Selasa, 10 Maret 2026
- Advertisement -

Ombudsman Ingatkan Sekolah di Riau Tak Tambah Siswa di Luar Jalur Resmi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Riau terus mengawasi jalannya proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di tingkat SMA/SMK. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik yang tidak sehat, seperti jual beli kursi di sekolah.

Kepala Ombudsman RI Riau, Bambang Pratama, menjelaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan SPMB di Riau tergolong cukup tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tingkat kepatuhan tahun ini cukup baik terhadap Permendikdasmen Nomor 3. Namun tetap perlu diawasi agar proses ini tetap berjalan adil,” ujar Bambang, Sabtu (5/7).

Bambang mengajak masyarakat untuk ikut aktif mengawasi jalannya penerimaan siswa baru. Jika menemukan indikasi kecurangan atau kejanggalan, warga diminta untuk segera melaporkan ke instansi terkait, termasuk ke Ombudsman.

Baca Juga:  Masih Ada 19 Unit Lagi

“Laporan bisa disampaikan ke Dinas Pendidikan, BPMP, Dewan Pendidikan, atau langsung ke kami. Setiap laporan akan kami telusuri. Bila ada pelanggaran, kami akan mendorong perbaikan segera,” tegasnya.

Ombudsman juga memberikan peringatan kepada semua kepala sekolah agar tidak membuka penerimaan siswa di luar jalur resmi, seperti membuka putaran kedua.

“Kami tegaskan, tidak ada penerimaan tambahan setelah pengumuman SPMB. Jika terbukti ada yang melanggar, kami akan merekomendasikan agar kepala sekolah tersebut dicopot dan dipindah ke sekolah yang lebih jauh,” kata Bambang.

Di sisi lain, Ombudsman mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau yang menyediakan alternatif pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Pemerintah telah menyiapkan sekitar 3.000 kuota di sekolah swasta secara gratis, sebagai solusi pemerataan akses pendidikan.

Baca Juga:  Pemprov Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi

“Kami sangat menghargai inisiatif ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar bagi semua anak, tanpa terkecuali,” tutup Bambang.(muh)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Riau terus mengawasi jalannya proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di tingkat SMA/SMK. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik yang tidak sehat, seperti jual beli kursi di sekolah.

Kepala Ombudsman RI Riau, Bambang Pratama, menjelaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan SPMB di Riau tergolong cukup tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tingkat kepatuhan tahun ini cukup baik terhadap Permendikdasmen Nomor 3. Namun tetap perlu diawasi agar proses ini tetap berjalan adil,” ujar Bambang, Sabtu (5/7).

Bambang mengajak masyarakat untuk ikut aktif mengawasi jalannya penerimaan siswa baru. Jika menemukan indikasi kecurangan atau kejanggalan, warga diminta untuk segera melaporkan ke instansi terkait, termasuk ke Ombudsman.

Baca Juga:  Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

“Laporan bisa disampaikan ke Dinas Pendidikan, BPMP, Dewan Pendidikan, atau langsung ke kami. Setiap laporan akan kami telusuri. Bila ada pelanggaran, kami akan mendorong perbaikan segera,” tegasnya.

Ombudsman juga memberikan peringatan kepada semua kepala sekolah agar tidak membuka penerimaan siswa di luar jalur resmi, seperti membuka putaran kedua.

- Advertisement -

“Kami tegaskan, tidak ada penerimaan tambahan setelah pengumuman SPMB. Jika terbukti ada yang melanggar, kami akan merekomendasikan agar kepala sekolah tersebut dicopot dan dipindah ke sekolah yang lebih jauh,” kata Bambang.

Di sisi lain, Ombudsman mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau yang menyediakan alternatif pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Pemerintah telah menyiapkan sekitar 3.000 kuota di sekolah swasta secara gratis, sebagai solusi pemerataan akses pendidikan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Heboh Surat Mutasi Palsu di Meranti, Kepsek Diminta Transfer Rp5 Juta Lewat Surat Palsu

“Kami sangat menghargai inisiatif ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar bagi semua anak, tanpa terkecuali,” tutup Bambang.(muh)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Riau terus mengawasi jalannya proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di tingkat SMA/SMK. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik yang tidak sehat, seperti jual beli kursi di sekolah.

Kepala Ombudsman RI Riau, Bambang Pratama, menjelaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan SPMB di Riau tergolong cukup tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tingkat kepatuhan tahun ini cukup baik terhadap Permendikdasmen Nomor 3. Namun tetap perlu diawasi agar proses ini tetap berjalan adil,” ujar Bambang, Sabtu (5/7).

Bambang mengajak masyarakat untuk ikut aktif mengawasi jalannya penerimaan siswa baru. Jika menemukan indikasi kecurangan atau kejanggalan, warga diminta untuk segera melaporkan ke instansi terkait, termasuk ke Ombudsman.

Baca Juga:  Pj Bupati Jadi Irup Peringatan Hari Otda XXVIII

“Laporan bisa disampaikan ke Dinas Pendidikan, BPMP, Dewan Pendidikan, atau langsung ke kami. Setiap laporan akan kami telusuri. Bila ada pelanggaran, kami akan mendorong perbaikan segera,” tegasnya.

Ombudsman juga memberikan peringatan kepada semua kepala sekolah agar tidak membuka penerimaan siswa di luar jalur resmi, seperti membuka putaran kedua.

“Kami tegaskan, tidak ada penerimaan tambahan setelah pengumuman SPMB. Jika terbukti ada yang melanggar, kami akan merekomendasikan agar kepala sekolah tersebut dicopot dan dipindah ke sekolah yang lebih jauh,” kata Bambang.

Di sisi lain, Ombudsman mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau yang menyediakan alternatif pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Pemerintah telah menyiapkan sekitar 3.000 kuota di sekolah swasta secara gratis, sebagai solusi pemerataan akses pendidikan.

Baca Juga:  Satu Unit Bengkel Elektronik Terbakar

“Kami sangat menghargai inisiatif ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar bagi semua anak, tanpa terkecuali,” tutup Bambang.(muh)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari