Jumat, 19 Juni 2026
- Advertisement -

Sontekan Sia-Sia De Gea

GDANSK (RIAUPOS.CO) – Hanya penyesalan yang terlontar dari mulut tactician Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer, kemarin (27/5). Andai Solskjaer menarik keluar David de Gea dan memasukkan Dean Henderson, mungkin cerita final Liga Europa 2021 di Stadion Miejski, Gdansk, bisa berpihak pada MU.

Final harus dituntaskan melalui drama adu penalti yang "komplet" alias semua pemain di lapangan mendapatkan kesempatan sebagai eksekutor. Dan, The Red Devils harus mengakui keunggulan Villarreal CF dengan skor 10-11 dengan De Gea gagal menjadi eksekutor ke-22.

Tendangan lemah kiper asal Spanyol itu ke sisi kanan gawang bisa dimentahkan oleh kiper Villarreal CF Geronimo Rulli. De Gea seolah melengkapi kegagalannya menggagalkan satu pun dari eksekutor El Submarino Amarillo. Sejak 2016, De Gea tercatat tidak pernah melewati 36 tendangan penalti yang dihadapinya dengan satu pun keberhasilan. Itu termasuk lima kali musim ini. 

Baca Juga:  Kata Rudiger, Jerman Akan Bermain "Kotor" Lawan Prancis

"Itu (mengganti De Gea dengan Henderson) sudah terlintas dalam pikiran saya. Tetapi, kami tetap percaya kepada David (De Gea)," ucap Solskjaer kepada Manchester Evening News. 

Solskjaer memang berusaha mempersiapkan adu penalti ketika memasukkan Juan Mata dan Alex Telles di pengujung babak waktu tambahan atau menit ke-120+3’. Mata dan Telles punya kemampuan bagus dalam mengeksekusi bola mati. Sayang, keputusan Solskjaer mempertahankan De Gea tidak terbayar.

"Dalam pikiran saya, saya harus memainkan kiper yang bermain sampai laga berakhir. Meski, (hasilnya) ternyata mengecewakan," imbuh pelatih yang masih nirgelar di musim ketiganya menangani MU itu.

Ketimbang De Gea, Henderson punya rekam jejak sukses membendung tendangan penalti di Liga Europa musim ini. Yaitu, ketika meredam tembakan wide attacker Real Sociedad Mikel Oyarzabal dalam second leg babak 32 besar pada 26 Februari lalu.

Baca Juga:  8 Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final, Jojo Tantang Juara Dunia

"Saya harus mengakui, adu penalti seperti ini membutuhkan pemain dengan level terbaik," kata Solskjaer.(ren/jpg)

GDANSK (RIAUPOS.CO) – Hanya penyesalan yang terlontar dari mulut tactician Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer, kemarin (27/5). Andai Solskjaer menarik keluar David de Gea dan memasukkan Dean Henderson, mungkin cerita final Liga Europa 2021 di Stadion Miejski, Gdansk, bisa berpihak pada MU.

Final harus dituntaskan melalui drama adu penalti yang "komplet" alias semua pemain di lapangan mendapatkan kesempatan sebagai eksekutor. Dan, The Red Devils harus mengakui keunggulan Villarreal CF dengan skor 10-11 dengan De Gea gagal menjadi eksekutor ke-22.

Tendangan lemah kiper asal Spanyol itu ke sisi kanan gawang bisa dimentahkan oleh kiper Villarreal CF Geronimo Rulli. De Gea seolah melengkapi kegagalannya menggagalkan satu pun dari eksekutor El Submarino Amarillo. Sejak 2016, De Gea tercatat tidak pernah melewati 36 tendangan penalti yang dihadapinya dengan satu pun keberhasilan. Itu termasuk lima kali musim ini. 

Baca Juga:  Fans Barcelona Minta Griezmann Hormati Messi

"Itu (mengganti De Gea dengan Henderson) sudah terlintas dalam pikiran saya. Tetapi, kami tetap percaya kepada David (De Gea)," ucap Solskjaer kepada Manchester Evening News. 

Solskjaer memang berusaha mempersiapkan adu penalti ketika memasukkan Juan Mata dan Alex Telles di pengujung babak waktu tambahan atau menit ke-120+3’. Mata dan Telles punya kemampuan bagus dalam mengeksekusi bola mati. Sayang, keputusan Solskjaer mempertahankan De Gea tidak terbayar.

- Advertisement -

"Dalam pikiran saya, saya harus memainkan kiper yang bermain sampai laga berakhir. Meski, (hasilnya) ternyata mengecewakan," imbuh pelatih yang masih nirgelar di musim ketiganya menangani MU itu.

Ketimbang De Gea, Henderson punya rekam jejak sukses membendung tendangan penalti di Liga Europa musim ini. Yaitu, ketika meredam tembakan wide attacker Real Sociedad Mikel Oyarzabal dalam second leg babak 32 besar pada 26 Februari lalu.

- Advertisement -
Baca Juga:  8 Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final, Jojo Tantang Juara Dunia

"Saya harus mengakui, adu penalti seperti ini membutuhkan pemain dengan level terbaik," kata Solskjaer.(ren/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

GDANSK (RIAUPOS.CO) – Hanya penyesalan yang terlontar dari mulut tactician Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer, kemarin (27/5). Andai Solskjaer menarik keluar David de Gea dan memasukkan Dean Henderson, mungkin cerita final Liga Europa 2021 di Stadion Miejski, Gdansk, bisa berpihak pada MU.

Final harus dituntaskan melalui drama adu penalti yang "komplet" alias semua pemain di lapangan mendapatkan kesempatan sebagai eksekutor. Dan, The Red Devils harus mengakui keunggulan Villarreal CF dengan skor 10-11 dengan De Gea gagal menjadi eksekutor ke-22.

Tendangan lemah kiper asal Spanyol itu ke sisi kanan gawang bisa dimentahkan oleh kiper Villarreal CF Geronimo Rulli. De Gea seolah melengkapi kegagalannya menggagalkan satu pun dari eksekutor El Submarino Amarillo. Sejak 2016, De Gea tercatat tidak pernah melewati 36 tendangan penalti yang dihadapinya dengan satu pun keberhasilan. Itu termasuk lima kali musim ini. 

Baca Juga:  Kata Rudiger, Jerman Akan Bermain "Kotor" Lawan Prancis

"Itu (mengganti De Gea dengan Henderson) sudah terlintas dalam pikiran saya. Tetapi, kami tetap percaya kepada David (De Gea)," ucap Solskjaer kepada Manchester Evening News. 

Solskjaer memang berusaha mempersiapkan adu penalti ketika memasukkan Juan Mata dan Alex Telles di pengujung babak waktu tambahan atau menit ke-120+3’. Mata dan Telles punya kemampuan bagus dalam mengeksekusi bola mati. Sayang, keputusan Solskjaer mempertahankan De Gea tidak terbayar.

"Dalam pikiran saya, saya harus memainkan kiper yang bermain sampai laga berakhir. Meski, (hasilnya) ternyata mengecewakan," imbuh pelatih yang masih nirgelar di musim ketiganya menangani MU itu.

Ketimbang De Gea, Henderson punya rekam jejak sukses membendung tendangan penalti di Liga Europa musim ini. Yaitu, ketika meredam tembakan wide attacker Real Sociedad Mikel Oyarzabal dalam second leg babak 32 besar pada 26 Februari lalu.

Baca Juga:  Misi Sulit untuk Bangkit

"Saya harus mengakui, adu penalti seperti ini membutuhkan pemain dengan level terbaik," kata Solskjaer.(ren/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari