ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Yusmar MSi, memimpin langsung kegiatan gotong royong (goro) Selasa Bersih bersama puluhan personel lintas instansi, Selasa (21/4).
Kegiatan tersebut melibatkan Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perpustakaan dan Arsip Rohul, dengan lokasi utama di kawasan eks Gedung Pertemuan Pasirpengaraian yang merupakan salah satu aset bersejarah daerah.
Bangunan tersebut memiliki nilai historis karena telah berdiri sekitar 20 tahun sejak awal pembentukan Kabupaten Rokan Hulu. Selain itu, gedung ini pernah difungsikan sebagai Perpustakaan Daerah Mahidin Said dan terakhir menjadi depot arsip sebelum diresmikannya Gedung Layanan Perpustakaan Rohul pada tahun 2023.
Menurut Yusmar, kegiatan goro Selasa Bersih merupakan implementasi dari surat edaran Bupati Rohul sekaligus tindak lanjut dari surat edaran Menteri Dalam Negeri terkait Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai berkurang, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama di kawasan perkantoran, aset pemerintah, dan fasilitas umum.
Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga difokuskan pada upaya pelestarian bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Suluk.
Di kawasan tersebut, terdapat sejumlah aset lama milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, seperti eks kantor Bawasda, kantor Badan Promosi Investasi, rumah dinas bupati, rumah dinas Sekda, hingga bangunan peninggalan era Belanda yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Yusmar menegaskan bahwa bangunan-bangunan tersebut harus dirawat agar tidak mengalami kerusakan dan tetap memiliki nilai historis bagi generasi mendatang.
Ia juga berharap kegiatan gotong royong tidak hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten, tetapi dapat menjadi gerakan rutin hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa di seluruh wilayah Rohul.
Dengan demikian, semangat kebersamaan, kepedulian lingkungan, serta budaya gotong royong di tengah masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang.
Yusmar optimistis, apabila Gerakan Indonesia Asri dijalankan secara berkelanjutan, minimal satu kali dalam sebulan di setiap wilayah, maka akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mendorong semangat pembangunan daerah.

