Rabu, 13 Mei 2026
- Advertisement -

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 214 evakuasi ular dilakukan sepanjang Januari hingga April 2026. Dalam empat bulan terakhir, petugas kerap menerima laporan ular masuk ke rumah dan lingkungan permukiman warga.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan, jenis ular yang dievakuasi cukup beragam. Mulai dari ular piton hingga ular kobra berbisa yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Jenis ular yang dievakuasi beragam, mulai dari piton hingga kobra,” ujar Zarman Candra, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, sebagian besar laporan berasal dari warga yang menemukan ular berada di dalam rumah maupun sekitar lingkungan tempat tinggal. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila warga mencoba menangani sendiri tanpa kemampuan khusus.

Baca Juga:  Pekanbaru Jalin Kerja Sama dengan Padang untuk Tiga Dinas

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan evakuasi mandiri, terutama terhadap ular berbisa. Warga diminta tetap tenang dan segera menghubungi petugas Damkar agar proses penanganan dapat dilakukan secara aman.

“Evakuasi ular sangat berisiko, apalagi untuk ular berbisa. Sebaiknya segera hubungi petugas agar penanganan lebih aman,” jelasnya.

Selain evakuasi ular, tim penyelamat DPKP Pekanbaru juga rutin menangani berbagai jenis satwa lain yang dianggap mengganggu maupun membahayakan warga.

Beberapa satwa yang pernah dievakuasi di antaranya lebah, tawon, musang, biawak, kucing, trenggiling, monyet hingga anjing liar.

Tak hanya itu, petugas Damkar juga memberikan layanan bantuan kemanusiaan lainnya. Mulai dari membantu membuka pintu mobil terkunci, melepas gembok dan kunci, hingga membantu warga yang mengalami kesulitan akibat cincin maupun anting tersangkut.

Baca Juga:  Damkar Pekanbaru Kerahkan 6 Unit Mobil Padamkan Rumah Terbakar di Jalan Rajawali

Dalam beberapa kasus tertentu, petugas bahkan turut membantu pelepasan cincin yang tersangkut pada bagian tubuh sensitif warga.

“Kami berupaya membantu masyarakat, baik evakuasi satwa maupun membantu melepas anting dan cincin yang tersangkut,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, selama Januari hingga April 2026, DPKP Kota Pekanbaru telah melaksanakan sebanyak 455 kegiatan evakuasi dan penyelamatan di berbagai lokasi.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi maupun penyelamatan dapat menghubungi layanan Damkar Pekanbaru melalui nomor 0861-22382 atau 0851-8607-0113.(dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 214 evakuasi ular dilakukan sepanjang Januari hingga April 2026. Dalam empat bulan terakhir, petugas kerap menerima laporan ular masuk ke rumah dan lingkungan permukiman warga.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan, jenis ular yang dievakuasi cukup beragam. Mulai dari ular piton hingga ular kobra berbisa yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Jenis ular yang dievakuasi beragam, mulai dari piton hingga kobra,” ujar Zarman Candra, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, sebagian besar laporan berasal dari warga yang menemukan ular berada di dalam rumah maupun sekitar lingkungan tempat tinggal. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila warga mencoba menangani sendiri tanpa kemampuan khusus.

Baca Juga:  Iduladha, CFD di Pekanbaru Ditiadakan

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan evakuasi mandiri, terutama terhadap ular berbisa. Warga diminta tetap tenang dan segera menghubungi petugas Damkar agar proses penanganan dapat dilakukan secara aman.

- Advertisement -

“Evakuasi ular sangat berisiko, apalagi untuk ular berbisa. Sebaiknya segera hubungi petugas agar penanganan lebih aman,” jelasnya.

Selain evakuasi ular, tim penyelamat DPKP Pekanbaru juga rutin menangani berbagai jenis satwa lain yang dianggap mengganggu maupun membahayakan warga.

- Advertisement -

Beberapa satwa yang pernah dievakuasi di antaranya lebah, tawon, musang, biawak, kucing, trenggiling, monyet hingga anjing liar.

Tak hanya itu, petugas Damkar juga memberikan layanan bantuan kemanusiaan lainnya. Mulai dari membantu membuka pintu mobil terkunci, melepas gembok dan kunci, hingga membantu warga yang mengalami kesulitan akibat cincin maupun anting tersangkut.

Baca Juga:  Siapkan Aplikasi Pantau Posisi Bus TMP

Dalam beberapa kasus tertentu, petugas bahkan turut membantu pelepasan cincin yang tersangkut pada bagian tubuh sensitif warga.

“Kami berupaya membantu masyarakat, baik evakuasi satwa maupun membantu melepas anting dan cincin yang tersangkut,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, selama Januari hingga April 2026, DPKP Kota Pekanbaru telah melaksanakan sebanyak 455 kegiatan evakuasi dan penyelamatan di berbagai lokasi.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi maupun penyelamatan dapat menghubungi layanan Damkar Pekanbaru melalui nomor 0861-22382 atau 0851-8607-0113.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 214 evakuasi ular dilakukan sepanjang Januari hingga April 2026. Dalam empat bulan terakhir, petugas kerap menerima laporan ular masuk ke rumah dan lingkungan permukiman warga.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan, jenis ular yang dievakuasi cukup beragam. Mulai dari ular piton hingga ular kobra berbisa yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Jenis ular yang dievakuasi beragam, mulai dari piton hingga kobra,” ujar Zarman Candra, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, sebagian besar laporan berasal dari warga yang menemukan ular berada di dalam rumah maupun sekitar lingkungan tempat tinggal. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila warga mencoba menangani sendiri tanpa kemampuan khusus.

Baca Juga:  Pekanbaru Jalin Kerja Sama dengan Padang untuk Tiga Dinas

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan evakuasi mandiri, terutama terhadap ular berbisa. Warga diminta tetap tenang dan segera menghubungi petugas Damkar agar proses penanganan dapat dilakukan secara aman.

“Evakuasi ular sangat berisiko, apalagi untuk ular berbisa. Sebaiknya segera hubungi petugas agar penanganan lebih aman,” jelasnya.

Selain evakuasi ular, tim penyelamat DPKP Pekanbaru juga rutin menangani berbagai jenis satwa lain yang dianggap mengganggu maupun membahayakan warga.

Beberapa satwa yang pernah dievakuasi di antaranya lebah, tawon, musang, biawak, kucing, trenggiling, monyet hingga anjing liar.

Tak hanya itu, petugas Damkar juga memberikan layanan bantuan kemanusiaan lainnya. Mulai dari membantu membuka pintu mobil terkunci, melepas gembok dan kunci, hingga membantu warga yang mengalami kesulitan akibat cincin maupun anting tersangkut.

Baca Juga:  Wali Kota Agung Nugroho Resmikan Layanan Hemodialisis di RSD Madani Pekanbaru

Dalam beberapa kasus tertentu, petugas bahkan turut membantu pelepasan cincin yang tersangkut pada bagian tubuh sensitif warga.

“Kami berupaya membantu masyarakat, baik evakuasi satwa maupun membantu melepas anting dan cincin yang tersangkut,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, selama Januari hingga April 2026, DPKP Kota Pekanbaru telah melaksanakan sebanyak 455 kegiatan evakuasi dan penyelamatan di berbagai lokasi.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi maupun penyelamatan dapat menghubungi layanan Damkar Pekanbaru melalui nomor 0861-22382 atau 0851-8607-0113.(dof)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari