Sabtu, 17 Oktober 2026
- Advertisement -

Ekspor Ribuan Karton Minyak Goreng, Tiga Perusahaan Diperiksa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengusut dugaan ekspor minyak goreng ke sejumlah negara, salah satunya Hongkong, yang memicu kelangkaan dan merugikan perekonomian negara.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyelidikan dengan Nomor: Prin-848/M.1/Fd.1/03/2021 tertanggal 16 Maret 2022.

"Penyelidikan terkait kasus mafia minyak goreng yang berkualifikasi tindak pidana korupsi," kata Ashari, Kamis (17/3).

Ashari mengatakan perusahaan yang diduga terlibat adalah PT AMJ, PT NLT, dan PT PDM. Sepanjang Juli 2021 hingga Januari 2022 ketiga perusahaan itu mengekspor 7.247 karton minyak goreng melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Ribuan karton minyak goreng itu terdiri dari kemasan 5 liter, 2 liter, 1 liter, dan 620 mililiter.

Baca Juga:  Perempuan Harus Berjuang Lawan Kanker Serviks

Berdasarkan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB), 2.184 karton minyak goreng kemasan tertentu diekspor pada 22 Juli 2021 sampai 1 September 2021.

Kemudian sebanyak 5.063 karton diekspor pada 6 September 2021 sampai 3 Januari 2022. Ekspor dilakukan menggunakan 32 kontainer ke berbagai negara, termasuk Hongkong.

Menurut Ashari, perusahaan diduga mengambil untung dari harga jual ke Hongkong. Harga yang diperoleh perusahaan dari ekspor itu bisa mencapai HK$240 sampai HK$280 per karton.

Angka itu tiga kali lipat keuntungan dari nilai atau harga pembelian di dalam negeri. Akibat dari perbuatan ketiga perusahaan itu, diduga terjadi kerugian perekonomian negara.

"Perubatan perusahaan-perusahaan tersebut mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak goreng kemasan di dalam negeri dan diduga menimbulkan kerugian perekonomian negara," ujarnya.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dalam tentang Bedah Jantung

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengusut dugaan ekspor minyak goreng ke sejumlah negara, salah satunya Hongkong, yang memicu kelangkaan dan merugikan perekonomian negara.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyelidikan dengan Nomor: Prin-848/M.1/Fd.1/03/2021 tertanggal 16 Maret 2022.

"Penyelidikan terkait kasus mafia minyak goreng yang berkualifikasi tindak pidana korupsi," kata Ashari, Kamis (17/3).

Ashari mengatakan perusahaan yang diduga terlibat adalah PT AMJ, PT NLT, dan PT PDM. Sepanjang Juli 2021 hingga Januari 2022 ketiga perusahaan itu mengekspor 7.247 karton minyak goreng melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Ribuan karton minyak goreng itu terdiri dari kemasan 5 liter, 2 liter, 1 liter, dan 620 mililiter.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kontras Curiga Ada yang Sengaja Ditutupi Irjen Ferdy Sambo

Berdasarkan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB), 2.184 karton minyak goreng kemasan tertentu diekspor pada 22 Juli 2021 sampai 1 September 2021.

Kemudian sebanyak 5.063 karton diekspor pada 6 September 2021 sampai 3 Januari 2022. Ekspor dilakukan menggunakan 32 kontainer ke berbagai negara, termasuk Hongkong.

- Advertisement -

Menurut Ashari, perusahaan diduga mengambil untung dari harga jual ke Hongkong. Harga yang diperoleh perusahaan dari ekspor itu bisa mencapai HK$240 sampai HK$280 per karton.

Angka itu tiga kali lipat keuntungan dari nilai atau harga pembelian di dalam negeri. Akibat dari perbuatan ketiga perusahaan itu, diduga terjadi kerugian perekonomian negara.

"Perubatan perusahaan-perusahaan tersebut mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak goreng kemasan di dalam negeri dan diduga menimbulkan kerugian perekonomian negara," ujarnya.

Baca Juga:  2023 Tak Ada Lagi Honorer

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengusut dugaan ekspor minyak goreng ke sejumlah negara, salah satunya Hongkong, yang memicu kelangkaan dan merugikan perekonomian negara.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyelidikan dengan Nomor: Prin-848/M.1/Fd.1/03/2021 tertanggal 16 Maret 2022.

"Penyelidikan terkait kasus mafia minyak goreng yang berkualifikasi tindak pidana korupsi," kata Ashari, Kamis (17/3).

Ashari mengatakan perusahaan yang diduga terlibat adalah PT AMJ, PT NLT, dan PT PDM. Sepanjang Juli 2021 hingga Januari 2022 ketiga perusahaan itu mengekspor 7.247 karton minyak goreng melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Ribuan karton minyak goreng itu terdiri dari kemasan 5 liter, 2 liter, 1 liter, dan 620 mililiter.

Baca Juga:  Kontras Curiga Ada yang Sengaja Ditutupi Irjen Ferdy Sambo

Berdasarkan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB), 2.184 karton minyak goreng kemasan tertentu diekspor pada 22 Juli 2021 sampai 1 September 2021.

Kemudian sebanyak 5.063 karton diekspor pada 6 September 2021 sampai 3 Januari 2022. Ekspor dilakukan menggunakan 32 kontainer ke berbagai negara, termasuk Hongkong.

Menurut Ashari, perusahaan diduga mengambil untung dari harga jual ke Hongkong. Harga yang diperoleh perusahaan dari ekspor itu bisa mencapai HK$240 sampai HK$280 per karton.

Angka itu tiga kali lipat keuntungan dari nilai atau harga pembelian di dalam negeri. Akibat dari perbuatan ketiga perusahaan itu, diduga terjadi kerugian perekonomian negara.

"Perubatan perusahaan-perusahaan tersebut mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak goreng kemasan di dalam negeri dan diduga menimbulkan kerugian perekonomian negara," ujarnya.

Baca Juga:  Perempuan Harus Berjuang Lawan Kanker Serviks

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari