Jumat, 24 April 2026
- Advertisement -

Meski Angkanya Menurun, Sudah 5.000 Lebih Kematian di Iran

TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Iran melaporkan ada penurunan kematian akibat pandemi corona (Covid-19) meski pada Sabtu (18/4/2020) lalu terjadi 73 kematian. Dengan tambahan itu, hingga akhir pekan lalu, jumlah kematian akibat pandemi inidi Iran mencapai 5.031 orang.

Angka itu melanjutkan tren penurunan pasien meninggal akibat Covid-19 selama tujuh hari terakhir di Iran. Selain itu, sudah lima hari belakang angka kematian harian di Iran berada di angka puluhan.

"Angka 73 adalah angka yang sangat rendah dibandingkan dengan beberapa hari terakhir," ujar juru bicara kementerian Kianoush Jahanpour seperti diberitakan kantor berita IRNA yang dikutip  AFP, Sabtu (18/4) lalu.

Pemerintah Iran telah mengizinkan para pemilik usaha kecil untuk kembali membuka usaha di Teheran dan berbagai provinsi karena menilai penyebaran virus corona sudah dapat dikendalikan.

Baca Juga:  Pulang Kampung Ingin Hunting Kuliner

Jahanpour berharap tren penurunan akan terus berlanjut meski sanksi Amerika Serikat (AS) telah menghalangi Iran membeli alat tes virus dari Korea Selatan.

"Ini terlepas dari semua klaim palsu mereka bahwa perdagangan obat-obatan tidak tercakup oleh sanksi," katanya.

Jahanpour menambahkan sebanyak 1.374 kasus baru telah dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir sehingga meningkatkan jumlah total pasien positif Covid-19 menjadi 80.860.

Dari angka pasien yang dirawat di rumah sakit, 55.987 telah pulih dan dipulangkan, sementara 3.513 masih dalam kondisi kritis.

Sementara itu Parlemen Iran menganggap angka-angka yang diterbitkan hanya didasarkan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan "gejala parah".

Laporan itu mengatakan angka kematian sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar yakni 80 persen lebih tinggi. Parlemen menduga jumlah kasus infeksi 9 hingga 10 kali lebih besar.

Baca Juga:  Wiranto Sebut Karhutla di Riau Tidak Separah yang Dikabarkan Media

Kementerian kesehatan telah mengonfirmasi bahwa jumlahnya mungkin lebih tinggi karena tes yang terbatas.

Anggota dewan kota Teheran, Nahid Khodakarami mengatakan bahwa jumlah kematian harian di ibu kota berkisar antara 70 dan lebih dari 100. Namun anggota gugus tugas virus corona nasional, Masoud Mardani, menolak klaim itu. 

"Tidak setiap penyakit pernapasan adalah virus corona," kata Mardani. 

Sumber: IRNA/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Iran melaporkan ada penurunan kematian akibat pandemi corona (Covid-19) meski pada Sabtu (18/4/2020) lalu terjadi 73 kematian. Dengan tambahan itu, hingga akhir pekan lalu, jumlah kematian akibat pandemi inidi Iran mencapai 5.031 orang.

Angka itu melanjutkan tren penurunan pasien meninggal akibat Covid-19 selama tujuh hari terakhir di Iran. Selain itu, sudah lima hari belakang angka kematian harian di Iran berada di angka puluhan.

"Angka 73 adalah angka yang sangat rendah dibandingkan dengan beberapa hari terakhir," ujar juru bicara kementerian Kianoush Jahanpour seperti diberitakan kantor berita IRNA yang dikutip  AFP, Sabtu (18/4) lalu.

Pemerintah Iran telah mengizinkan para pemilik usaha kecil untuk kembali membuka usaha di Teheran dan berbagai provinsi karena menilai penyebaran virus corona sudah dapat dikendalikan.

Baca Juga:  Waze Tampilkan RS Rujukan hingga Jalan yang Ditutup

Jahanpour berharap tren penurunan akan terus berlanjut meski sanksi Amerika Serikat (AS) telah menghalangi Iran membeli alat tes virus dari Korea Selatan.

- Advertisement -

"Ini terlepas dari semua klaim palsu mereka bahwa perdagangan obat-obatan tidak tercakup oleh sanksi," katanya.

Jahanpour menambahkan sebanyak 1.374 kasus baru telah dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir sehingga meningkatkan jumlah total pasien positif Covid-19 menjadi 80.860.

- Advertisement -

Dari angka pasien yang dirawat di rumah sakit, 55.987 telah pulih dan dipulangkan, sementara 3.513 masih dalam kondisi kritis.

Sementara itu Parlemen Iran menganggap angka-angka yang diterbitkan hanya didasarkan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan "gejala parah".

Laporan itu mengatakan angka kematian sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar yakni 80 persen lebih tinggi. Parlemen menduga jumlah kasus infeksi 9 hingga 10 kali lebih besar.

Baca Juga:  RTH Air Molek Minim Penerangan

Kementerian kesehatan telah mengonfirmasi bahwa jumlahnya mungkin lebih tinggi karena tes yang terbatas.

Anggota dewan kota Teheran, Nahid Khodakarami mengatakan bahwa jumlah kematian harian di ibu kota berkisar antara 70 dan lebih dari 100. Namun anggota gugus tugas virus corona nasional, Masoud Mardani, menolak klaim itu. 

"Tidak setiap penyakit pernapasan adalah virus corona," kata Mardani. 

Sumber: IRNA/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Iran melaporkan ada penurunan kematian akibat pandemi corona (Covid-19) meski pada Sabtu (18/4/2020) lalu terjadi 73 kematian. Dengan tambahan itu, hingga akhir pekan lalu, jumlah kematian akibat pandemi inidi Iran mencapai 5.031 orang.

Angka itu melanjutkan tren penurunan pasien meninggal akibat Covid-19 selama tujuh hari terakhir di Iran. Selain itu, sudah lima hari belakang angka kematian harian di Iran berada di angka puluhan.

"Angka 73 adalah angka yang sangat rendah dibandingkan dengan beberapa hari terakhir," ujar juru bicara kementerian Kianoush Jahanpour seperti diberitakan kantor berita IRNA yang dikutip  AFP, Sabtu (18/4) lalu.

Pemerintah Iran telah mengizinkan para pemilik usaha kecil untuk kembali membuka usaha di Teheran dan berbagai provinsi karena menilai penyebaran virus corona sudah dapat dikendalikan.

Baca Juga:  Soal Anggaran Lem Aibon Rp82 Miliar, Muhadjir Effendy Komentar Begini

Jahanpour berharap tren penurunan akan terus berlanjut meski sanksi Amerika Serikat (AS) telah menghalangi Iran membeli alat tes virus dari Korea Selatan.

"Ini terlepas dari semua klaim palsu mereka bahwa perdagangan obat-obatan tidak tercakup oleh sanksi," katanya.

Jahanpour menambahkan sebanyak 1.374 kasus baru telah dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir sehingga meningkatkan jumlah total pasien positif Covid-19 menjadi 80.860.

Dari angka pasien yang dirawat di rumah sakit, 55.987 telah pulih dan dipulangkan, sementara 3.513 masih dalam kondisi kritis.

Sementara itu Parlemen Iran menganggap angka-angka yang diterbitkan hanya didasarkan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan "gejala parah".

Laporan itu mengatakan angka kematian sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar yakni 80 persen lebih tinggi. Parlemen menduga jumlah kasus infeksi 9 hingga 10 kali lebih besar.

Baca Juga:  Diadendum, Larangan Mudik Berlaku Hari Ini

Kementerian kesehatan telah mengonfirmasi bahwa jumlahnya mungkin lebih tinggi karena tes yang terbatas.

Anggota dewan kota Teheran, Nahid Khodakarami mengatakan bahwa jumlah kematian harian di ibu kota berkisar antara 70 dan lebih dari 100. Namun anggota gugus tugas virus corona nasional, Masoud Mardani, menolak klaim itu. 

"Tidak setiap penyakit pernapasan adalah virus corona," kata Mardani. 

Sumber: IRNA/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari