Jumat, 24 April 2026
- Advertisement -

Prihatin dengan Dunia Pendidikan

BAGAN BATU (RIAUPOS.CO) – Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP MSi menghadiri acara silaturahmi Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) se-Kabupaten Rohil, di Bagan Batu, Jumat (26/1).

Kegiatan itu turut diwarnai dengan penyerahan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan. Bupati saat memberikan kata sambutan menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru madrasah, terutama tenaga pendidik yang hadir di ruang pertemuan di sebuah hotel yang ada di Kota Sawit tersebut.

Dirinya juga menyampaikan turut prihatin terhadap kondisi yang terjadi pada saat ini berkaitan bagi dunia kependidikan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi guru madrasah saat ini. Banyak dari mereka menghadapi kesulitan ekonomi dengan rata-rata gaji di bawah UMK,” kata bupati.

Menurutnya para guru telah mengabdikan diri dengan iklas di mana kendala yang dihadapi para guru madrasah, lanjutnya, sangat sulitnya mendapatkan bantuan PKH dan BLT.

Baca Juga:  Banjir Rendam Puluhan Rumah di Rohil

Di sisi lain, jika ingin memungut biaya pendidikan sebesar Rp10 ribu perbulan pun sering menuai keberatan dari para orang tua wali.

Kondisi ini membuat banyak sekolah, termasuk madrasah, berisiko tutup. Dirinya menyebutkan, ada sekitar 150 guru madrasah berencana pindah. Dalam menyelesaikan permasalahan ini, bupati berharap Kementerian Agama dapat menerima mereka sebagai guru P3K dan mempertimbangkan penegerian madrasah.

Bupati mengakui peran dari instansi vertikal, terutama Kementerian Agama, dalam mendukung kegiatan MTQ sangat membantu. Terutama menghadapi iven MTQ yang akan diselenggarakan pada April di Dumai. Ia menyatakan tekad untuk meraih juara umum karena tahun kemarin hanya mendapat rangking III pada iven MTQ di Inhu.

Baca Juga:  Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Menyinggung tentang dinamika yang bisa mempengaruhi kebijakan, seperti alokasi anggaran untuk guru madrasah, dirinya menyebutkan peluang sangat terbuka. Karena meningkatnya dana bagi hasil dari pusat.”Peningkatan APBD ini membuka peluang kita untuk memperbaiki kesejahteraan guru madrasah,” cetus bupati.

Sementara itu, Ketua Umum PP PGM Indonesia Ir H Yaya Ropandi MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan perhatian pemerintah terhadap guru madrasah. Ia mengungkapkan rata-rata gaji guru madrasah selama ini hanya mencapai Rp1 juta.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada bupati sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi mereka dengan memberikan insentif kepada guru madrasah. (ade)

Laporan Zulfadli, Bagan Batu

BAGAN BATU (RIAUPOS.CO) – Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP MSi menghadiri acara silaturahmi Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) se-Kabupaten Rohil, di Bagan Batu, Jumat (26/1).

Kegiatan itu turut diwarnai dengan penyerahan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan. Bupati saat memberikan kata sambutan menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru madrasah, terutama tenaga pendidik yang hadir di ruang pertemuan di sebuah hotel yang ada di Kota Sawit tersebut.

Dirinya juga menyampaikan turut prihatin terhadap kondisi yang terjadi pada saat ini berkaitan bagi dunia kependidikan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi guru madrasah saat ini. Banyak dari mereka menghadapi kesulitan ekonomi dengan rata-rata gaji di bawah UMK,” kata bupati.

Menurutnya para guru telah mengabdikan diri dengan iklas di mana kendala yang dihadapi para guru madrasah, lanjutnya, sangat sulitnya mendapatkan bantuan PKH dan BLT.

- Advertisement -
Baca Juga:  Situasi Memanas! Warga dan Petugas Keamanan PT UTS Adu Fisik di Rohil

Di sisi lain, jika ingin memungut biaya pendidikan sebesar Rp10 ribu perbulan pun sering menuai keberatan dari para orang tua wali.

Kondisi ini membuat banyak sekolah, termasuk madrasah, berisiko tutup. Dirinya menyebutkan, ada sekitar 150 guru madrasah berencana pindah. Dalam menyelesaikan permasalahan ini, bupati berharap Kementerian Agama dapat menerima mereka sebagai guru P3K dan mempertimbangkan penegerian madrasah.

- Advertisement -

Bupati mengakui peran dari instansi vertikal, terutama Kementerian Agama, dalam mendukung kegiatan MTQ sangat membantu. Terutama menghadapi iven MTQ yang akan diselenggarakan pada April di Dumai. Ia menyatakan tekad untuk meraih juara umum karena tahun kemarin hanya mendapat rangking III pada iven MTQ di Inhu.

Baca Juga:  Pojok Baca Sarana Tingkatkan Literasi Murid

Menyinggung tentang dinamika yang bisa mempengaruhi kebijakan, seperti alokasi anggaran untuk guru madrasah, dirinya menyebutkan peluang sangat terbuka. Karena meningkatnya dana bagi hasil dari pusat.”Peningkatan APBD ini membuka peluang kita untuk memperbaiki kesejahteraan guru madrasah,” cetus bupati.

Sementara itu, Ketua Umum PP PGM Indonesia Ir H Yaya Ropandi MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan perhatian pemerintah terhadap guru madrasah. Ia mengungkapkan rata-rata gaji guru madrasah selama ini hanya mencapai Rp1 juta.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada bupati sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi mereka dengan memberikan insentif kepada guru madrasah. (ade)

Laporan Zulfadli, Bagan Batu

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGAN BATU (RIAUPOS.CO) – Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP MSi menghadiri acara silaturahmi Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) se-Kabupaten Rohil, di Bagan Batu, Jumat (26/1).

Kegiatan itu turut diwarnai dengan penyerahan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan. Bupati saat memberikan kata sambutan menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru madrasah, terutama tenaga pendidik yang hadir di ruang pertemuan di sebuah hotel yang ada di Kota Sawit tersebut.

Dirinya juga menyampaikan turut prihatin terhadap kondisi yang terjadi pada saat ini berkaitan bagi dunia kependidikan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi guru madrasah saat ini. Banyak dari mereka menghadapi kesulitan ekonomi dengan rata-rata gaji di bawah UMK,” kata bupati.

Menurutnya para guru telah mengabdikan diri dengan iklas di mana kendala yang dihadapi para guru madrasah, lanjutnya, sangat sulitnya mendapatkan bantuan PKH dan BLT.

Baca Juga:  Pelajar SMP IT Al Kautsar Duri Belajar Jurnalistik di Riau Pos

Di sisi lain, jika ingin memungut biaya pendidikan sebesar Rp10 ribu perbulan pun sering menuai keberatan dari para orang tua wali.

Kondisi ini membuat banyak sekolah, termasuk madrasah, berisiko tutup. Dirinya menyebutkan, ada sekitar 150 guru madrasah berencana pindah. Dalam menyelesaikan permasalahan ini, bupati berharap Kementerian Agama dapat menerima mereka sebagai guru P3K dan mempertimbangkan penegerian madrasah.

Bupati mengakui peran dari instansi vertikal, terutama Kementerian Agama, dalam mendukung kegiatan MTQ sangat membantu. Terutama menghadapi iven MTQ yang akan diselenggarakan pada April di Dumai. Ia menyatakan tekad untuk meraih juara umum karena tahun kemarin hanya mendapat rangking III pada iven MTQ di Inhu.

Baca Juga:  SMAN 11 Pekanbaru Tampil Memukau di Kopi Good Day Goes to School

Menyinggung tentang dinamika yang bisa mempengaruhi kebijakan, seperti alokasi anggaran untuk guru madrasah, dirinya menyebutkan peluang sangat terbuka. Karena meningkatnya dana bagi hasil dari pusat.”Peningkatan APBD ini membuka peluang kita untuk memperbaiki kesejahteraan guru madrasah,” cetus bupati.

Sementara itu, Ketua Umum PP PGM Indonesia Ir H Yaya Ropandi MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan perhatian pemerintah terhadap guru madrasah. Ia mengungkapkan rata-rata gaji guru madrasah selama ini hanya mencapai Rp1 juta.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada bupati sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi mereka dengan memberikan insentif kepada guru madrasah. (ade)

Laporan Zulfadli, Bagan Batu

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari