RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) gelar forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 di Aula Bappeda Inhu, Rabu (9/2). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Inhu Drs H Junaidi Rachmat MSi.
"Kegiatan ini menjadi tahapan awal setelah rangkaian Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu," ujar Junaidi Rachmat.
Wabup usai acara mengatakan rapat forum konsultasi publik ini dilaksanakan dalam rangka menjaring aspirasi dari pemangku kepentingan demi menyempurnaan lebih lanjut dari rancangan RPJMD Kabupaten Inhu tahun 2021-2026.
Forum konsultasi publik sebutnya, juga menjadikan masukan untuk merumuskan dalam penyusunan RKPD dan menjadi pendoman pembangunan daerah tahun 2023 medatang. "Forum konsultasi ini mengangkat tema meningkatkan SDM yang unggul guna mendukung pemulihan ekonomi sesuai tujuan visi dan misi bupati dan wakil bupati Inhu merajut keterpaduan Pemkab Inhu yang lebih sejahteraan," ungkapnya.
Untuk itu, skala prioritas rencana pembangunan tahun 2023 ada empat yakni sektor SDM, pengembangan destinasi wisata dengan peningkatan wisata budaya Inhu. Karena potensi destinasi parawisata sangat luas dan berpotensi untuk pengembangan ekonomi masyarakat.
Kemudian, pembangunan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di Inhu. "Ini masukan dari badan statistik. Di mana, untuk mempertahankan ekonomi masyarakat dalam mengatasi pandemi Covid-19 adalah dari sektor pertanian harus dikembangkan," tambahnya.
Selanjutnya, peningkatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna mendukung semua kegiatan.
Kepala Bappeda Pemerintah Kabupaten Inhu, Bobby Maulianto ST.MT mengatakan bahwa, untuk perencanaan pembangunan tersebut tidak terlepas permasalahan data dari masing masing OPD di lingkungan Pemerintah Inhu. "Dalam waktu dekat ini akan membentuk forum satu data berbasis elektronik. Hal ini untuk merumuskan satu data yang terintegrasi. Sebab untuk perencanaan pembangunan harus mempunyai data yang berkualitas," terangnya.(kas)
RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) gelar forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 di Aula Bappeda Inhu, Rabu (9/2). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Inhu Drs H Junaidi Rachmat MSi.
"Kegiatan ini menjadi tahapan awal setelah rangkaian Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu," ujar Junaidi Rachmat.
Wabup usai acara mengatakan rapat forum konsultasi publik ini dilaksanakan dalam rangka menjaring aspirasi dari pemangku kepentingan demi menyempurnaan lebih lanjut dari rancangan RPJMD Kabupaten Inhu tahun 2021-2026.
Forum konsultasi publik sebutnya, juga menjadikan masukan untuk merumuskan dalam penyusunan RKPD dan menjadi pendoman pembangunan daerah tahun 2023 medatang. "Forum konsultasi ini mengangkat tema meningkatkan SDM yang unggul guna mendukung pemulihan ekonomi sesuai tujuan visi dan misi bupati dan wakil bupati Inhu merajut keterpaduan Pemkab Inhu yang lebih sejahteraan," ungkapnya.
Untuk itu, skala prioritas rencana pembangunan tahun 2023 ada empat yakni sektor SDM, pengembangan destinasi wisata dengan peningkatan wisata budaya Inhu. Karena potensi destinasi parawisata sangat luas dan berpotensi untuk pengembangan ekonomi masyarakat.
Kemudian, pembangunan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di Inhu. "Ini masukan dari badan statistik. Di mana, untuk mempertahankan ekonomi masyarakat dalam mengatasi pandemi Covid-19 adalah dari sektor pertanian harus dikembangkan," tambahnya.
Selanjutnya, peningkatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna mendukung semua kegiatan.
Kepala Bappeda Pemerintah Kabupaten Inhu, Bobby Maulianto ST.MT mengatakan bahwa, untuk perencanaan pembangunan tersebut tidak terlepas permasalahan data dari masing masing OPD di lingkungan Pemerintah Inhu. "Dalam waktu dekat ini akan membentuk forum satu data berbasis elektronik. Hal ini untuk merumuskan satu data yang terintegrasi. Sebab untuk perencanaan pembangunan harus mempunyai data yang berkualitas," terangnya.(kas)