Jumat, 14 Agustus 2026
- Advertisement -

Foto Harimau Bikin Warga Siak Hulu Resah, Hasil Penelusuran BBKSDA Mengejutkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Warga Pasir Putih, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, sempat dibuat resah oleh beredarnya foto yang dinarasikan sebagai kemunculan Harimau Sumatera di sekitar perkebunan kawasan Torganda. Informasi tersebut menyebar melalui sejumlah grup WhatsApp warga.

Foto yang beredar diperkirakan mulai ramai dibagikan pada 11 Agustus 2026. Narasi yang menyertainya menyebutkan harimau terlihat di kawasan perkebunan atau area milik Torganda.

Informasi itu semakin membuat warga khawatir karena lokasi yang disebut berada relatif dekat dengan perbatasan Kota Pekanbaru, yakni kurang dari 10 kilometer.

Merespons kabar tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa dan masyarakat melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang dimaksud.

Hasil pemeriksaan lapangan justru menunjukkan fakta berbeda. BBKSDA Riau memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di kawasan Desa Baru yang selama ini kerap dikaitkan dengan wilayah Pasir Putih di Jalan Lintas Pekanbaru-Pangkalan Baru.

Baca Juga:  Lebih Baik Mati di Tanah Sendiri

Kepala Bidang Teknis KSDA BBKSDA Riau, Ujang Holisidin, mengatakan tim tidak menemukan jejak harimau maupun tanda lain yang dapat menguatkan informasi tersebut.

“Tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi. Tidak ditemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang mengindikasikan keberadaan harimau,” kata Ujang, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, foto tersebut awalnya beredar melalui pesan yang kemudian diteruskan dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya hingga menjadi viral di tengah masyarakat.

Setelah dilakukan pemeriksaan lokasi, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta analisis terhadap foto yang beredar, BBKSDA Riau menyatakan informasi mengenai kemunculan harimau tersebut tidak benar atau hoaks.

Meski demikian, Ujang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar.

Baca Juga:  Pasokan Ayam Membeludak

Ia meminta warga tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan jejak atau tanda keberadaan hewan liar. Temuan sebaiknya didokumentasikan dengan jelas, termasuk mengukur jejak jika kondisi memungkinkan dan aman.

Masyarakat juga diminta mencatat titik koordinat atau lokasi temuan dan segera melaporkannya kepada BBKSDA Riau.

“Mari kita bersama-sama menjadi masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi. Bijak bermedia, tetap waspada, dan bersama menjaga kelestarian satwa liar,” tutup Ujang.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Warga Pasir Putih, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, sempat dibuat resah oleh beredarnya foto yang dinarasikan sebagai kemunculan Harimau Sumatera di sekitar perkebunan kawasan Torganda. Informasi tersebut menyebar melalui sejumlah grup WhatsApp warga.

Foto yang beredar diperkirakan mulai ramai dibagikan pada 11 Agustus 2026. Narasi yang menyertainya menyebutkan harimau terlihat di kawasan perkebunan atau area milik Torganda.

Informasi itu semakin membuat warga khawatir karena lokasi yang disebut berada relatif dekat dengan perbatasan Kota Pekanbaru, yakni kurang dari 10 kilometer.

Merespons kabar tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa dan masyarakat melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang dimaksud.

Hasil pemeriksaan lapangan justru menunjukkan fakta berbeda. BBKSDA Riau memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di kawasan Desa Baru yang selama ini kerap dikaitkan dengan wilayah Pasir Putih di Jalan Lintas Pekanbaru-Pangkalan Baru.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ribuan Masyarakat Meriahkan Malam Puncak Isra Mikraj

Kepala Bidang Teknis KSDA BBKSDA Riau, Ujang Holisidin, mengatakan tim tidak menemukan jejak harimau maupun tanda lain yang dapat menguatkan informasi tersebut.

“Tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi. Tidak ditemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang mengindikasikan keberadaan harimau,” kata Ujang, Kamis (13/8/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, foto tersebut awalnya beredar melalui pesan yang kemudian diteruskan dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya hingga menjadi viral di tengah masyarakat.

Setelah dilakukan pemeriksaan lokasi, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta analisis terhadap foto yang beredar, BBKSDA Riau menyatakan informasi mengenai kemunculan harimau tersebut tidak benar atau hoaks.

Meski demikian, Ujang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar.

Baca Juga:  First SMAN 1 Pekanbaru Tampil Perkasa, Lumat Stella Gracia 36-9 di DBL Riau 2025

Ia meminta warga tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan jejak atau tanda keberadaan hewan liar. Temuan sebaiknya didokumentasikan dengan jelas, termasuk mengukur jejak jika kondisi memungkinkan dan aman.

Masyarakat juga diminta mencatat titik koordinat atau lokasi temuan dan segera melaporkannya kepada BBKSDA Riau.

“Mari kita bersama-sama menjadi masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi. Bijak bermedia, tetap waspada, dan bersama menjaga kelestarian satwa liar,” tutup Ujang.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Warga Pasir Putih, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, sempat dibuat resah oleh beredarnya foto yang dinarasikan sebagai kemunculan Harimau Sumatera di sekitar perkebunan kawasan Torganda. Informasi tersebut menyebar melalui sejumlah grup WhatsApp warga.

Foto yang beredar diperkirakan mulai ramai dibagikan pada 11 Agustus 2026. Narasi yang menyertainya menyebutkan harimau terlihat di kawasan perkebunan atau area milik Torganda.

Informasi itu semakin membuat warga khawatir karena lokasi yang disebut berada relatif dekat dengan perbatasan Kota Pekanbaru, yakni kurang dari 10 kilometer.

Merespons kabar tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa dan masyarakat melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang dimaksud.

Hasil pemeriksaan lapangan justru menunjukkan fakta berbeda. BBKSDA Riau memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di kawasan Desa Baru yang selama ini kerap dikaitkan dengan wilayah Pasir Putih di Jalan Lintas Pekanbaru-Pangkalan Baru.

Baca Juga:  Lebih Baik Mati di Tanah Sendiri

Kepala Bidang Teknis KSDA BBKSDA Riau, Ujang Holisidin, mengatakan tim tidak menemukan jejak harimau maupun tanda lain yang dapat menguatkan informasi tersebut.

“Tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi. Tidak ditemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang mengindikasikan keberadaan harimau,” kata Ujang, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, foto tersebut awalnya beredar melalui pesan yang kemudian diteruskan dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya hingga menjadi viral di tengah masyarakat.

Setelah dilakukan pemeriksaan lokasi, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta analisis terhadap foto yang beredar, BBKSDA Riau menyatakan informasi mengenai kemunculan harimau tersebut tidak benar atau hoaks.

Meski demikian, Ujang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar.

Baca Juga:  Harimau Penerkam Manusia Jalani Observasi

Ia meminta warga tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan jejak atau tanda keberadaan hewan liar. Temuan sebaiknya didokumentasikan dengan jelas, termasuk mengukur jejak jika kondisi memungkinkan dan aman.

Masyarakat juga diminta mencatat titik koordinat atau lokasi temuan dan segera melaporkannya kepada BBKSDA Riau.

“Mari kita bersama-sama menjadi masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi. Bijak bermedia, tetap waspada, dan bersama menjaga kelestarian satwa liar,” tutup Ujang.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari