BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026).
Kepala Puskesmas Tapung Hulu Nurhaidin mengatakan, dari 81 orang yang diduga mengalami keracunan tersebut, sebanyak 71 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Tapung Hulu. Sementara 10 siswa lainnya dibawa ke rumah sakit di Tandun untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluhan mulai dirasakan para siswa setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang muncul berupa mual, muntah-muntah dan diare.
“Gejalanya mual dan muntah-muntah dan mencret. Dari Selasa sampai tadi masih ada siswa yang dibawa ke puskesmas,” kata Nurhaidin.
Meski sempat mendapatkan perawatan, kondisi para siswa kini berangsur membaik. Siswa yang sebelumnya menjalani penanganan medis telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan obat.
“Sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut belum diketahui. Begitu pula dengan jenis makanan yang diduga menjadi pemicu keluhan yang dialami para siswa.
Untuk memastikan penyebabnya, Wakil Bupati Kampar sekaligus Satgas MBG Kampar, Misharti, bersama Kepala Dinas Kesehatan Zulhendra Dasaat dan BPOM telah turun ke lokasi. Tim mengambil sampel makanan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian yang dialami para siswa setelah menyantap makanan program MBG.
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026).
Kepala Puskesmas Tapung Hulu Nurhaidin mengatakan, dari 81 orang yang diduga mengalami keracunan tersebut, sebanyak 71 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Tapung Hulu. Sementara 10 siswa lainnya dibawa ke rumah sakit di Tandun untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluhan mulai dirasakan para siswa setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang muncul berupa mual, muntah-muntah dan diare.
“Gejalanya mual dan muntah-muntah dan mencret. Dari Selasa sampai tadi masih ada siswa yang dibawa ke puskesmas,” kata Nurhaidin.
Meski sempat mendapatkan perawatan, kondisi para siswa kini berangsur membaik. Siswa yang sebelumnya menjalani penanganan medis telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan obat.
“Sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut belum diketahui. Begitu pula dengan jenis makanan yang diduga menjadi pemicu keluhan yang dialami para siswa.
Untuk memastikan penyebabnya, Wakil Bupati Kampar sekaligus Satgas MBG Kampar, Misharti, bersama Kepala Dinas Kesehatan Zulhendra Dasaat dan BPOM telah turun ke lokasi. Tim mengambil sampel makanan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian yang dialami para siswa setelah menyantap makanan program MBG.