Minggu, 25 Oktober 2026
- Advertisement -

Meranti Tetapkan Status Siaga Karhutla 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pascaempat titik karhutla ditemukan. Status itu ditetapkan Rabu (6/3) kemarin. 

Sekretaris BPBD Meranti Eko Setiawan mengatakan, empat titik lokasi tersebut terdiri dari satu titik lokasi karhutla di  Kecamatan Rangsang. Selanjutnya dua titik lokasi di Kecamatan Tebingtinggi, dan satu titik lainnya di  Desa Repan Kecamatan Rangsang, dengan rentang waktu kejadian sepanjang Februari 2024.

“Pra penetapan status kami telah melibatkan berbagai pihak dan stakeholder terkait, mulai dari aparat kepolisian, perusahaan swasta hingga masyarakat setempat yang tersebar di seluruh daerah rawan. Pertimbangannya indikator penetapan berdasarkan empat kejadian yang berlangsung Februari 2024 lalu,” ujarnya.

Baca Juga:  Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Selain indikator itu, atensi penetapan setelah pihaknya menerima laporan dari BMKG. Dari laporan tersebut, hingga tiga bulan kedepan Kepulauan Meranti akan dilanda kemarau.  “Menindaklanjuti itu kami harus siap dengan kondisi ini. Apalagi geografis Meranti yang cukup rentan karena 98 persen gambut,” ujarnya.

Untuk kesiapan fasilitas peralatan personel, ia menyebut tidak memiliki kendala. Apalagi tingkat desa sudah siaga MPA yang berkomitmen siap melakukan penanggulangan. Apalagi, MPA di daerah rawan seperti wilayah Rangsang dan Rangsang Pesisir.

“Begitupula komitmen perusahaan HTI siap lakukan penanggulangan di luar wilayah konsesi agar tetap aman. Selain itu kami turut memperkuat tim sosialisasi agar tidak ada masyarakat yang melaksanakan aktiviats yang memicu kebakarann,” ujarnya.(gem)

Baca Juga:  Kejari Meranti Geledah Kantor Bupati, 13 Saksi Diperiksa dalam Dugaan Korupsi Anggaran

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pascaempat titik karhutla ditemukan. Status itu ditetapkan Rabu (6/3) kemarin. 

Sekretaris BPBD Meranti Eko Setiawan mengatakan, empat titik lokasi tersebut terdiri dari satu titik lokasi karhutla di  Kecamatan Rangsang. Selanjutnya dua titik lokasi di Kecamatan Tebingtinggi, dan satu titik lainnya di  Desa Repan Kecamatan Rangsang, dengan rentang waktu kejadian sepanjang Februari 2024.

“Pra penetapan status kami telah melibatkan berbagai pihak dan stakeholder terkait, mulai dari aparat kepolisian, perusahaan swasta hingga masyarakat setempat yang tersebar di seluruh daerah rawan. Pertimbangannya indikator penetapan berdasarkan empat kejadian yang berlangsung Februari 2024 lalu,” ujarnya.

Baca Juga:  141 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 13 Titik

Selain indikator itu, atensi penetapan setelah pihaknya menerima laporan dari BMKG. Dari laporan tersebut, hingga tiga bulan kedepan Kepulauan Meranti akan dilanda kemarau.  “Menindaklanjuti itu kami harus siap dengan kondisi ini. Apalagi geografis Meranti yang cukup rentan karena 98 persen gambut,” ujarnya.

Untuk kesiapan fasilitas peralatan personel, ia menyebut tidak memiliki kendala. Apalagi tingkat desa sudah siaga MPA yang berkomitmen siap melakukan penanggulangan. Apalagi, MPA di daerah rawan seperti wilayah Rangsang dan Rangsang Pesisir.

- Advertisement -

“Begitupula komitmen perusahaan HTI siap lakukan penanggulangan di luar wilayah konsesi agar tetap aman. Selain itu kami turut memperkuat tim sosialisasi agar tidak ada masyarakat yang melaksanakan aktiviats yang memicu kebakarann,” ujarnya.(gem)

Baca Juga:  Siak Menuju Nihil Karhutla

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pascaempat titik karhutla ditemukan. Status itu ditetapkan Rabu (6/3) kemarin. 

Sekretaris BPBD Meranti Eko Setiawan mengatakan, empat titik lokasi tersebut terdiri dari satu titik lokasi karhutla di  Kecamatan Rangsang. Selanjutnya dua titik lokasi di Kecamatan Tebingtinggi, dan satu titik lainnya di  Desa Repan Kecamatan Rangsang, dengan rentang waktu kejadian sepanjang Februari 2024.

“Pra penetapan status kami telah melibatkan berbagai pihak dan stakeholder terkait, mulai dari aparat kepolisian, perusahaan swasta hingga masyarakat setempat yang tersebar di seluruh daerah rawan. Pertimbangannya indikator penetapan berdasarkan empat kejadian yang berlangsung Februari 2024 lalu,” ujarnya.

Baca Juga:  Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Selain indikator itu, atensi penetapan setelah pihaknya menerima laporan dari BMKG. Dari laporan tersebut, hingga tiga bulan kedepan Kepulauan Meranti akan dilanda kemarau.  “Menindaklanjuti itu kami harus siap dengan kondisi ini. Apalagi geografis Meranti yang cukup rentan karena 98 persen gambut,” ujarnya.

Untuk kesiapan fasilitas peralatan personel, ia menyebut tidak memiliki kendala. Apalagi tingkat desa sudah siaga MPA yang berkomitmen siap melakukan penanggulangan. Apalagi, MPA di daerah rawan seperti wilayah Rangsang dan Rangsang Pesisir.

“Begitupula komitmen perusahaan HTI siap lakukan penanggulangan di luar wilayah konsesi agar tetap aman. Selain itu kami turut memperkuat tim sosialisasi agar tidak ada masyarakat yang melaksanakan aktiviats yang memicu kebakarann,” ujarnya.(gem)

Baca Juga:  3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari