Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

UHTP Gandeng UEU Kuatkan Kurikulum RMIK Demi SDM Unggul di Era Digital

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kerja sama tridarma perguruan tinggi bersama Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta. Komitmen ini diwujudkan lewat kegiatan penyusunan Kurikulum Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) serta implementasi MoU dan MoA yang berlangsung pada 29 September hingga 3 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Hosizah SKM MKM, Director IFHIMA sekaligus Asesor LAMPT-Kes dan Pembina APTIRMIKI, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Ia menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta kebutuhan industri rekam medis yang terus bergerak ke arah digital.

Baca Juga:  SMA As-Shofa Targetkan Lolos ke Final Honda DBL 2025 Riau Series

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah penguatan Profil Lulusan D3 RMIK, yang kini diarahkan pada kompetensi Manajemen Risiko Rekam Medis Elektronik (RME). Fokus ini dinilai sangat relevan mengingat fasilitas pelayanan kesehatan semakin mengandalkan sistem informasi digital dalam pengelolaan data medis.

Ketua Program Studi D3 RMIK, Tri Purnama Sari AMd PK SKM MKes, bersama sekretaris serta dosen tetap prodi, menyampaikan bahwa lulusan ke depan diharapkan tidak hanya terampil dalam aspek teknis rekam medis. Mereka juga harus mampu berperan dalam mengelola risiko RME, menjaga keamanan data kesehatan, dan memastikan mutu informasi medis di tengah transformasi digital. “Kami berharap lulusan D3 RMIK UHTP menjadi SDM yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja dan mampu menjawab tantangan pengelolaan rekam medis di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Beratnya Tantangan Pendidik

Selain penyusunan kurikulum, rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum pelaksanaan implementasi MoU dan MoA UHTP–UEU melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar. Kegiatan ini melibatkan akademisi dan mahasiswa sebagai ruang bertukar ilmu, membangun jejaring, dan memperkuat kompetensi di bidang rekam medis dan manajemen informasi kesehatan.

Pihak Prodi D3 RMIK turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak—mulai dari Yayasan Hang Tuah Pekanbaru, pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, stakeholder, alumni, hingga mahasiswa—atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.(nto)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kerja sama tridarma perguruan tinggi bersama Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta. Komitmen ini diwujudkan lewat kegiatan penyusunan Kurikulum Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) serta implementasi MoU dan MoA yang berlangsung pada 29 September hingga 3 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Hosizah SKM MKM, Director IFHIMA sekaligus Asesor LAMPT-Kes dan Pembina APTIRMIKI, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Ia menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta kebutuhan industri rekam medis yang terus bergerak ke arah digital.

Baca Juga:  25 Siswa SMK Muhammadiyah 2 Lulus SNMPTN-SBMPTN

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah penguatan Profil Lulusan D3 RMIK, yang kini diarahkan pada kompetensi Manajemen Risiko Rekam Medis Elektronik (RME). Fokus ini dinilai sangat relevan mengingat fasilitas pelayanan kesehatan semakin mengandalkan sistem informasi digital dalam pengelolaan data medis.

Ketua Program Studi D3 RMIK, Tri Purnama Sari AMd PK SKM MKes, bersama sekretaris serta dosen tetap prodi, menyampaikan bahwa lulusan ke depan diharapkan tidak hanya terampil dalam aspek teknis rekam medis. Mereka juga harus mampu berperan dalam mengelola risiko RME, menjaga keamanan data kesehatan, dan memastikan mutu informasi medis di tengah transformasi digital. “Kami berharap lulusan D3 RMIK UHTP menjadi SDM yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja dan mampu menjawab tantangan pengelolaan rekam medis di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Perlu Kajian Pembukaan U-Turn Pasar Cik Puan

Selain penyusunan kurikulum, rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum pelaksanaan implementasi MoU dan MoA UHTP–UEU melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar. Kegiatan ini melibatkan akademisi dan mahasiswa sebagai ruang bertukar ilmu, membangun jejaring, dan memperkuat kompetensi di bidang rekam medis dan manajemen informasi kesehatan.

- Advertisement -

Pihak Prodi D3 RMIK turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak—mulai dari Yayasan Hang Tuah Pekanbaru, pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, stakeholder, alumni, hingga mahasiswa—atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.(nto)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kerja sama tridarma perguruan tinggi bersama Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta. Komitmen ini diwujudkan lewat kegiatan penyusunan Kurikulum Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) serta implementasi MoU dan MoA yang berlangsung pada 29 September hingga 3 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Hosizah SKM MKM, Director IFHIMA sekaligus Asesor LAMPT-Kes dan Pembina APTIRMIKI, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Ia menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta kebutuhan industri rekam medis yang terus bergerak ke arah digital.

Baca Juga:  11 Juli Mulai Masuk Asrama, Pendaftar SMAN Plus Capai 1.189 Peserta

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah penguatan Profil Lulusan D3 RMIK, yang kini diarahkan pada kompetensi Manajemen Risiko Rekam Medis Elektronik (RME). Fokus ini dinilai sangat relevan mengingat fasilitas pelayanan kesehatan semakin mengandalkan sistem informasi digital dalam pengelolaan data medis.

Ketua Program Studi D3 RMIK, Tri Purnama Sari AMd PK SKM MKes, bersama sekretaris serta dosen tetap prodi, menyampaikan bahwa lulusan ke depan diharapkan tidak hanya terampil dalam aspek teknis rekam medis. Mereka juga harus mampu berperan dalam mengelola risiko RME, menjaga keamanan data kesehatan, dan memastikan mutu informasi medis di tengah transformasi digital. “Kami berharap lulusan D3 RMIK UHTP menjadi SDM yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja dan mampu menjawab tantangan pengelolaan rekam medis di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Guru adalah Manusia Pembelajar

Selain penyusunan kurikulum, rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum pelaksanaan implementasi MoU dan MoA UHTP–UEU melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar. Kegiatan ini melibatkan akademisi dan mahasiswa sebagai ruang bertukar ilmu, membangun jejaring, dan memperkuat kompetensi di bidang rekam medis dan manajemen informasi kesehatan.

Pihak Prodi D3 RMIK turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak—mulai dari Yayasan Hang Tuah Pekanbaru, pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, stakeholder, alumni, hingga mahasiswa—atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.(nto)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari