Sabtu, 21 Februari 2026
- Advertisement -

Tiga Dusun Teluk Buntal Masih Terendam, 156 Rumah Warga di Meranti Terdampak

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sedikitnya 156 rumah warga di tiga dusun Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih terdampak banjir air gambut yang merendam permukiman sejak pertengahan Desember 2025.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, kebun masyarakat, serta ruas jalan penghubung antar-dusun yang menjadi akses utama aktivitas harian warga. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat lumpuh total selama beberapa hari.

Meski air mulai berangsur surut, dampak banjir yang terjadi sejak 16 Desember 2025 tersebut masih dirasakan hingga kini. Sejumlah rumah belum bisa ditempati secara normal, sementara kebun warga belum sepenuhnya pulih, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh luapan kanal milik salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan permukiman warga.

Baca Juga:  Ribuan Peserta PBI JKN di Meranti Dinonaktifkan Usai Pemutakhiran Data

“Air masuk ke rumah kami sampai sepinggang orang dewasa. Perabot banyak yang rusak, kebun mati. Perusahaan baru datang setelah berhari-hari. Kami seperti dibiarkan menghadapi bencana ini sendiri,” keluh Sulaiman, salah seorang warga, Ahad (28/12).

Camat Tebingtinggi Timur, Mazlin Jamal, membenarkan bahwa banjir melanda tiga dusun di Desa Teluk Buntal. Ia menyebut kondisi terparah terjadi selama lima hari sejak awal kejadian.

“Pada saat puncaknya, seluruh jalan di beberapa dusun terendam lebih dari 50 sentimeter. Rumah dan kebun warga bahkan tergenang air lebih dari satu meter,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Mazlin, air memang sudah mulai surut. Namun genangan setinggi mata kaki masih terlihat di sejumlah titik dan menyisakan dampak yang belum sepenuhnya pulih.(wir)

Baca Juga:  Janji Penuhi Hak ASN dan Pemdes 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sedikitnya 156 rumah warga di tiga dusun Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih terdampak banjir air gambut yang merendam permukiman sejak pertengahan Desember 2025.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, kebun masyarakat, serta ruas jalan penghubung antar-dusun yang menjadi akses utama aktivitas harian warga. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat lumpuh total selama beberapa hari.

Meski air mulai berangsur surut, dampak banjir yang terjadi sejak 16 Desember 2025 tersebut masih dirasakan hingga kini. Sejumlah rumah belum bisa ditempati secara normal, sementara kebun warga belum sepenuhnya pulih, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh luapan kanal milik salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan permukiman warga.

Baca Juga:  Janji Penuhi Hak ASN dan Pemdes 

“Air masuk ke rumah kami sampai sepinggang orang dewasa. Perabot banyak yang rusak, kebun mati. Perusahaan baru datang setelah berhari-hari. Kami seperti dibiarkan menghadapi bencana ini sendiri,” keluh Sulaiman, salah seorang warga, Ahad (28/12).

- Advertisement -

Camat Tebingtinggi Timur, Mazlin Jamal, membenarkan bahwa banjir melanda tiga dusun di Desa Teluk Buntal. Ia menyebut kondisi terparah terjadi selama lima hari sejak awal kejadian.

“Pada saat puncaknya, seluruh jalan di beberapa dusun terendam lebih dari 50 sentimeter. Rumah dan kebun warga bahkan tergenang air lebih dari satu meter,” ungkapnya.

- Advertisement -

Saat ini, lanjut Mazlin, air memang sudah mulai surut. Namun genangan setinggi mata kaki masih terlihat di sejumlah titik dan menyisakan dampak yang belum sepenuhnya pulih.(wir)

Baca Juga:  Plt Bupati Asmar Salat Idulfitri di Masjid Agung Darul Ulum Selatpanjang
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sedikitnya 156 rumah warga di tiga dusun Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih terdampak banjir air gambut yang merendam permukiman sejak pertengahan Desember 2025.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, kebun masyarakat, serta ruas jalan penghubung antar-dusun yang menjadi akses utama aktivitas harian warga. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat lumpuh total selama beberapa hari.

Meski air mulai berangsur surut, dampak banjir yang terjadi sejak 16 Desember 2025 tersebut masih dirasakan hingga kini. Sejumlah rumah belum bisa ditempati secara normal, sementara kebun warga belum sepenuhnya pulih, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh luapan kanal milik salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan permukiman warga.

Baca Juga:  Gesa PI 10 Persen untuk Kepulauan Meranti 

“Air masuk ke rumah kami sampai sepinggang orang dewasa. Perabot banyak yang rusak, kebun mati. Perusahaan baru datang setelah berhari-hari. Kami seperti dibiarkan menghadapi bencana ini sendiri,” keluh Sulaiman, salah seorang warga, Ahad (28/12).

Camat Tebingtinggi Timur, Mazlin Jamal, membenarkan bahwa banjir melanda tiga dusun di Desa Teluk Buntal. Ia menyebut kondisi terparah terjadi selama lima hari sejak awal kejadian.

“Pada saat puncaknya, seluruh jalan di beberapa dusun terendam lebih dari 50 sentimeter. Rumah dan kebun warga bahkan tergenang air lebih dari satu meter,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Mazlin, air memang sudah mulai surut. Namun genangan setinggi mata kaki masih terlihat di sejumlah titik dan menyisakan dampak yang belum sepenuhnya pulih.(wir)

Baca Juga:  Mulai 1 September, Tarif Penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan Naik Hingga 100 Persen

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari