Sabtu, 16 Mei 2026
- Advertisement -

Pasukan Marinir dan Brimob Evakuasi Ratusan Mahasiswa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa pada beberapa pekan terakhir ini terus bergulir. Diperkirakan sekitar kurang lebih 400 mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah, Universitas Nasional, Universitas Pamulang dan Universitas Padjajaran terjebak di tengah-tengah massa perusuh yang melempari petugas pengamanan.

Para mahasiswa yang terjebak dalam aksi demonstrasi di DPR RI pada Senin malam (30/9/2019) sekitar pukul 22.00 WIB berkumpul di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI Angkatan Laut R.E. Martadinata, Jalan Farmasi No. 1, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dalam keputusasaan, ratusan mahasiswa seperti mendapat angin segar ketika mengetahui bahwa Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) Jakarta Letkol Mar Ahmad Hadi Al-Hasni agar menyiapkan kendaraan untuk melakukan evakuasi terhadap mahasiswa.

Baca Juga:  Anggota DPRD Rohil Jasmadi Gelar Reses di Kepenghuluan Bagan Jawa

Atas perintah Panglima TNI tersebut, satuan Marinir segera menyiapkan 8 (delapan) truk untuk mengevakuasi para mahasiswa agar segera dapat keluar dari area kerusuhan dan diangkut ke kampus masing-masing. 

Setelah Letkol Mar Ahmad Hadi Al-Hasni (Danyonmarhanlan) dan Kombes Pol Hary Kurniawan (Kapolresta Jakarta Pusat) melakukan negosiasi dengan perwakilan mahasiswa yang terjebak kerusuhan massa, pada pukul 23:00 WIB para mahasiswa tersebut akhirnya bersedia diangkut dan diantar ke kampus masing-masing.

Evakuasi terhadap para mahasiswa tersebut merupakan salah satu bukti soliditas TNI-Polri di tingkat bawah. Dalam perjalanan pulang, para mahasiswa melihat dengan mata kepala masing-masing, kerusakan yang disebabkan aksi anarkis para perusuh yang menunggangi aksi damai unjuk rasa mahasiswa.

Baca Juga:  Mudik Selesai, Kasus Covid-19 Tetap Landai

Terjebaknya ratusan mahasiswa juga mengindikasikan bahwa niat baik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya ternyata masih ada segelintir orang yang memanfaatkan untuk mencari keuntungan kelompoknya.(fri/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa pada beberapa pekan terakhir ini terus bergulir. Diperkirakan sekitar kurang lebih 400 mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah, Universitas Nasional, Universitas Pamulang dan Universitas Padjajaran terjebak di tengah-tengah massa perusuh yang melempari petugas pengamanan.

Para mahasiswa yang terjebak dalam aksi demonstrasi di DPR RI pada Senin malam (30/9/2019) sekitar pukul 22.00 WIB berkumpul di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI Angkatan Laut R.E. Martadinata, Jalan Farmasi No. 1, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dalam keputusasaan, ratusan mahasiswa seperti mendapat angin segar ketika mengetahui bahwa Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) Jakarta Letkol Mar Ahmad Hadi Al-Hasni agar menyiapkan kendaraan untuk melakukan evakuasi terhadap mahasiswa.

Baca Juga:  Istri Sembunyikan Jasad Suami di Bawah Lantai Musala Demi Nikah Siri dengan Pria Lain

Atas perintah Panglima TNI tersebut, satuan Marinir segera menyiapkan 8 (delapan) truk untuk mengevakuasi para mahasiswa agar segera dapat keluar dari area kerusuhan dan diangkut ke kampus masing-masing. 

Setelah Letkol Mar Ahmad Hadi Al-Hasni (Danyonmarhanlan) dan Kombes Pol Hary Kurniawan (Kapolresta Jakarta Pusat) melakukan negosiasi dengan perwakilan mahasiswa yang terjebak kerusuhan massa, pada pukul 23:00 WIB para mahasiswa tersebut akhirnya bersedia diangkut dan diantar ke kampus masing-masing.

- Advertisement -

Evakuasi terhadap para mahasiswa tersebut merupakan salah satu bukti soliditas TNI-Polri di tingkat bawah. Dalam perjalanan pulang, para mahasiswa melihat dengan mata kepala masing-masing, kerusakan yang disebabkan aksi anarkis para perusuh yang menunggangi aksi damai unjuk rasa mahasiswa.

Baca Juga:  Siapkan Rp2 Miliar untuk Wujudkan 17 Ide-Ide Masyarakat

Terjebaknya ratusan mahasiswa juga mengindikasikan bahwa niat baik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya ternyata masih ada segelintir orang yang memanfaatkan untuk mencari keuntungan kelompoknya.(fri/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Bona Malwal (2)

Ditabrak dari Belakang

Salah Cangkul

Bang Yos

Lem Lalat

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa pada beberapa pekan terakhir ini terus bergulir. Diperkirakan sekitar kurang lebih 400 mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah, Universitas Nasional, Universitas Pamulang dan Universitas Padjajaran terjebak di tengah-tengah massa perusuh yang melempari petugas pengamanan.

Para mahasiswa yang terjebak dalam aksi demonstrasi di DPR RI pada Senin malam (30/9/2019) sekitar pukul 22.00 WIB berkumpul di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI Angkatan Laut R.E. Martadinata, Jalan Farmasi No. 1, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dalam keputusasaan, ratusan mahasiswa seperti mendapat angin segar ketika mengetahui bahwa Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) Jakarta Letkol Mar Ahmad Hadi Al-Hasni agar menyiapkan kendaraan untuk melakukan evakuasi terhadap mahasiswa.

Baca Juga:  Siapkan Rp2 Miliar untuk Wujudkan 17 Ide-Ide Masyarakat

Atas perintah Panglima TNI tersebut, satuan Marinir segera menyiapkan 8 (delapan) truk untuk mengevakuasi para mahasiswa agar segera dapat keluar dari area kerusuhan dan diangkut ke kampus masing-masing. 

Setelah Letkol Mar Ahmad Hadi Al-Hasni (Danyonmarhanlan) dan Kombes Pol Hary Kurniawan (Kapolresta Jakarta Pusat) melakukan negosiasi dengan perwakilan mahasiswa yang terjebak kerusuhan massa, pada pukul 23:00 WIB para mahasiswa tersebut akhirnya bersedia diangkut dan diantar ke kampus masing-masing.

Evakuasi terhadap para mahasiswa tersebut merupakan salah satu bukti soliditas TNI-Polri di tingkat bawah. Dalam perjalanan pulang, para mahasiswa melihat dengan mata kepala masing-masing, kerusakan yang disebabkan aksi anarkis para perusuh yang menunggangi aksi damai unjuk rasa mahasiswa.

Baca Juga:  Wah, Kasus Covid-19 Indonesia Salip Cina

Terjebaknya ratusan mahasiswa juga mengindikasikan bahwa niat baik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya ternyata masih ada segelintir orang yang memanfaatkan untuk mencari keuntungan kelompoknya.(fri/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Bona Malwal (2)

Ditabrak dari Belakang

Salah Cangkul

Bang Yos

Lem Lalat

Trending Tags

Rubrik dicari