Sabtu, 9 Mei 2026
- Advertisement -

150 Mahasiswa Kesmas UHTP Jalani PBL di Kecamatan Binawidya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Sebanyak 150 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) resmi memulai pengalaman belajar lapangan (PBL) di Kecamatan Binawidya, Senin (5/1).

Kegiatan PBL tersebut mencakup PBL I, PBL II, dan PBL III yang diikuti oleh 26 kelompok mahasiswa. Para peserta disebar di dua kelurahan, yakni Kelurahan Binawidya dan Kelurahan Simpangbaru yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Simpangbaru.

Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi, Dekan Fakultas Kesehatan Ns Abdurahman Hamid MKep Sp Kep Kom, Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat Dr Reno Renaldi SKM MKes, Camat Binawidya Indah Vidya Astuti SSTP, Kepala Puskesmas Simpangbaru drg Hidayani, lurah setempat, serta unsur TNI dan Polri. Turut hadir pula dosen pembimbing akademik dan pembimbing lapangan.

Baca Juga:  Ceceran Tanah Timbun Kembali Dikeluhkan Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, PBL I difokuskan pada pengumpulan data dan identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat. Mahasiswa melakukan survei mendalam, mulai dari prevalensi penyakit menular, kondisi sanitasi lingkungan, pola gizi masyarakat, hingga berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Selanjutnya, PBL II diarahkan pada tahap perencanaan dan intervensi, sedangkan PBL III menitikberatkan pada pelaksanaan monitoring serta evaluasi dari program yang telah dirancang.

Ketua Yayasan Hang Tuah Pekanbaru, dr H Zainal Abidin MPH, menekankan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik bagi mahasiswa. Menurutnya, praktik lapangan menjadi sarana untuk membumikan teori yang diperoleh di bangku kuliah.

“Pada praktik lapangan, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan struktur organisasi pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, camat, lurah hingga kepala desa,” ujarnya.

Baca Juga:  PMBC Perawang Daftarkan 40 Anggota

Sementara itu, Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi berharap mahasiswa dapat menjalankan PBL dengan baik, menjaga adab dan etika, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui edukasi kesehatan secara langsung.

“Program ini sekaligus memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat,” tutupnya. (nto/c)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Sebanyak 150 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) resmi memulai pengalaman belajar lapangan (PBL) di Kecamatan Binawidya, Senin (5/1).

Kegiatan PBL tersebut mencakup PBL I, PBL II, dan PBL III yang diikuti oleh 26 kelompok mahasiswa. Para peserta disebar di dua kelurahan, yakni Kelurahan Binawidya dan Kelurahan Simpangbaru yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Simpangbaru.

Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi, Dekan Fakultas Kesehatan Ns Abdurahman Hamid MKep Sp Kep Kom, Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat Dr Reno Renaldi SKM MKes, Camat Binawidya Indah Vidya Astuti SSTP, Kepala Puskesmas Simpangbaru drg Hidayani, lurah setempat, serta unsur TNI dan Polri. Turut hadir pula dosen pembimbing akademik dan pembimbing lapangan.

Baca Juga:  Hotel Aryaduta Pekanbaru Ikut Earth Hour, Padamkan Lampu Demi Bumi

Dalam pelaksanaannya, PBL I difokuskan pada pengumpulan data dan identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat. Mahasiswa melakukan survei mendalam, mulai dari prevalensi penyakit menular, kondisi sanitasi lingkungan, pola gizi masyarakat, hingga berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Selanjutnya, PBL II diarahkan pada tahap perencanaan dan intervensi, sedangkan PBL III menitikberatkan pada pelaksanaan monitoring serta evaluasi dari program yang telah dirancang.

- Advertisement -

Ketua Yayasan Hang Tuah Pekanbaru, dr H Zainal Abidin MPH, menekankan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik bagi mahasiswa. Menurutnya, praktik lapangan menjadi sarana untuk membumikan teori yang diperoleh di bangku kuliah.

“Pada praktik lapangan, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan struktur organisasi pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, camat, lurah hingga kepala desa,” ujarnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Polresta Pekanbaru Tahan Pemilik dan Karyawan Daycare Tersangka Kekerasan Anak

Sementara itu, Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi berharap mahasiswa dapat menjalankan PBL dengan baik, menjaga adab dan etika, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui edukasi kesehatan secara langsung.

“Program ini sekaligus memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat,” tutupnya. (nto/c)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Sebanyak 150 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) resmi memulai pengalaman belajar lapangan (PBL) di Kecamatan Binawidya, Senin (5/1).

Kegiatan PBL tersebut mencakup PBL I, PBL II, dan PBL III yang diikuti oleh 26 kelompok mahasiswa. Para peserta disebar di dua kelurahan, yakni Kelurahan Binawidya dan Kelurahan Simpangbaru yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Simpangbaru.

Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi, Dekan Fakultas Kesehatan Ns Abdurahman Hamid MKep Sp Kep Kom, Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat Dr Reno Renaldi SKM MKes, Camat Binawidya Indah Vidya Astuti SSTP, Kepala Puskesmas Simpangbaru drg Hidayani, lurah setempat, serta unsur TNI dan Polri. Turut hadir pula dosen pembimbing akademik dan pembimbing lapangan.

Baca Juga:  Polresta Pekanbaru Tahan Pemilik dan Karyawan Daycare Tersangka Kekerasan Anak

Dalam pelaksanaannya, PBL I difokuskan pada pengumpulan data dan identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat. Mahasiswa melakukan survei mendalam, mulai dari prevalensi penyakit menular, kondisi sanitasi lingkungan, pola gizi masyarakat, hingga berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Selanjutnya, PBL II diarahkan pada tahap perencanaan dan intervensi, sedangkan PBL III menitikberatkan pada pelaksanaan monitoring serta evaluasi dari program yang telah dirancang.

Ketua Yayasan Hang Tuah Pekanbaru, dr H Zainal Abidin MPH, menekankan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik bagi mahasiswa. Menurutnya, praktik lapangan menjadi sarana untuk membumikan teori yang diperoleh di bangku kuliah.

“Pada praktik lapangan, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan struktur organisasi pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, camat, lurah hingga kepala desa,” ujarnya.

Baca Juga:  Mahasiswa UPP Kunjungi Riau Pos dan RTv, Pelajari Praktik Jurnalistik dan Penyiaran

Sementara itu, Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi berharap mahasiswa dapat menjalankan PBL dengan baik, menjaga adab dan etika, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui edukasi kesehatan secara langsung.

“Program ini sekaligus memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat,” tutupnya. (nto/c)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari