Sabtu, 25 April 2026
- Advertisement -

Tokopedia Komitmen Jaga Data Pelanggan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penggunaan data pribadi dalam penyedia layanan e-commerce tidak jarang disalahgunakan dan diakses untuk kepentingan di luar transaksi yang penyedia platform lakukan. Dalam beberapa kasus, data konsumen kerap disebarluaskan dan diperjualbelikan tanpa seizin konsumen.

Menanggapi hal itu, Senior Vice President of Engineering Tokopedia Herman Widjaja mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menjual-belikan data konsumen. Sebab, data merupakan privasi dari masing-masing konsumen.

"Menjaga kepercayaan konsumen itu sulit, perlindungan data itu sangat penting bagi kami, kita selalu berkomunikasi sama regulator pemerintah dan kita menjaga kerahasiaan dari konsumen kita dengan luar biasa. Kerahasiaan data pelanggan itu terus menjadi prioritas kami," ujarnya di kantornya, Kamis (30/1).

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi, PCR Buka Program Magister Terapan

Ia pun menyebutkan bahwa pihaknya juga memiliki tim jika ada pergerakan yang mencurigakan. Dengan begitu, tindakan ilegal tersebut bisa teratasi.

"Kita punya tim fungsinya sama seperti data protection officer (petugas penjaga data), jadi ada beberapa tim (pengawas) di Tokopedia dan salah satunya itu (DPO)," kata dia.

Langkah pemerintah untuk menguatkan penjagaan data pribadi lewat Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi pun disambut dengan baik oleh pihaknya. Namun, sayangnya RUU tersebut belum rampung.

"Kalau ada program pemerintah untuk menguatkan penjagaan data konsumen di Indonesia, kita sangat mendukung,” ungkapnya.

Herman juga kembali menegaskan, tidak ada jual-beli data. Akan tetapi, untuk suatu kepentingan tertentu, data tersebut akan diberikan, seperti melakukan investigasi oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  Bamsoet: Kemendikburistek Harus Bubarkan Menwa UNS

"Kita itu nggak menjual atau memberikan data ke pihak manapun, kecuali ada surat dari kepolisian," tutupnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penggunaan data pribadi dalam penyedia layanan e-commerce tidak jarang disalahgunakan dan diakses untuk kepentingan di luar transaksi yang penyedia platform lakukan. Dalam beberapa kasus, data konsumen kerap disebarluaskan dan diperjualbelikan tanpa seizin konsumen.

Menanggapi hal itu, Senior Vice President of Engineering Tokopedia Herman Widjaja mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menjual-belikan data konsumen. Sebab, data merupakan privasi dari masing-masing konsumen.

"Menjaga kepercayaan konsumen itu sulit, perlindungan data itu sangat penting bagi kami, kita selalu berkomunikasi sama regulator pemerintah dan kita menjaga kerahasiaan dari konsumen kita dengan luar biasa. Kerahasiaan data pelanggan itu terus menjadi prioritas kami," ujarnya di kantornya, Kamis (30/1).

Baca Juga:  Berikan Vaksinasi untuk Warga Talang Mamak

Ia pun menyebutkan bahwa pihaknya juga memiliki tim jika ada pergerakan yang mencurigakan. Dengan begitu, tindakan ilegal tersebut bisa teratasi.

"Kita punya tim fungsinya sama seperti data protection officer (petugas penjaga data), jadi ada beberapa tim (pengawas) di Tokopedia dan salah satunya itu (DPO)," kata dia.

- Advertisement -

Langkah pemerintah untuk menguatkan penjagaan data pribadi lewat Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi pun disambut dengan baik oleh pihaknya. Namun, sayangnya RUU tersebut belum rampung.

"Kalau ada program pemerintah untuk menguatkan penjagaan data konsumen di Indonesia, kita sangat mendukung,” ungkapnya.

- Advertisement -

Herman juga kembali menegaskan, tidak ada jual-beli data. Akan tetapi, untuk suatu kepentingan tertentu, data tersebut akan diberikan, seperti melakukan investigasi oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  Nyaman Banar

"Kita itu nggak menjual atau memberikan data ke pihak manapun, kecuali ada surat dari kepolisian," tutupnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penggunaan data pribadi dalam penyedia layanan e-commerce tidak jarang disalahgunakan dan diakses untuk kepentingan di luar transaksi yang penyedia platform lakukan. Dalam beberapa kasus, data konsumen kerap disebarluaskan dan diperjualbelikan tanpa seizin konsumen.

Menanggapi hal itu, Senior Vice President of Engineering Tokopedia Herman Widjaja mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menjual-belikan data konsumen. Sebab, data merupakan privasi dari masing-masing konsumen.

"Menjaga kepercayaan konsumen itu sulit, perlindungan data itu sangat penting bagi kami, kita selalu berkomunikasi sama regulator pemerintah dan kita menjaga kerahasiaan dari konsumen kita dengan luar biasa. Kerahasiaan data pelanggan itu terus menjadi prioritas kami," ujarnya di kantornya, Kamis (30/1).

Baca Juga:  Empat Ranperda Disahkan

Ia pun menyebutkan bahwa pihaknya juga memiliki tim jika ada pergerakan yang mencurigakan. Dengan begitu, tindakan ilegal tersebut bisa teratasi.

"Kita punya tim fungsinya sama seperti data protection officer (petugas penjaga data), jadi ada beberapa tim (pengawas) di Tokopedia dan salah satunya itu (DPO)," kata dia.

Langkah pemerintah untuk menguatkan penjagaan data pribadi lewat Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi pun disambut dengan baik oleh pihaknya. Namun, sayangnya RUU tersebut belum rampung.

"Kalau ada program pemerintah untuk menguatkan penjagaan data konsumen di Indonesia, kita sangat mendukung,” ungkapnya.

Herman juga kembali menegaskan, tidak ada jual-beli data. Akan tetapi, untuk suatu kepentingan tertentu, data tersebut akan diberikan, seperti melakukan investigasi oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  Apresiasi Pendaftaran Online RSUD Pratomo

"Kita itu nggak menjual atau memberikan data ke pihak manapun, kecuali ada surat dari kepolisian," tutupnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari