Selasa, 21 April 2026
- Advertisement -

SPMB 2026 Pekanbaru Gandeng 21 SMP Swasta, Solusi Kekurangan Daya Tampung

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026–2027. Hingga saat ini, sebanyak 21 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Syafrian Tomi, mengatakan kerja sama tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum difinalisasi.

“Belum final kerja samanya, masih dalam pembahasan sekarang. Yang pasti dengan kebijakan saat ini bukan lagi zonasi tetapi domisili, sehingga diharapkan tidak ada lagi wilayah yang tidak masuk dalam sistem,” ujarnya, Kamis (26/2).

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan SPMB tahun 2025 lalu, Disdik Pekanbaru telah bekerja sama dengan 17 SMP swasta di Pekanbaru. Jumlah tersebut diharapkan bertambah pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

Baca Juga:  Separuh Utang Tunda Bayar Pemko Pekanbaru untuk Tagihan PJU

“Semoga ada penambahan lagi di SPMB tahun ini,” tambahnya.

Adapun 17 SMP swasta yang sebelumnya telah menjadi mitra Pemko Pekanbaru antara lain SMP Islam YLPI, SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP Tri Bhakti, SMP Masmur, SMP Muhammadiyah 5, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP Tunas Karya, SMP Widya Graha, SMP Dwi Sejahtera, SMP Yabri Terpadu, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Pekerti Mulya, SMP Plus At Thoiba, SMP Islam Nurul Hidayah, dan SMP IT Masmur 2 School.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, memimpin rapat koordinasi terkait pelaksanaan SPMB 2026. Ia menyebutkan sistem tersebut telah diekspose lebih awal dan akan segera difinalisasi.

Baca Juga:  Dosen dan Mahasiswa FK Unri Gelar Edukasi dan Simulasi Tanggap Bencana

Menurutnya, SPMB dirancang untuk mengatasi persoalan akses pendidikan, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses ke sekolah negeri maupun sekolah swasta mitra pemerintah.

Pemko Pekanbaru ingin memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala sistem zonasi maupun keterbatasan daya tampung sekolah.(ilo)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026–2027. Hingga saat ini, sebanyak 21 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Syafrian Tomi, mengatakan kerja sama tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum difinalisasi.

“Belum final kerja samanya, masih dalam pembahasan sekarang. Yang pasti dengan kebijakan saat ini bukan lagi zonasi tetapi domisili, sehingga diharapkan tidak ada lagi wilayah yang tidak masuk dalam sistem,” ujarnya, Kamis (26/2).

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan SPMB tahun 2025 lalu, Disdik Pekanbaru telah bekerja sama dengan 17 SMP swasta di Pekanbaru. Jumlah tersebut diharapkan bertambah pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

Baca Juga:  Pj Wali Kota Paparkan RLPPD 2023

“Semoga ada penambahan lagi di SPMB tahun ini,” tambahnya.

- Advertisement -

Adapun 17 SMP swasta yang sebelumnya telah menjadi mitra Pemko Pekanbaru antara lain SMP Islam YLPI, SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP Tri Bhakti, SMP Masmur, SMP Muhammadiyah 5, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP Tunas Karya, SMP Widya Graha, SMP Dwi Sejahtera, SMP Yabri Terpadu, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Pekerti Mulya, SMP Plus At Thoiba, SMP Islam Nurul Hidayah, dan SMP IT Masmur 2 School.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, memimpin rapat koordinasi terkait pelaksanaan SPMB 2026. Ia menyebutkan sistem tersebut telah diekspose lebih awal dan akan segera difinalisasi.

- Advertisement -
Baca Juga:  Peranan Paguyuban Kelas terhadap Sekolah

Menurutnya, SPMB dirancang untuk mengatasi persoalan akses pendidikan, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses ke sekolah negeri maupun sekolah swasta mitra pemerintah.

Pemko Pekanbaru ingin memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala sistem zonasi maupun keterbatasan daya tampung sekolah.(ilo)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026–2027. Hingga saat ini, sebanyak 21 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Syafrian Tomi, mengatakan kerja sama tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum difinalisasi.

“Belum final kerja samanya, masih dalam pembahasan sekarang. Yang pasti dengan kebijakan saat ini bukan lagi zonasi tetapi domisili, sehingga diharapkan tidak ada lagi wilayah yang tidak masuk dalam sistem,” ujarnya, Kamis (26/2).

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan SPMB tahun 2025 lalu, Disdik Pekanbaru telah bekerja sama dengan 17 SMP swasta di Pekanbaru. Jumlah tersebut diharapkan bertambah pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

Baca Juga:  Separuh Utang Tunda Bayar Pemko Pekanbaru untuk Tagihan PJU

“Semoga ada penambahan lagi di SPMB tahun ini,” tambahnya.

Adapun 17 SMP swasta yang sebelumnya telah menjadi mitra Pemko Pekanbaru antara lain SMP Islam YLPI, SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP Tri Bhakti, SMP Masmur, SMP Muhammadiyah 5, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP Tunas Karya, SMP Widya Graha, SMP Dwi Sejahtera, SMP Yabri Terpadu, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Pekerti Mulya, SMP Plus At Thoiba, SMP Islam Nurul Hidayah, dan SMP IT Masmur 2 School.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, memimpin rapat koordinasi terkait pelaksanaan SPMB 2026. Ia menyebutkan sistem tersebut telah diekspose lebih awal dan akan segera difinalisasi.

Baca Juga:  Lampu PJU Mati, Segera Lapor Dishub

Menurutnya, SPMB dirancang untuk mengatasi persoalan akses pendidikan, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses ke sekolah negeri maupun sekolah swasta mitra pemerintah.

Pemko Pekanbaru ingin memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala sistem zonasi maupun keterbatasan daya tampung sekolah.(ilo)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari