Minggu, 17 Mei 2026
- Advertisement -

Bertolak ke Malaysia, Kapal Bermuatan Pinang Karam di Selat Malaka

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Bertolak dari Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti Kapal Motor (KM) Rupat Jaya tujuan Malaysia, dikabarkan tenggelam di perairan Selat Malaka.

Informasi diterima Riaupos.co, insiden karamnya kapal dengan 1 Gross Tonnage (GT) 30 No 1436/PPe tersebut dihantam gelombang tinggi, Kamis (7/10/21) lalu.

Atas kejadian tersebut nakhoda, anak buah kapa,l hingga kepala kamar mesin berhasil selamat, yang saat ini sedang berada di negara tetangga.
 
Agen KM Rupat Jaya I, Rian, mengungkapkan, kapal beserta barang ekspor sebanyak 600 karung biji pinang seberat 30 ton dan dokumen penting itu tidak bisa diselamatkan.
 
"Kami masih menunggu kepulangan empat orang awak  kapal yang saat ini masih berada di Malaysia. Mereka sedang dalam proses pengurusan oleh pihak agen (petugas keimigrasian, red) Malaysia untuk pulang ke Indonesia," kata Rian, Sabtu (9/10/21).
 
Informasi sementara yang ia terima dari Malaysia, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/10/21) sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu cuaca tiba-tiba buruk di saat KM Rupat Jaya I memasuki di sekitar batas penjaring Indonesia menuju batas internasional. Disusul angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga nahkoda tidak bisa mengendalikan kapal.
 
"Keempat awak kapal sebelum mendapat pertolongan, kabarnya sempat berjam-jam terombang-ambing hanyut di laut dengan peralatan seadanya. Akhirnya dua orang tersebut langsung diselamatkan oleh kapal nelayan asal Malaysia, sementara dua orang lainnya diselamatkan oleh kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat Malaysia," bebernya.
 
Saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam, untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan kepada pihak terkait di wilayah setempat.

Mengenai peristiwa itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang Capt M Ridha melalui Petugas Keselamatan Berlayar, Suharto, juga membenarkannya.
 
Kata Suharto, kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang dengan tujuan Batu Pahat, Malaysia. Kapal itu memuat barang ekspor biji pinang sebanyak 30 ton. Ketika berlayar sampai alur perbatasan Selat Malaka, tiba-tiba di sana terjadi cuaca ekstrem.
 
"Saat ini kami belum bisa memastikan sepenuhnya. Selain cuaca buruk apakah ada penyebab lain. Karena nahkoda kapal yang mengetahui pasti kejadian belum bisa diminta untuk memberikan keterangan, karena masih berada di Malaysia," tutur Suharto.
 
Meski demikian,  pihak agen kapal juga sudah menyampaikan laporan itu secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor. Mengenai muatan kapal 30 ton itu tidak kelebihan muatan (overload), dengan GT kapal tersebut bisa membawa lebih dari 40 ton.
 
Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar, baik antarpulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati dan selalu update memantau cuaca di aplikasi BMKG.
 
"Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat, dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung," pesannya.

Terkait dokumen barang bawaan, Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang A mengatakan lengkap.
 
"Mengenai dokumen secara kepabeanan sudah terpenuhi semua dan mereka tidak ada persoalan atau masalah. Bahkan pada Jumat kemarin, mereka juga sudah mengirimkan pemberitahuan terkait atas terjadinya kecelakaan," jelas Nihar.
 
Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Hary B Koriun

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Bertolak dari Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti Kapal Motor (KM) Rupat Jaya tujuan Malaysia, dikabarkan tenggelam di perairan Selat Malaka.

Informasi diterima Riaupos.co, insiden karamnya kapal dengan 1 Gross Tonnage (GT) 30 No 1436/PPe tersebut dihantam gelombang tinggi, Kamis (7/10/21) lalu.

Atas kejadian tersebut nakhoda, anak buah kapa,l hingga kepala kamar mesin berhasil selamat, yang saat ini sedang berada di negara tetangga.
 
Agen KM Rupat Jaya I, Rian, mengungkapkan, kapal beserta barang ekspor sebanyak 600 karung biji pinang seberat 30 ton dan dokumen penting itu tidak bisa diselamatkan.
 
"Kami masih menunggu kepulangan empat orang awak  kapal yang saat ini masih berada di Malaysia. Mereka sedang dalam proses pengurusan oleh pihak agen (petugas keimigrasian, red) Malaysia untuk pulang ke Indonesia," kata Rian, Sabtu (9/10/21).
 
Informasi sementara yang ia terima dari Malaysia, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/10/21) sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu cuaca tiba-tiba buruk di saat KM Rupat Jaya I memasuki di sekitar batas penjaring Indonesia menuju batas internasional. Disusul angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga nahkoda tidak bisa mengendalikan kapal.
 
"Keempat awak kapal sebelum mendapat pertolongan, kabarnya sempat berjam-jam terombang-ambing hanyut di laut dengan peralatan seadanya. Akhirnya dua orang tersebut langsung diselamatkan oleh kapal nelayan asal Malaysia, sementara dua orang lainnya diselamatkan oleh kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat Malaysia," bebernya.
 
Saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam, untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan kepada pihak terkait di wilayah setempat.

Mengenai peristiwa itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang Capt M Ridha melalui Petugas Keselamatan Berlayar, Suharto, juga membenarkannya.
 
Kata Suharto, kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang dengan tujuan Batu Pahat, Malaysia. Kapal itu memuat barang ekspor biji pinang sebanyak 30 ton. Ketika berlayar sampai alur perbatasan Selat Malaka, tiba-tiba di sana terjadi cuaca ekstrem.
 
"Saat ini kami belum bisa memastikan sepenuhnya. Selain cuaca buruk apakah ada penyebab lain. Karena nahkoda kapal yang mengetahui pasti kejadian belum bisa diminta untuk memberikan keterangan, karena masih berada di Malaysia," tutur Suharto.
 
Meski demikian,  pihak agen kapal juga sudah menyampaikan laporan itu secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor. Mengenai muatan kapal 30 ton itu tidak kelebihan muatan (overload), dengan GT kapal tersebut bisa membawa lebih dari 40 ton.
 
Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar, baik antarpulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati dan selalu update memantau cuaca di aplikasi BMKG.
 
"Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat, dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung," pesannya.

Terkait dokumen barang bawaan, Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang A mengatakan lengkap.
 
"Mengenai dokumen secara kepabeanan sudah terpenuhi semua dan mereka tidak ada persoalan atau masalah. Bahkan pada Jumat kemarin, mereka juga sudah mengirimkan pemberitahuan terkait atas terjadinya kecelakaan," jelas Nihar.
 
Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Bertolak dari Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti Kapal Motor (KM) Rupat Jaya tujuan Malaysia, dikabarkan tenggelam di perairan Selat Malaka.

Informasi diterima Riaupos.co, insiden karamnya kapal dengan 1 Gross Tonnage (GT) 30 No 1436/PPe tersebut dihantam gelombang tinggi, Kamis (7/10/21) lalu.

Atas kejadian tersebut nakhoda, anak buah kapa,l hingga kepala kamar mesin berhasil selamat, yang saat ini sedang berada di negara tetangga.
 
Agen KM Rupat Jaya I, Rian, mengungkapkan, kapal beserta barang ekspor sebanyak 600 karung biji pinang seberat 30 ton dan dokumen penting itu tidak bisa diselamatkan.
 
"Kami masih menunggu kepulangan empat orang awak  kapal yang saat ini masih berada di Malaysia. Mereka sedang dalam proses pengurusan oleh pihak agen (petugas keimigrasian, red) Malaysia untuk pulang ke Indonesia," kata Rian, Sabtu (9/10/21).
 
Informasi sementara yang ia terima dari Malaysia, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/10/21) sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu cuaca tiba-tiba buruk di saat KM Rupat Jaya I memasuki di sekitar batas penjaring Indonesia menuju batas internasional. Disusul angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga nahkoda tidak bisa mengendalikan kapal.
 
"Keempat awak kapal sebelum mendapat pertolongan, kabarnya sempat berjam-jam terombang-ambing hanyut di laut dengan peralatan seadanya. Akhirnya dua orang tersebut langsung diselamatkan oleh kapal nelayan asal Malaysia, sementara dua orang lainnya diselamatkan oleh kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat Malaysia," bebernya.
 
Saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam, untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan kepada pihak terkait di wilayah setempat.

Mengenai peristiwa itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang Capt M Ridha melalui Petugas Keselamatan Berlayar, Suharto, juga membenarkannya.
 
Kata Suharto, kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang dengan tujuan Batu Pahat, Malaysia. Kapal itu memuat barang ekspor biji pinang sebanyak 30 ton. Ketika berlayar sampai alur perbatasan Selat Malaka, tiba-tiba di sana terjadi cuaca ekstrem.
 
"Saat ini kami belum bisa memastikan sepenuhnya. Selain cuaca buruk apakah ada penyebab lain. Karena nahkoda kapal yang mengetahui pasti kejadian belum bisa diminta untuk memberikan keterangan, karena masih berada di Malaysia," tutur Suharto.
 
Meski demikian,  pihak agen kapal juga sudah menyampaikan laporan itu secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor. Mengenai muatan kapal 30 ton itu tidak kelebihan muatan (overload), dengan GT kapal tersebut bisa membawa lebih dari 40 ton.
 
Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar, baik antarpulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati dan selalu update memantau cuaca di aplikasi BMKG.
 
"Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat, dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung," pesannya.

Terkait dokumen barang bawaan, Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang A mengatakan lengkap.
 
"Mengenai dokumen secara kepabeanan sudah terpenuhi semua dan mereka tidak ada persoalan atau masalah. Bahkan pada Jumat kemarin, mereka juga sudah mengirimkan pemberitahuan terkait atas terjadinya kecelakaan," jelas Nihar.
 
Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari