Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

MKD Putuskan Nafa Urbach, Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio Tak Dipecat, Hanya Nonaktif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memutuskan empat anggota DPR, yakni Nafa Urbach, Ahmad Sahroni, Surya Utama alias Uya Kuya, dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, terbukti melanggar kode etik. Namun, keempatnya tidak dijatuhi sanksi pemecatan, melainkan hanya dikenai sanksi nonaktif dengan durasi yang berbeda-beda.

“Mempertimbangkan bahwa para teradu telah dinonaktifkan oleh mahkamah partai demi menjaga asas dan etika, MKD merujuk pada putusan partai politik masing-masing yang dianggap tepat, yaitu menonaktifkan para teradu,” ujar Wakil Ketua MKD, Adang Darojatun, saat membacakan putusan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).

Dalam amar putusan, anggota DPR Fraksi NasDem, Nafa Urbach, dijatuhi sanksi nonaktif selama tiga bulan terhitung sejak keputusan DPP Partai NasDem dikeluarkan.
Sementara itu, politikus PAN Uya Kuya juga terbukti melanggar etik dan dikenai sanksi serupa. Rekan separtainya, Eko Patrio, dijatuhi sanksi nonaktif selama empat bulan.

Baca Juga:  Tim Riau Bersinar di Popnas! Perak dari Menembak, Sepakbola Bangkit Lawan Sumbar

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mendapat sanksi paling berat di antara mereka, yakni nonaktif selama enam bulan.

Sebaliknya, MKD menyatakan anggota DPR Fraksi Golkar, Adies Kadir, tidak terbukti melanggar kode etik. “Menyatakan teradu satu, Adies Kadir, diaktifkan kembali sebagai anggota DPR RI terhitung sejak putusan ini dibacakan,” tegas Adang.

MKD menegaskan, seluruh putusan tersebut bersifat final dan langsung berlaku sejak dibacakan. “Putusan ini ditetapkan dalam permusyawaratan MKD pada Rabu, 5 November 2025, dan bersifat mengikat sejak hari ini,” pungkasnya.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memutuskan empat anggota DPR, yakni Nafa Urbach, Ahmad Sahroni, Surya Utama alias Uya Kuya, dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, terbukti melanggar kode etik. Namun, keempatnya tidak dijatuhi sanksi pemecatan, melainkan hanya dikenai sanksi nonaktif dengan durasi yang berbeda-beda.

“Mempertimbangkan bahwa para teradu telah dinonaktifkan oleh mahkamah partai demi menjaga asas dan etika, MKD merujuk pada putusan partai politik masing-masing yang dianggap tepat, yaitu menonaktifkan para teradu,” ujar Wakil Ketua MKD, Adang Darojatun, saat membacakan putusan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).

Dalam amar putusan, anggota DPR Fraksi NasDem, Nafa Urbach, dijatuhi sanksi nonaktif selama tiga bulan terhitung sejak keputusan DPP Partai NasDem dikeluarkan.
Sementara itu, politikus PAN Uya Kuya juga terbukti melanggar etik dan dikenai sanksi serupa. Rekan separtainya, Eko Patrio, dijatuhi sanksi nonaktif selama empat bulan.

Baca Juga:  Temui Airlangga, Singkatan AHY Jadi Airlangga Hartarto Yes!

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mendapat sanksi paling berat di antara mereka, yakni nonaktif selama enam bulan.

Sebaliknya, MKD menyatakan anggota DPR Fraksi Golkar, Adies Kadir, tidak terbukti melanggar kode etik. “Menyatakan teradu satu, Adies Kadir, diaktifkan kembali sebagai anggota DPR RI terhitung sejak putusan ini dibacakan,” tegas Adang.

- Advertisement -

MKD menegaskan, seluruh putusan tersebut bersifat final dan langsung berlaku sejak dibacakan. “Putusan ini ditetapkan dalam permusyawaratan MKD pada Rabu, 5 November 2025, dan bersifat mengikat sejak hari ini,” pungkasnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memutuskan empat anggota DPR, yakni Nafa Urbach, Ahmad Sahroni, Surya Utama alias Uya Kuya, dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, terbukti melanggar kode etik. Namun, keempatnya tidak dijatuhi sanksi pemecatan, melainkan hanya dikenai sanksi nonaktif dengan durasi yang berbeda-beda.

“Mempertimbangkan bahwa para teradu telah dinonaktifkan oleh mahkamah partai demi menjaga asas dan etika, MKD merujuk pada putusan partai politik masing-masing yang dianggap tepat, yaitu menonaktifkan para teradu,” ujar Wakil Ketua MKD, Adang Darojatun, saat membacakan putusan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).

Dalam amar putusan, anggota DPR Fraksi NasDem, Nafa Urbach, dijatuhi sanksi nonaktif selama tiga bulan terhitung sejak keputusan DPP Partai NasDem dikeluarkan.
Sementara itu, politikus PAN Uya Kuya juga terbukti melanggar etik dan dikenai sanksi serupa. Rekan separtainya, Eko Patrio, dijatuhi sanksi nonaktif selama empat bulan.

Baca Juga:  Mantan Pimpinan KPK Jadi Ketua Tim Pengacara Prabowo - Sandiaga Uno

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mendapat sanksi paling berat di antara mereka, yakni nonaktif selama enam bulan.

Sebaliknya, MKD menyatakan anggota DPR Fraksi Golkar, Adies Kadir, tidak terbukti melanggar kode etik. “Menyatakan teradu satu, Adies Kadir, diaktifkan kembali sebagai anggota DPR RI terhitung sejak putusan ini dibacakan,” tegas Adang.

MKD menegaskan, seluruh putusan tersebut bersifat final dan langsung berlaku sejak dibacakan. “Putusan ini ditetapkan dalam permusyawaratan MKD pada Rabu, 5 November 2025, dan bersifat mengikat sejak hari ini,” pungkasnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari