Minggu, 17 Mei 2026
- Advertisement -

Pencopotan Lampu PJU Jalan Melur tanpa Sosialisasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga di Kecamatan Tampan mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berada di pemukiman warga di Jalan Melur, Panam. Sebelumnya,  di permukiman kawasan itu ada penerangan, tetapi sudah dicopot oleh dinas terkait tanpa ada sosialisasi kepada warga setempat.

“Seharusnya disosialisasikan dulu sebelum dicopot. Jangan main copot saja, sehingga membuat jalanan menjadi gelap dan rawan tindak kriminalitas. Setelah dicopot lalu dibiarkan begitu saja,” ujar Irwan, Sabtu (22/2).

Dijelaskannya, jika penggantian lampu tersebut merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menekan tagihan biaya PJU, jangan sampai mengundang protes masyarakat. Ini karena sebelum melakukan pencopotan PJU tidak ada sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Maling Motor di Masjid Terekam Kamera CCTV

Ia berharap agar dinas terkait bisa segera melihat kondisi tersebut sehingga keresahan masyarakat dapat teratasi. Dan kembali memasang lampu penerangan jalan umum.

Sementara itu di tempat terpisah, Athiam warga Jalan Angkasa, Kompleks Angkasa Raya meminta agar dinas terkait bisa memasang lampu penerangan di Jalan Riau ujung.

“Mulai dari depan Mal Ciputra ke arah Jalan Riau ujung, terutama depan Jalan Angkasa dan Jalan Haji Guru Sulaiman. Kalau bisa di terangi jalan tersebut. Kita tentu paham kalau gelap rasanya tidak nyaman,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru Yuliarso saat dikonfirmasi soal ini me­lalui telepon selulernya belum merespon. Begitu juga saat  dikirim pesan Whatsapp belum menjawab.(dof)

Baca Juga:  SMK IT Perbankan Syariah Al Izhar School Ikuti Roadshow Generasi Baik Bersama Dompet Dhuafa

 

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga di Kecamatan Tampan mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berada di pemukiman warga di Jalan Melur, Panam. Sebelumnya,  di permukiman kawasan itu ada penerangan, tetapi sudah dicopot oleh dinas terkait tanpa ada sosialisasi kepada warga setempat.

“Seharusnya disosialisasikan dulu sebelum dicopot. Jangan main copot saja, sehingga membuat jalanan menjadi gelap dan rawan tindak kriminalitas. Setelah dicopot lalu dibiarkan begitu saja,” ujar Irwan, Sabtu (22/2).

Dijelaskannya, jika penggantian lampu tersebut merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menekan tagihan biaya PJU, jangan sampai mengundang protes masyarakat. Ini karena sebelum melakukan pencopotan PJU tidak ada sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Minyak Tumpah di Jalan Arifin Achmad, Puluhan Kendaraan Celaka

Ia berharap agar dinas terkait bisa segera melihat kondisi tersebut sehingga keresahan masyarakat dapat teratasi. Dan kembali memasang lampu penerangan jalan umum.

Sementara itu di tempat terpisah, Athiam warga Jalan Angkasa, Kompleks Angkasa Raya meminta agar dinas terkait bisa memasang lampu penerangan di Jalan Riau ujung.

- Advertisement -

“Mulai dari depan Mal Ciputra ke arah Jalan Riau ujung, terutama depan Jalan Angkasa dan Jalan Haji Guru Sulaiman. Kalau bisa di terangi jalan tersebut. Kita tentu paham kalau gelap rasanya tidak nyaman,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru Yuliarso saat dikonfirmasi soal ini me­lalui telepon selulernya belum merespon. Begitu juga saat  dikirim pesan Whatsapp belum menjawab.(dof)

- Advertisement -
Baca Juga:  Tes Rapid Antigen Guru dan Pelajar

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga di Kecamatan Tampan mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berada di pemukiman warga di Jalan Melur, Panam. Sebelumnya,  di permukiman kawasan itu ada penerangan, tetapi sudah dicopot oleh dinas terkait tanpa ada sosialisasi kepada warga setempat.

“Seharusnya disosialisasikan dulu sebelum dicopot. Jangan main copot saja, sehingga membuat jalanan menjadi gelap dan rawan tindak kriminalitas. Setelah dicopot lalu dibiarkan begitu saja,” ujar Irwan, Sabtu (22/2).

Dijelaskannya, jika penggantian lampu tersebut merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menekan tagihan biaya PJU, jangan sampai mengundang protes masyarakat. Ini karena sebelum melakukan pencopotan PJU tidak ada sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Gubri Akan Tes Swab untuk Kali Kelima

Ia berharap agar dinas terkait bisa segera melihat kondisi tersebut sehingga keresahan masyarakat dapat teratasi. Dan kembali memasang lampu penerangan jalan umum.

Sementara itu di tempat terpisah, Athiam warga Jalan Angkasa, Kompleks Angkasa Raya meminta agar dinas terkait bisa memasang lampu penerangan di Jalan Riau ujung.

“Mulai dari depan Mal Ciputra ke arah Jalan Riau ujung, terutama depan Jalan Angkasa dan Jalan Haji Guru Sulaiman. Kalau bisa di terangi jalan tersebut. Kita tentu paham kalau gelap rasanya tidak nyaman,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru Yuliarso saat dikonfirmasi soal ini me­lalui telepon selulernya belum merespon. Begitu juga saat  dikirim pesan Whatsapp belum menjawab.(dof)

Baca Juga:  Warga Terdampak, Kompensasi Tak Ada

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari