Jumat, 30 Oktober 2026
- Advertisement -

Pemprov Riau Mulai Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Simpang SKA Ditargetkan Ditutup Akhir Tahun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai melakukan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, tepatnya di sekitar U-turn dekat Rumah Sakit Hermina. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Simpang SKA.

Pelebaran tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Zulfahmi mengatakan, tahap awal pekerjaan saat ini difokuskan pada pemindahan pohon yang berada di lokasi pelebaran.

Pemindahan pohon tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Setelah proses itu selesai, pekerjaan konstruksi pelebaran jalan akan dilanjutkan.

Baca Juga:  Pendidikan Jadi Prioritas, Pemko Pekanbaru Gulirkan Program Beasiswa Berkelanjutan

“Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru sedang melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran,” katanya.

Menurut Zulfahmi, setelah diperlebar, ruas Jalan Tuanku Tambusai di sekitar Rumah Sakit Hermina akan memiliki kapasitas yang lebih besar. Setiap jalur nantinya memiliki lebar 14 meter.

“Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur,” ujarnya.

Pemprov Riau menargetkan seluruh pekerjaan pelebaran tersebut rampung pada Desember 2026. Target itu disiapkan agar rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang SKA dapat diterapkan sebelum pergantian tahun.

“Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA,” katanya.

Baca Juga:  Pertengahan Januari, Penyebaran Covid-19 Dipetakan

Zulfahmi menjelaskan, pelebaran jalan sekaligus rekayasa arus lalu lintas tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di simpang empat Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai atau Simpang SKA Pekanbaru.

Kemacetan di kawasan itu dinilai cukup sering terjadi, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk dan akhir pekan.

“Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga,” sebutnya. (sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai melakukan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, tepatnya di sekitar U-turn dekat Rumah Sakit Hermina. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Simpang SKA.

Pelebaran tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Zulfahmi mengatakan, tahap awal pekerjaan saat ini difokuskan pada pemindahan pohon yang berada di lokasi pelebaran.

Pemindahan pohon tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Setelah proses itu selesai, pekerjaan konstruksi pelebaran jalan akan dilanjutkan.

Baca Juga:  Pemprov Buka Asesmen Empat Jabatan Eselon II

“Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru sedang melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran,” katanya.

- Advertisement -

Menurut Zulfahmi, setelah diperlebar, ruas Jalan Tuanku Tambusai di sekitar Rumah Sakit Hermina akan memiliki kapasitas yang lebih besar. Setiap jalur nantinya memiliki lebar 14 meter.

“Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur,” ujarnya.

- Advertisement -

Pemprov Riau menargetkan seluruh pekerjaan pelebaran tersebut rampung pada Desember 2026. Target itu disiapkan agar rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang SKA dapat diterapkan sebelum pergantian tahun.

“Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA,” katanya.

Baca Juga:  Ketua Rombongan Haji Diberi Penyuluhan

Zulfahmi menjelaskan, pelebaran jalan sekaligus rekayasa arus lalu lintas tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di simpang empat Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai atau Simpang SKA Pekanbaru.

Kemacetan di kawasan itu dinilai cukup sering terjadi, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk dan akhir pekan.

“Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga,” sebutnya. (sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai melakukan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, tepatnya di sekitar U-turn dekat Rumah Sakit Hermina. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Simpang SKA.

Pelebaran tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Zulfahmi mengatakan, tahap awal pekerjaan saat ini difokuskan pada pemindahan pohon yang berada di lokasi pelebaran.

Pemindahan pohon tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Setelah proses itu selesai, pekerjaan konstruksi pelebaran jalan akan dilanjutkan.

Baca Juga:  Terindikasi Covid-19, ASN Harus Jujur 

“Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru sedang melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran,” katanya.

Menurut Zulfahmi, setelah diperlebar, ruas Jalan Tuanku Tambusai di sekitar Rumah Sakit Hermina akan memiliki kapasitas yang lebih besar. Setiap jalur nantinya memiliki lebar 14 meter.

“Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur,” ujarnya.

Pemprov Riau menargetkan seluruh pekerjaan pelebaran tersebut rampung pada Desember 2026. Target itu disiapkan agar rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang SKA dapat diterapkan sebelum pergantian tahun.

“Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA,” katanya.

Baca Juga:  Pertengahan Januari, Penyebaran Covid-19 Dipetakan

Zulfahmi menjelaskan, pelebaran jalan sekaligus rekayasa arus lalu lintas tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di simpang empat Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai atau Simpang SKA Pekanbaru.

Kemacetan di kawasan itu dinilai cukup sering terjadi, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk dan akhir pekan.

“Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga,” sebutnya. (sol)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari