan sebelumnya yang berada di angka Rp19.675 per kilogram, terjadi kenaikan sebesar Rp450 per kilogram.

“Alhamdulillah, hasil lelang kemarin harga jual karet naik lagi,” ujar Ketua Gapoktan Maju Basamo Kopah, Setiadi Yendra, Rabu (20/5/2026).

Menurut Setiadi, lelang karet yang dilaksanakan pada Senin (18/5/2026) tersebut dimenangkan oleh Toke Imul asal Padang, Sumatera Barat. Proses lelang juga diikuti enam toke karet lainnya dengan total produksi mencapai 10 ton.

Baca Juga:  Buka Tutup Dilakukan 1 Jam Sekali

Tidak hanya harga yang mengalami peningkatan, jumlah produksi karet petani juga ikut bertambah. Pada pekan sebelumnya, volume karet yang dilelang berkisar 8 ton, sementara pekan ini meningkat menjadi 10 ton.

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh membaiknya harga karet yang dinilai kembali membangkitkan semangat petani untuk menggarap kebun dan melakukan penyadapan getah.

“Kita berharap seperti itu, produksi meningkat dan harga terus naik,” katanya.

Selain dipengaruhi meningkatnya minat petani untuk kembali berproduksi, kenaikan harga jual karet juga dipicu tren positif harga komoditas karet di pasar internasional.

Kenaikan harga juga terlihat dari kadar kekeringan karet (KKK). Saat ini, harga karet dengan KKK 100 persen berada di angka Rp38.526 per kilogram, sedangkan untuk KKK 50 persen tercatat Rp19.263 per kilogram.

Baca Juga:  Bajaj Maxride Siap Hadirkan Sejuta Manfaat untuk Warga Pekanbaru Mulai November Ini

Setiadi menjelaskan, karet petani yang berada di bawah pengelolaan Gapoktan Maju Basamo Kopah memiliki KKK berkisar 58 hingga 60 persen sehingga nilai jualnya juga lebih baik.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada petani terkait pola penyadapan agar kualitas karet yang dihasilkan semakin meningkat.(dac)

TELUKKUANTAN RIAUPOS.CO — Harga jual komoditas karet milik petani di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus memperlihatkan tren positif dari pekan ke pekan. Pada pekan ini, harga karet petani berhasil menembus angka Rp20.125 per kilogram.

Harga tersebut merupakan hasil lelang karet yang digelar Gapoktan Maju Basamo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, pada Senin (18/5/2026). Jika dibandingkan dengan hasil lelang pekan sebelumnya yang berada di angka Rp19.675 per kilogram, terjadi kenaikan sebesar Rp450 per kilogram.

“Alhamdulillah, hasil lelang kemarin harga jual karet naik lagi,” ujar Ketua Gapoktan Maju Basamo Kopah, Setiadi Yendra, Rabu (20/5/2026).

Menurut Setiadi, lelang karet yang dilaksanakan pada Senin (18/5/2026) tersebut dimenangkan oleh Toke Imul asal Padang, Sumatera Barat. Proses lelang juga diikuti enam toke karet lainnya dengan total produksi mencapai 10 ton.

Baca Juga:  HSBL Telukkuantan 2025 Dibuka Meriah, Dukungan Sekolah Bikin GOR Bergemuruh

Tidak hanya harga yang mengalami peningkatan, jumlah produksi karet petani juga ikut bertambah. Pada pekan sebelumnya, volume karet yang dilelang berkisar 8 ton, sementara pekan ini meningkat menjadi 10 ton.

- Advertisement -

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh membaiknya harga karet yang dinilai kembali membangkitkan semangat petani untuk menggarap kebun dan melakukan penyadapan getah.

“Kita berharap seperti itu, produksi meningkat dan harga terus naik,” katanya.

- Advertisement -

Selain dipengaruhi meningkatnya minat petani untuk kembali berproduksi, kenaikan harga jual karet juga dipicu tren positif harga komoditas karet di pasar internasional.

Kenaikan harga juga terlihat dari kadar kekeringan karet (KKK). Saat ini, harga karet dengan KKK 100 persen berada di angka Rp38.526 per kilogram, sedangkan untuk KKK 50 persen tercatat Rp19.263 per kilogram.

Baca Juga:  Polisi Ciduk Pengedar Sabu di Benai

Setiadi menjelaskan, karet petani yang berada di bawah pengelolaan Gapoktan Maju Basamo Kopah memiliki KKK berkisar 58 hingga 60 persen sehingga nilai jualnya juga lebih baik.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada petani terkait pola penyadapan agar kualitas karet yang dihasilkan semakin meningkat.(dac)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN RIAUPOS.CO — Harga jual komoditas karet milik petani di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus memperlihatkan tren positif dari pekan ke pekan. Pada pekan ini, harga karet petani berhasil menembus angka Rp20.125 per kilogram.

Harga tersebut merupakan hasil lelang karet yang digelar Gapoktan Maju Basamo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, pada Senin (18/5/2026). Jika dibandingkan dengan hasil lelang pekan sebelumnya yang berada di angka Rp19.675 per kilogram, terjadi kenaikan sebesar Rp450 per kilogram.

“Alhamdulillah, hasil lelang kemarin harga jual karet naik lagi,” ujar Ketua Gapoktan Maju Basamo Kopah, Setiadi Yendra, Rabu (20/5/2026).

Menurut Setiadi, lelang karet yang dilaksanakan pada Senin (18/5/2026) tersebut dimenangkan oleh Toke Imul asal Padang, Sumatera Barat. Proses lelang juga diikuti enam toke karet lainnya dengan total produksi mencapai 10 ton.

Baca Juga:  Momen HUT Kuansing, Warga Bisa Nikmati Pembebasan Pajak PBB-P2

Tidak hanya harga yang mengalami peningkatan, jumlah produksi karet petani juga ikut bertambah. Pada pekan sebelumnya, volume karet yang dilelang berkisar 8 ton, sementara pekan ini meningkat menjadi 10 ton.

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh membaiknya harga karet yang dinilai kembali membangkitkan semangat petani untuk menggarap kebun dan melakukan penyadapan getah.

“Kita berharap seperti itu, produksi meningkat dan harga terus naik,” katanya.

Selain dipengaruhi meningkatnya minat petani untuk kembali berproduksi, kenaikan harga jual karet juga dipicu tren positif harga komoditas karet di pasar internasional.

Kenaikan harga juga terlihat dari kadar kekeringan karet (KKK). Saat ini, harga karet dengan KKK 100 persen berada di angka Rp38.526 per kilogram, sedangkan untuk KKK 50 persen tercatat Rp19.263 per kilogram.

Baca Juga:  DP2KBP3A Kuansing Soroti Kasus Kekerasan Anak Paling Mengerikan Dua Tahun Terakhir

Setiadi menjelaskan, karet petani yang berada di bawah pengelolaan Gapoktan Maju Basamo Kopah memiliki KKK berkisar 58 hingga 60 persen sehingga nilai jualnya juga lebih baik.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada petani terkait pola penyadapan agar kualitas karet yang dihasilkan semakin meningkat.(dac)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari