Jumat, 19 Juli 2024

Targetkan Tahun Ini Selesai

Bangunan Pasar Induk Baru 80 Persen

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah sempat mengalami konflik dengan warga sekitar, di awal tahun 2024 ini pembangunan Pasar Induk yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Tuah Madani masih belum rampung 100 persen.

Pantauan Riau Pos, Kamis (25/1) masih tampak sejumlah bangunan pasar yang belum dipasang atap. Bahkan pagar pembatas antara Pasar induk yang ada di depan jalan protokol masih dipasangi pagar seng yang dikelilingi rumput liar yang cukup tinggi.

- Advertisement -

Tak hanya itu, beberapa bangunan kios lainnya juga belum dilakukan plester disetiap di dinding bangunan kios yang ada, meskipun beberapa bangunan lainnya sudah terlihat rampung.

Menurut Kepala Disperindag Pekanbaru Zulhelmi Arifin, pemko terus mendorong pihak pengelola PT Agung Rafa Bonai (ARB) untuk segera merampungkan bangunan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Zulhelmi optimistis pembangunan Pasar Induk rampung tahun ini. Di mana saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 80 persen. ”Kemarin saya cek sudah 80 persen progresnya,” ucapnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pastikan Insentif Imam Masjid Paripurna Sudah Dibayarkan

Lanjut Zulhelmi, nantinya setelah Pasar Induk selesai dibangun oleh PT Agung Rafa Bonai selaku pengelola pasar, para pedagang grosir akan dipindahkan dari samping Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS), sehingga, semua pedagang grosir terpusat di Pasar Induk.

”Semoga tidak ada kendala lagi yang terjadi karena PT ARB berkomitmen untuk segera menyelesaikan Pasar Induk tahun 2024,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Pekanbaru dan pihak PT ARB, sebagai penyewa lahan sudah menandatangani kontrak kerja sama pada Oktober 2016 lalu. Proses pengelolaan pasar diberikan kepada PT ARB selama 30 tahun dengan izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang baru bisa diselesaikan di tahun 2017.

Pada 2018, proses pembangunan dimulai. Namun karena adanya pandemi Covid-19, PT ARB kekurangan modal untuk melanjutkan pembangunannya sehingga proses pembangunan terhenti.

Baca Juga:  Dansat Brimob Buka Rakerda Inkanas Riau 2022

PT ARB kemudian meminta kepastian status lahan sehingga Hak Pengelolaan Lahan (HPL) diterbitkan Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional pada 2022.

Bermodalkan HPL ini, PT ARB mendapat suntikan dana dari bank untuk melanjutkan pembangunan Pasar Induk. PT ARB sendiri telah menghabiskan dana Rp60 miliar dengan capaian pembangunan 60 persen terhitung sejak 2017 hingga 2022.

Tim Pemko Pekanbaru juga telah membahas penyesuaian waktu pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta. Dengan alasan, PT ARB sempat terkendala dana akibat pandemi Covid-19 dan belum adanya sertifikat HPL dari Pemko Pekanbaru.

Pembangunan Pasar Induk itu menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) atau biaya pembangunan ditanggung seluruhnya oleh investor.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah sempat mengalami konflik dengan warga sekitar, di awal tahun 2024 ini pembangunan Pasar Induk yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Tuah Madani masih belum rampung 100 persen.

Pantauan Riau Pos, Kamis (25/1) masih tampak sejumlah bangunan pasar yang belum dipasang atap. Bahkan pagar pembatas antara Pasar induk yang ada di depan jalan protokol masih dipasangi pagar seng yang dikelilingi rumput liar yang cukup tinggi.

Tak hanya itu, beberapa bangunan kios lainnya juga belum dilakukan plester disetiap di dinding bangunan kios yang ada, meskipun beberapa bangunan lainnya sudah terlihat rampung.

Menurut Kepala Disperindag Pekanbaru Zulhelmi Arifin, pemko terus mendorong pihak pengelola PT Agung Rafa Bonai (ARB) untuk segera merampungkan bangunan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Zulhelmi optimistis pembangunan Pasar Induk rampung tahun ini. Di mana saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 80 persen. ”Kemarin saya cek sudah 80 persen progresnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Roni Pasla: Penanganan Banjir, Pemko Harus Fokus

Lanjut Zulhelmi, nantinya setelah Pasar Induk selesai dibangun oleh PT Agung Rafa Bonai selaku pengelola pasar, para pedagang grosir akan dipindahkan dari samping Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS), sehingga, semua pedagang grosir terpusat di Pasar Induk.

”Semoga tidak ada kendala lagi yang terjadi karena PT ARB berkomitmen untuk segera menyelesaikan Pasar Induk tahun 2024,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Pekanbaru dan pihak PT ARB, sebagai penyewa lahan sudah menandatangani kontrak kerja sama pada Oktober 2016 lalu. Proses pengelolaan pasar diberikan kepada PT ARB selama 30 tahun dengan izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang baru bisa diselesaikan di tahun 2017.

Pada 2018, proses pembangunan dimulai. Namun karena adanya pandemi Covid-19, PT ARB kekurangan modal untuk melanjutkan pembangunannya sehingga proses pembangunan terhenti.

Baca Juga:  Evaluasi Pihak Ketiga, Kaji Kerja Sama RT

PT ARB kemudian meminta kepastian status lahan sehingga Hak Pengelolaan Lahan (HPL) diterbitkan Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional pada 2022.

Bermodalkan HPL ini, PT ARB mendapat suntikan dana dari bank untuk melanjutkan pembangunan Pasar Induk. PT ARB sendiri telah menghabiskan dana Rp60 miliar dengan capaian pembangunan 60 persen terhitung sejak 2017 hingga 2022.

Tim Pemko Pekanbaru juga telah membahas penyesuaian waktu pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta. Dengan alasan, PT ARB sempat terkendala dana akibat pandemi Covid-19 dan belum adanya sertifikat HPL dari Pemko Pekanbaru.

Pembangunan Pasar Induk itu menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) atau biaya pembangunan ditanggung seluruhnya oleh investor.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari