Sabtu, 3 Oktober 2026
- Advertisement -

Ekskavator Rusak, Sampah di TPS Meluber

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Tumpukan sampah meluber, dan berserakan di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terkahir.

Situasi yang mewarnai satu-satunya TPS di kabupaten bungsu Provinsi Riau ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Syaiful Bahkri kepada Riau Pos, Selasa (6/7) siang.

Syaiful membeberkan, kondisi tersebut dipicu atas rusaknya ekskavator yang digunakan sebagai alat mobilitas untuk memindahkan sampah yang masuk menuju TPS.

“Ekskavator itu rusak. Parahnya lagi, alat berat ini menjadi satu-satunya yang kita miliki. Sehingga mobilitas pemindahan sampah yang masuk tidak lagi beroperasi seperti biasa. Dampaknya meluber ke mana-mana. Kejadian ini sudah berlangsung tiga hari terakhir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Harga Cabai di Meranti Masih Tinggi

Mereka mengaku kelimpungan menyikapi kerusakan ekskavator tersebut, mengingat kondisi sparepart, seperti tracker dan sejumlah alat lainnya mengalami rusak berat. Sehingga Syaiful memastikan bahwa alat berat itu tidak bisa direcovery.

“Kita sudah berupaya lakukan perbaikan atas kerusakan. Malah sudah sering rusak kita recovery. Untuk kerusakan yang ini tidak bisa lagi, karana banyak sparepart tidak bisa diselamatkan. Salah satu contoh patah trackernya,” ujar Syaiful.

Menyikapi kerusakan salah satu armada itu, solusi jangka pendek yang bakal ditempuh adalah dengan melakukan sewa pakai ekskavator. Dan usulan telah diajukan dan sudah disetujui bupati.

Sementra itu, solusi jangka panjang menurut Syaful, Perkimtan-LH akan membeli satu unit ekskavator baru dalam tahun anggaran 2025 mendatang.

Baca Juga:  Adil Segera Masukkan Memori Banding

“Efektif beli baru. Tapi pengadaannya nanti di TA 2025. Untuk sementara waktu sewa pakai dan telah disetujui bupati,” ujarnya.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Tumpukan sampah meluber, dan berserakan di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terkahir.

Situasi yang mewarnai satu-satunya TPS di kabupaten bungsu Provinsi Riau ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Syaiful Bahkri kepada Riau Pos, Selasa (6/7) siang.

Syaiful membeberkan, kondisi tersebut dipicu atas rusaknya ekskavator yang digunakan sebagai alat mobilitas untuk memindahkan sampah yang masuk menuju TPS.

“Ekskavator itu rusak. Parahnya lagi, alat berat ini menjadi satu-satunya yang kita miliki. Sehingga mobilitas pemindahan sampah yang masuk tidak lagi beroperasi seperti biasa. Dampaknya meluber ke mana-mana. Kejadian ini sudah berlangsung tiga hari terakhir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Warga Tolak Keberadaan TPS di Depan RTv

Mereka mengaku kelimpungan menyikapi kerusakan ekskavator tersebut, mengingat kondisi sparepart, seperti tracker dan sejumlah alat lainnya mengalami rusak berat. Sehingga Syaiful memastikan bahwa alat berat itu tidak bisa direcovery.

- Advertisement -

“Kita sudah berupaya lakukan perbaikan atas kerusakan. Malah sudah sering rusak kita recovery. Untuk kerusakan yang ini tidak bisa lagi, karana banyak sparepart tidak bisa diselamatkan. Salah satu contoh patah trackernya,” ujar Syaiful.

Menyikapi kerusakan salah satu armada itu, solusi jangka pendek yang bakal ditempuh adalah dengan melakukan sewa pakai ekskavator. Dan usulan telah diajukan dan sudah disetujui bupati.

- Advertisement -

Sementra itu, solusi jangka panjang menurut Syaful, Perkimtan-LH akan membeli satu unit ekskavator baru dalam tahun anggaran 2025 mendatang.

Baca Juga:  Tiga Hari Tak Diangkut, Sampah di Rengat Menumpuk dan Bau Menyengat

“Efektif beli baru. Tapi pengadaannya nanti di TA 2025. Untuk sementara waktu sewa pakai dan telah disetujui bupati,” ujarnya.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Tumpukan sampah meluber, dan berserakan di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terkahir.

Situasi yang mewarnai satu-satunya TPS di kabupaten bungsu Provinsi Riau ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Syaiful Bahkri kepada Riau Pos, Selasa (6/7) siang.

Syaiful membeberkan, kondisi tersebut dipicu atas rusaknya ekskavator yang digunakan sebagai alat mobilitas untuk memindahkan sampah yang masuk menuju TPS.

“Ekskavator itu rusak. Parahnya lagi, alat berat ini menjadi satu-satunya yang kita miliki. Sehingga mobilitas pemindahan sampah yang masuk tidak lagi beroperasi seperti biasa. Dampaknya meluber ke mana-mana. Kejadian ini sudah berlangsung tiga hari terakhir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Duyung

Mereka mengaku kelimpungan menyikapi kerusakan ekskavator tersebut, mengingat kondisi sparepart, seperti tracker dan sejumlah alat lainnya mengalami rusak berat. Sehingga Syaiful memastikan bahwa alat berat itu tidak bisa direcovery.

“Kita sudah berupaya lakukan perbaikan atas kerusakan. Malah sudah sering rusak kita recovery. Untuk kerusakan yang ini tidak bisa lagi, karana banyak sparepart tidak bisa diselamatkan. Salah satu contoh patah trackernya,” ujar Syaiful.

Menyikapi kerusakan salah satu armada itu, solusi jangka pendek yang bakal ditempuh adalah dengan melakukan sewa pakai ekskavator. Dan usulan telah diajukan dan sudah disetujui bupati.

Sementra itu, solusi jangka panjang menurut Syaful, Perkimtan-LH akan membeli satu unit ekskavator baru dalam tahun anggaran 2025 mendatang.

Baca Juga:  Janji Penuhi Hak ASN dan Pemdes 

“Efektif beli baru. Tapi pengadaannya nanti di TA 2025. Untuk sementara waktu sewa pakai dan telah disetujui bupati,” ujarnya.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari