Selasa, 8 September 2026
- Advertisement -

TPP ASN Rohul Belum Cair, Pemkab Masih Tunggu Restu Mendagri

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) – Pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) hingga awal Maret belum terealisasi karena masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sesuai mekanisme yang berlaku, TPP dibayarkan setelah ASN menjalankan tugasnya. Dengan ketentuan tersebut, TPP Januari seharusnya diterima pada Februari. Namun hingga kini, pembayaran untuk Januari dan Februari belum dilakukan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kendala teknis di organisasi perangkat daerah (OPD) Rohul. Penundaan terjadi karena pemerintah daerah masih menunggu terbitnya persetujuan resmi dari Menteri Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam regulasi penganggaran TPP ASN.

Baca Juga:  Pemkab Meranti Masih Tanggung Utang Tunda Bayar Rp68 Miliar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohul, Abdurrochim SE MSi, saat dikonfirmasi Selasa (3/3), membenarkan bahwa TPP ASN belum dapat dibayarkan sebelum izin dari pemerintah pusat diterbitkan.

Ia menjelaskan, Pemkab Rohul sebelumnya telah mengajukan dokumen serta kelengkapan administrasi sebagai syarat pencairan. Namun proses pembayaran baru bisa dilakukan setelah persetujuan resmi diterima.

Menurutnya, setiap tahun pemerintah daerah memang diwajibkan mengajukan izin kepada Kemendagri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk dilakukan validasi terhadap penjabaran TPP ASN beserta dokumen pendukung lainnya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, TPP ASN tetap akan dibayarkan. Hanya saja, saat ini prosesnya masih menunggu keluarnya persetujuan dari Mendagri. Setelah izin diterbitkan, pembayaran akan segera diproses oleh Pemkab Rohul. (epp)

Baca Juga:  Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bupati Buka Ruang Promosi UMKM

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) – Pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) hingga awal Maret belum terealisasi karena masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sesuai mekanisme yang berlaku, TPP dibayarkan setelah ASN menjalankan tugasnya. Dengan ketentuan tersebut, TPP Januari seharusnya diterima pada Februari. Namun hingga kini, pembayaran untuk Januari dan Februari belum dilakukan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kendala teknis di organisasi perangkat daerah (OPD) Rohul. Penundaan terjadi karena pemerintah daerah masih menunggu terbitnya persetujuan resmi dari Menteri Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam regulasi penganggaran TPP ASN.

Baca Juga:  Cegah Korupsi Tanggung Jawab Bersama

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohul, Abdurrochim SE MSi, saat dikonfirmasi Selasa (3/3), membenarkan bahwa TPP ASN belum dapat dibayarkan sebelum izin dari pemerintah pusat diterbitkan.

Ia menjelaskan, Pemkab Rohul sebelumnya telah mengajukan dokumen serta kelengkapan administrasi sebagai syarat pencairan. Namun proses pembayaran baru bisa dilakukan setelah persetujuan resmi diterima.

- Advertisement -

Menurutnya, setiap tahun pemerintah daerah memang diwajibkan mengajukan izin kepada Kemendagri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk dilakukan validasi terhadap penjabaran TPP ASN beserta dokumen pendukung lainnya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, TPP ASN tetap akan dibayarkan. Hanya saja, saat ini prosesnya masih menunggu keluarnya persetujuan dari Mendagri. Setelah izin diterbitkan, pembayaran akan segera diproses oleh Pemkab Rohul. (epp)

Baca Juga:  Jelang Akhir 2025, 1.609 PPPK Paruh Waktu Rohul Terima SK Pengangkatan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) – Pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) hingga awal Maret belum terealisasi karena masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sesuai mekanisme yang berlaku, TPP dibayarkan setelah ASN menjalankan tugasnya. Dengan ketentuan tersebut, TPP Januari seharusnya diterima pada Februari. Namun hingga kini, pembayaran untuk Januari dan Februari belum dilakukan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kendala teknis di organisasi perangkat daerah (OPD) Rohul. Penundaan terjadi karena pemerintah daerah masih menunggu terbitnya persetujuan resmi dari Menteri Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam regulasi penganggaran TPP ASN.

Baca Juga:  Halalbihalal Wakil Bupati Rohul Dihadiri Ribuan Masyarakat 16 Kecamatan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohul, Abdurrochim SE MSi, saat dikonfirmasi Selasa (3/3), membenarkan bahwa TPP ASN belum dapat dibayarkan sebelum izin dari pemerintah pusat diterbitkan.

Ia menjelaskan, Pemkab Rohul sebelumnya telah mengajukan dokumen serta kelengkapan administrasi sebagai syarat pencairan. Namun proses pembayaran baru bisa dilakukan setelah persetujuan resmi diterima.

Menurutnya, setiap tahun pemerintah daerah memang diwajibkan mengajukan izin kepada Kemendagri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk dilakukan validasi terhadap penjabaran TPP ASN beserta dokumen pendukung lainnya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, TPP ASN tetap akan dibayarkan. Hanya saja, saat ini prosesnya masih menunggu keluarnya persetujuan dari Mendagri. Setelah izin diterbitkan, pembayaran akan segera diproses oleh Pemkab Rohul. (epp)

Baca Juga:  Pendapatan Bertambah Rp230,6 Juta, Pemkab-DPRD Rohul Sekapati KUA dan PPAS-P

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari