Selasa, 7 Juli 2026
- Advertisement -

Vladimir Putin Tegaskan Rusia Tak Keberatan Ukraina Gabung Uni Eropa

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tidak keberatan atas rencana Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (EU). Hal ini menyusul keputusan bersejarah Komisi Eropa yang mendukung upaya Ukraina untuk menjadi anggota.

“Kami tidak menentangnya. Ini bukan blok militer. Itu hak negara mana pun untuk bergabung dengan serikat ekonomi,” kata Putin pada Jumat (17/6/2022), ketika ditanya tentang kemungkinan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.

Rusia selama bertahun-tahun telah mencerca upaya Ukraina untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Masalah ini menjadi isu besar antara Moskow dan Barat. Sebelum memerintahkan puluhan ribu tentara ke Ukraina pada akhir Februari, Putin telah meminta jaminan hukum dari Amerika Serikat bahwa Ukraina tidak akan diterima dalam aliansi militer.

Baca Juga:  Simpul Kasih dalam Punjungan dan Kunjungan

Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kremlin secara dekat mengikuti upaya Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa, terutama mengingat peningkatan kerja sama pertahanan di antara 27 anggota blok.

“Masalah ini membutuhkan perhatian kami yang tinggi, karena kami semua menyadari intensifikasi diskusi di Eropa tentang masalah penguatan komponen pertahanan EU,” kata Peskov dalam panggilan telepon dengan wartawan.

Berbicara di forum ekonomi tahunan unggulan Rusia di St. Petersburg, Putin mempertanyakan apakah bijak bagi Uni Eropa untuk mengizinkan Ukraina bergabung. Putin mengatakan bahwa Kiev akan membutuhkan subsidi ekonomi besar yang mungkin tidak bersedia diberikan oleh anggota Uni Eropa lainnya.

Pada Jumat (17/6/2022), Komisi Eropa merekomendasikan Uni Eropa untuk menunjuk Ukraina dan Moldova sebagai calon anggota. Sementara itu, bekas Republik Soviet ketiga, Georgia, diminta untuk memenuhi persyaratan tertentu sebelum diberikan status yang sama.

Baca Juga:  Ziarah ke Makam Pendiri YPPI Bengkalis

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tidak keberatan atas rencana Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (EU). Hal ini menyusul keputusan bersejarah Komisi Eropa yang mendukung upaya Ukraina untuk menjadi anggota.

“Kami tidak menentangnya. Ini bukan blok militer. Itu hak negara mana pun untuk bergabung dengan serikat ekonomi,” kata Putin pada Jumat (17/6/2022), ketika ditanya tentang kemungkinan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.

Rusia selama bertahun-tahun telah mencerca upaya Ukraina untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Masalah ini menjadi isu besar antara Moskow dan Barat. Sebelum memerintahkan puluhan ribu tentara ke Ukraina pada akhir Februari, Putin telah meminta jaminan hukum dari Amerika Serikat bahwa Ukraina tidak akan diterima dalam aliansi militer.

Baca Juga:  Kunjungan Dinkes ke Unri: Tidak Terdapat Klaster Covid-19

Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kremlin secara dekat mengikuti upaya Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa, terutama mengingat peningkatan kerja sama pertahanan di antara 27 anggota blok.

“Masalah ini membutuhkan perhatian kami yang tinggi, karena kami semua menyadari intensifikasi diskusi di Eropa tentang masalah penguatan komponen pertahanan EU,” kata Peskov dalam panggilan telepon dengan wartawan.

- Advertisement -

Berbicara di forum ekonomi tahunan unggulan Rusia di St. Petersburg, Putin mempertanyakan apakah bijak bagi Uni Eropa untuk mengizinkan Ukraina bergabung. Putin mengatakan bahwa Kiev akan membutuhkan subsidi ekonomi besar yang mungkin tidak bersedia diberikan oleh anggota Uni Eropa lainnya.

Pada Jumat (17/6/2022), Komisi Eropa merekomendasikan Uni Eropa untuk menunjuk Ukraina dan Moldova sebagai calon anggota. Sementara itu, bekas Republik Soviet ketiga, Georgia, diminta untuk memenuhi persyaratan tertentu sebelum diberikan status yang sama.

- Advertisement -
Baca Juga:  Indonesian Calya Sigra Family (ICSF) Korwil Riau

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tidak keberatan atas rencana Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (EU). Hal ini menyusul keputusan bersejarah Komisi Eropa yang mendukung upaya Ukraina untuk menjadi anggota.

“Kami tidak menentangnya. Ini bukan blok militer. Itu hak negara mana pun untuk bergabung dengan serikat ekonomi,” kata Putin pada Jumat (17/6/2022), ketika ditanya tentang kemungkinan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.

Rusia selama bertahun-tahun telah mencerca upaya Ukraina untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Masalah ini menjadi isu besar antara Moskow dan Barat. Sebelum memerintahkan puluhan ribu tentara ke Ukraina pada akhir Februari, Putin telah meminta jaminan hukum dari Amerika Serikat bahwa Ukraina tidak akan diterima dalam aliansi militer.

Baca Juga:  Bupati Dukung Eksplorasi Sumur Minyak di Kota Lama

Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kremlin secara dekat mengikuti upaya Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa, terutama mengingat peningkatan kerja sama pertahanan di antara 27 anggota blok.

“Masalah ini membutuhkan perhatian kami yang tinggi, karena kami semua menyadari intensifikasi diskusi di Eropa tentang masalah penguatan komponen pertahanan EU,” kata Peskov dalam panggilan telepon dengan wartawan.

Berbicara di forum ekonomi tahunan unggulan Rusia di St. Petersburg, Putin mempertanyakan apakah bijak bagi Uni Eropa untuk mengizinkan Ukraina bergabung. Putin mengatakan bahwa Kiev akan membutuhkan subsidi ekonomi besar yang mungkin tidak bersedia diberikan oleh anggota Uni Eropa lainnya.

Pada Jumat (17/6/2022), Komisi Eropa merekomendasikan Uni Eropa untuk menunjuk Ukraina dan Moldova sebagai calon anggota. Sementara itu, bekas Republik Soviet ketiga, Georgia, diminta untuk memenuhi persyaratan tertentu sebelum diberikan status yang sama.

Baca Juga:  Warga Binaan yang Bebas Wajib Melakukan Asimilasi

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari