Kamis, 30 April 2026
- Advertisement -

Ini Kata Jokowi soal Penemuan Akar Bajakah Obat Kanker Payudara

(RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut angkat bicara tentang penemuan hasil penelitian siswa SMA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Para siswa menemukan obat antikanker dari akar bajakah yang dipercaya efektif mengobati kanker payudara.

 

Presiden Jokowi membuka kemungkinan untuk bertemu para siswa untuk bertanya lebih jauh seputar penelitian tersebut. Dia mengapresiasi para peneliti muda yang telah menemukan obat akar bajakah tersebut.

 

"Yang penting ketemu anak-anaknya dulu. Ya kan? Seperti apa sehingga kita tahu hubungan apa yang sudah diberikan pemerintah pusat kepada para peneliti-peneliti muda ini," tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (15/8).

 

Jokowi menilai apa yang ditemukan para siswa adalah penemuan besar. Namun itu semua, kata dia, baru tahap awal yang masih membutuhkan proses yang panjang. "Saya kira ini sebuah riset yang dilakukan anak-anak merupakan penemuan besar. Tapi itu kan baru, nanti ada tindak lanjutan menuju ke sebuah penelitian yang lebih detail. Iya nanti (dipanggil ke istana) bareng sama yang lain," tuturnya.

Baca Juga:  Gaji Guru Bantu Harus Cair Jelang Idulfitri, DPRD Riau Warning Disdik

 

Sebelumnya tiga siswa asal Palangkaraya, Kalimantan bernama Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani menemukan obat penyembuh kanker dari kayu bajakah. Akar bajakah diklaim bisa menjadi obat antikanker atau melawan kanker.

 

Dalam literatur dari Peneliti David Su Indigenous People of Central Kalimantan disebutkan bahwa bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya ‘akar akaran’ dalam bahasa Maanyan disebut ‘wakai’ yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama bajakah bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran.

 

Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Namun untuk membuktikan manfaatnya sebagai antikanker ternyata masih harus menempuh perjalanan penelitian yang panjang.

Baca Juga:  Buronan Djoko Tjandra Diduga Ubah Namanya di Sudin Dukcapil Jaksel

 

Sumber : Jawapos.com

Editor    : Firman Agus

(RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut angkat bicara tentang penemuan hasil penelitian siswa SMA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Para siswa menemukan obat antikanker dari akar bajakah yang dipercaya efektif mengobati kanker payudara.

 

Presiden Jokowi membuka kemungkinan untuk bertemu para siswa untuk bertanya lebih jauh seputar penelitian tersebut. Dia mengapresiasi para peneliti muda yang telah menemukan obat akar bajakah tersebut.

 

"Yang penting ketemu anak-anaknya dulu. Ya kan? Seperti apa sehingga kita tahu hubungan apa yang sudah diberikan pemerintah pusat kepada para peneliti-peneliti muda ini," tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (15/8).

- Advertisement -

 

Jokowi menilai apa yang ditemukan para siswa adalah penemuan besar. Namun itu semua, kata dia, baru tahap awal yang masih membutuhkan proses yang panjang. "Saya kira ini sebuah riset yang dilakukan anak-anak merupakan penemuan besar. Tapi itu kan baru, nanti ada tindak lanjutan menuju ke sebuah penelitian yang lebih detail. Iya nanti (dipanggil ke istana) bareng sama yang lain," tuturnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pamitan, Wiranto Bolos dari RS

 

Sebelumnya tiga siswa asal Palangkaraya, Kalimantan bernama Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani menemukan obat penyembuh kanker dari kayu bajakah. Akar bajakah diklaim bisa menjadi obat antikanker atau melawan kanker.

 

Dalam literatur dari Peneliti David Su Indigenous People of Central Kalimantan disebutkan bahwa bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya ‘akar akaran’ dalam bahasa Maanyan disebut ‘wakai’ yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama bajakah bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran.

 

Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Namun untuk membuktikan manfaatnya sebagai antikanker ternyata masih harus menempuh perjalanan penelitian yang panjang.

Baca Juga:  Profil Erick Thohir: Pengusaha Sukses

 

Sumber : Jawapos.com

Editor    : Firman Agus

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut angkat bicara tentang penemuan hasil penelitian siswa SMA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Para siswa menemukan obat antikanker dari akar bajakah yang dipercaya efektif mengobati kanker payudara.

 

Presiden Jokowi membuka kemungkinan untuk bertemu para siswa untuk bertanya lebih jauh seputar penelitian tersebut. Dia mengapresiasi para peneliti muda yang telah menemukan obat akar bajakah tersebut.

 

"Yang penting ketemu anak-anaknya dulu. Ya kan? Seperti apa sehingga kita tahu hubungan apa yang sudah diberikan pemerintah pusat kepada para peneliti-peneliti muda ini," tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (15/8).

 

Jokowi menilai apa yang ditemukan para siswa adalah penemuan besar. Namun itu semua, kata dia, baru tahap awal yang masih membutuhkan proses yang panjang. "Saya kira ini sebuah riset yang dilakukan anak-anak merupakan penemuan besar. Tapi itu kan baru, nanti ada tindak lanjutan menuju ke sebuah penelitian yang lebih detail. Iya nanti (dipanggil ke istana) bareng sama yang lain," tuturnya.

Baca Juga:  Profil Erick Thohir: Pengusaha Sukses

 

Sebelumnya tiga siswa asal Palangkaraya, Kalimantan bernama Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani menemukan obat penyembuh kanker dari kayu bajakah. Akar bajakah diklaim bisa menjadi obat antikanker atau melawan kanker.

 

Dalam literatur dari Peneliti David Su Indigenous People of Central Kalimantan disebutkan bahwa bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya ‘akar akaran’ dalam bahasa Maanyan disebut ‘wakai’ yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama bajakah bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran.

 

Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Namun untuk membuktikan manfaatnya sebagai antikanker ternyata masih harus menempuh perjalanan penelitian yang panjang.

Baca Juga:  PNM Beri Pelatihan Literasi Keuangan kepada 23 Ribu Perempuan Raih Rekor Muri

 

Sumber : Jawapos.com

Editor    : Firman Agus

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari