Senin, 6 April 2026
- Advertisement -

Antrean BBM Mengular di Bengkalis, Warga Rela Berjam-jam Demi Pertalite

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Cuaca panas yang menyengat tak menyurutkan langkah warga untuk tetap mengantre bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah titik di Bengkalis, Ahad (5/4/2026). Antrean kendaraan terlihat mengular panjang, baik di SPBU maupun di lokasi penjualan eceran.

Pantauan di lapangan sejak pukul 13.00 WIB menunjukkan ratusan kendaraan memadati sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Jalan Bantan, SPBU Jalan Lembaga, hingga beberapa titik pengecer di Jalan Antara. Pengisian BBM dilakukan secara bergantian oleh petugas.

Kondisi serupa juga terjadi di berbagai SPBU lainnya, seperti SPBU Teluk Latak, SPBU di Kecamatan Bantan, serta beberapa lokasi lain di wilayah Bengkalis. Sementara itu, SPBU Kompak milik PT Bumi Laksamana Jaya yang berada di Jalan Panglima Minal, pintu masuk Dermaga RoRo Bengkalis, masih belum beroperasi karena dalam proses renovasi.

Salah seorang warga, Andi, mengaku kondisi ini cukup menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali penjualan BBM secara eceran.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Tenayan Raya, Pemotor 23 Tahun Tewas di Lokasi Kejadian

Menurutnya, meski masyarakat memahami situasi yang ada, antrean panjang tetap menjadi beban tersendiri bagi warga.

Keluhan serupa disampaikan Hendri. Ia mengaku terkejut melihat adanya penjualan eceran yang justru diserbu pembeli, meskipun sebelumnya beredar informasi bahwa penjualan eceran tidak diperbolehkan.

Akibatnya, ia membatalkan niat mengisi BBM di SPBU karena antrean yang terlalu panjang, sementara pembelian di pengecer juga dibatasi hanya dua liter per orang.

Ia bahkan harus menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan BBM, dengan antrean yang diisi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Warga lainnya, Iwan, menyebut dirinya sudah mengantre sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB dan baru mendapatkan giliran mengisi BBM menjelang siang. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hal serupa dirasakan Wati, warga Desa Senggo, yang mengaku harus menunggu hingga empat jam di tengah cuaca panas sebelum akhirnya bisa mendapatkan BBM.

Baca Juga:  Bupati: Meski Sudah Vaksin, Masyarakat Jangan Abai

Ia menyebut, tanpa ikut antre, masyarakat tidak akan mendapatkan BBM yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas keesokan harinya.

Di sisi lain, pengelola SPBU menyatakan bahwa pasokan BBM sebenarnya tetap tersedia, namun jumlahnya terbatas dan tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.

Pengelola SPBU Jalan Lembaga, Taufik Ikram, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerima pasokan Pertalite sekitar 5.000 liter, dengan sisa sekitar 800 liter pada hari berikutnya.

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang, menyebutkan pihaknya menerima sekitar 10.000 liter BBM. Namun, distribusi ke pengecer tidak diperbolehkan sehingga seluruh masyarakat harus membeli langsung ke SPBU.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang tak terhindarkan dan membuat operasional SPBU menjadi tidak normal.

Selain itu, pemadaman listrik pada siang hari turut menjadi kendala dalam pelayanan, sehingga petugas harus tetap bekerja tanpa waktu istirahat demi melayani masyarakat.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Cuaca panas yang menyengat tak menyurutkan langkah warga untuk tetap mengantre bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah titik di Bengkalis, Ahad (5/4/2026). Antrean kendaraan terlihat mengular panjang, baik di SPBU maupun di lokasi penjualan eceran.

Pantauan di lapangan sejak pukul 13.00 WIB menunjukkan ratusan kendaraan memadati sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Jalan Bantan, SPBU Jalan Lembaga, hingga beberapa titik pengecer di Jalan Antara. Pengisian BBM dilakukan secara bergantian oleh petugas.

Kondisi serupa juga terjadi di berbagai SPBU lainnya, seperti SPBU Teluk Latak, SPBU di Kecamatan Bantan, serta beberapa lokasi lain di wilayah Bengkalis. Sementara itu, SPBU Kompak milik PT Bumi Laksamana Jaya yang berada di Jalan Panglima Minal, pintu masuk Dermaga RoRo Bengkalis, masih belum beroperasi karena dalam proses renovasi.

Salah seorang warga, Andi, mengaku kondisi ini cukup menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali penjualan BBM secara eceran.

Baca Juga:  Nopriadi Pimpin LLDIKTI Riau dan Kepri

Menurutnya, meski masyarakat memahami situasi yang ada, antrean panjang tetap menjadi beban tersendiri bagi warga.

- Advertisement -

Keluhan serupa disampaikan Hendri. Ia mengaku terkejut melihat adanya penjualan eceran yang justru diserbu pembeli, meskipun sebelumnya beredar informasi bahwa penjualan eceran tidak diperbolehkan.

Akibatnya, ia membatalkan niat mengisi BBM di SPBU karena antrean yang terlalu panjang, sementara pembelian di pengecer juga dibatasi hanya dua liter per orang.

- Advertisement -

Ia bahkan harus menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan BBM, dengan antrean yang diisi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Warga lainnya, Iwan, menyebut dirinya sudah mengantre sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB dan baru mendapatkan giliran mengisi BBM menjelang siang. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hal serupa dirasakan Wati, warga Desa Senggo, yang mengaku harus menunggu hingga empat jam di tengah cuaca panas sebelum akhirnya bisa mendapatkan BBM.

Baca Juga:  Pjs Bupati Bengkalis Kunjungi Kota Duri

Ia menyebut, tanpa ikut antre, masyarakat tidak akan mendapatkan BBM yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas keesokan harinya.

Di sisi lain, pengelola SPBU menyatakan bahwa pasokan BBM sebenarnya tetap tersedia, namun jumlahnya terbatas dan tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.

Pengelola SPBU Jalan Lembaga, Taufik Ikram, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerima pasokan Pertalite sekitar 5.000 liter, dengan sisa sekitar 800 liter pada hari berikutnya.

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang, menyebutkan pihaknya menerima sekitar 10.000 liter BBM. Namun, distribusi ke pengecer tidak diperbolehkan sehingga seluruh masyarakat harus membeli langsung ke SPBU.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang tak terhindarkan dan membuat operasional SPBU menjadi tidak normal.

Selain itu, pemadaman listrik pada siang hari turut menjadi kendala dalam pelayanan, sehingga petugas harus tetap bekerja tanpa waktu istirahat demi melayani masyarakat.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Cuaca panas yang menyengat tak menyurutkan langkah warga untuk tetap mengantre bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah titik di Bengkalis, Ahad (5/4/2026). Antrean kendaraan terlihat mengular panjang, baik di SPBU maupun di lokasi penjualan eceran.

Pantauan di lapangan sejak pukul 13.00 WIB menunjukkan ratusan kendaraan memadati sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Jalan Bantan, SPBU Jalan Lembaga, hingga beberapa titik pengecer di Jalan Antara. Pengisian BBM dilakukan secara bergantian oleh petugas.

Kondisi serupa juga terjadi di berbagai SPBU lainnya, seperti SPBU Teluk Latak, SPBU di Kecamatan Bantan, serta beberapa lokasi lain di wilayah Bengkalis. Sementara itu, SPBU Kompak milik PT Bumi Laksamana Jaya yang berada di Jalan Panglima Minal, pintu masuk Dermaga RoRo Bengkalis, masih belum beroperasi karena dalam proses renovasi.

Salah seorang warga, Andi, mengaku kondisi ini cukup menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali penjualan BBM secara eceran.

Baca Juga:  PPPK Paruh Waktu: Gaji Berdasarkan APBD, Beda dengan PPPK Penuh

Menurutnya, meski masyarakat memahami situasi yang ada, antrean panjang tetap menjadi beban tersendiri bagi warga.

Keluhan serupa disampaikan Hendri. Ia mengaku terkejut melihat adanya penjualan eceran yang justru diserbu pembeli, meskipun sebelumnya beredar informasi bahwa penjualan eceran tidak diperbolehkan.

Akibatnya, ia membatalkan niat mengisi BBM di SPBU karena antrean yang terlalu panjang, sementara pembelian di pengecer juga dibatasi hanya dua liter per orang.

Ia bahkan harus menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan BBM, dengan antrean yang diisi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Warga lainnya, Iwan, menyebut dirinya sudah mengantre sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB dan baru mendapatkan giliran mengisi BBM menjelang siang. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hal serupa dirasakan Wati, warga Desa Senggo, yang mengaku harus menunggu hingga empat jam di tengah cuaca panas sebelum akhirnya bisa mendapatkan BBM.

Baca Juga:  Lindawati Cetak Sejarah sebagai Perempuan Pertama Pimpin PSMTI Riau

Ia menyebut, tanpa ikut antre, masyarakat tidak akan mendapatkan BBM yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas keesokan harinya.

Di sisi lain, pengelola SPBU menyatakan bahwa pasokan BBM sebenarnya tetap tersedia, namun jumlahnya terbatas dan tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.

Pengelola SPBU Jalan Lembaga, Taufik Ikram, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerima pasokan Pertalite sekitar 5.000 liter, dengan sisa sekitar 800 liter pada hari berikutnya.

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang, menyebutkan pihaknya menerima sekitar 10.000 liter BBM. Namun, distribusi ke pengecer tidak diperbolehkan sehingga seluruh masyarakat harus membeli langsung ke SPBU.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang tak terhindarkan dan membuat operasional SPBU menjadi tidak normal.

Selain itu, pemadaman listrik pada siang hari turut menjadi kendala dalam pelayanan, sehingga petugas harus tetap bekerja tanpa waktu istirahat demi melayani masyarakat.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari