PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Kajian Tematik Ramadan 1447 Hijriah sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pemahaman keislaman seluruh civitas akademika di bulan suci. Kegiatan ini diikuti pimpinan, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa.
Pimpinan Umri juga mengimbau seluruh civitas akademika untuk menunaikan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan serta menghidupkan Ramadan melalui tadarus Al-Qur’an dan partisipasi aktif dalam Kajian Tematik Ramadan.
Kajian Tematik Ramadan 1447 H ini dilaksanakan sebelum salat zuhur berjemaah, setiap Senin hingga Kamis, mulai pekan kedua sampai pekan keempat selama Ramadan. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Masjid Baitul Hikmah Umri, Senin (23/2).
Tema yang diangkat setiap pekan berbeda. Pada pekan kedua Ramadan, tema Fiqih Puasa disampaikan oleh Ziyan Al Ghafari Lc MA. Pekan ketiga mengusung tema Adab bersama Salman SUd MPdI. Sementara pekan keempat membahas Fiqih Siroh dengan narasumber Deprizon SPdI MPdI.
Selain kajian tematik, Umri juga menggiatkan tadarus Al-Qur’an di seluruh unit kerja selama Ramadan. Setiap unit diwajibkan mengkhatamkan Al-Qur’an minimal dua kali sebagai bentuk komitmen bersama dalam memakmurkan bulan suci.
Rektor Umri, Saidul Amin MA, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan pembinaan akhlak di lingkungan kampus.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi madrasah ruhiyah yang membentuk karakter insan akademik yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Melalui kajian tematik ini, seluruh civitas akademika diharapkan dapat memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.(nto/c)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Kajian Tematik Ramadan 1447 Hijriah sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pemahaman keislaman seluruh civitas akademika di bulan suci. Kegiatan ini diikuti pimpinan, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa.
Pimpinan Umri juga mengimbau seluruh civitas akademika untuk menunaikan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan serta menghidupkan Ramadan melalui tadarus Al-Qur’an dan partisipasi aktif dalam Kajian Tematik Ramadan.
Kajian Tematik Ramadan 1447 H ini dilaksanakan sebelum salat zuhur berjemaah, setiap Senin hingga Kamis, mulai pekan kedua sampai pekan keempat selama Ramadan. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Masjid Baitul Hikmah Umri, Senin (23/2).
Tema yang diangkat setiap pekan berbeda. Pada pekan kedua Ramadan, tema Fiqih Puasa disampaikan oleh Ziyan Al Ghafari Lc MA. Pekan ketiga mengusung tema Adab bersama Salman SUd MPdI. Sementara pekan keempat membahas Fiqih Siroh dengan narasumber Deprizon SPdI MPdI.
Selain kajian tematik, Umri juga menggiatkan tadarus Al-Qur’an di seluruh unit kerja selama Ramadan. Setiap unit diwajibkan mengkhatamkan Al-Qur’an minimal dua kali sebagai bentuk komitmen bersama dalam memakmurkan bulan suci.
Rektor Umri, Saidul Amin MA, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan pembinaan akhlak di lingkungan kampus.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi madrasah ruhiyah yang membentuk karakter insan akademik yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Melalui kajian tematik ini, seluruh civitas akademika diharapkan dapat memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.(nto/c)