Minggu, 3 Mei 2026
- Advertisement -

Sampah Berserakan di Jalan Rajawali Sakti Kerap Dibakar Warga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan sampah di Kota Bertuah tak pernah ada habisnya. Kali ini masyarakat di Jalan Rajawali Sakti  Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya terus mengeluhkan tumpukan sampah yang berlangsung lama dan mulai menutupi sebagian badan jalan alternatif di kawasan tersebut.

Pantauan Riau Pos, Kamis (7/10) tampak warga setempat mencoba mengurangi tumpukan sampah yang sudah mulai menggunung dengan cara dibakar. Namun, sejumlah pengedara yang melintas tampak tak merasa bersalah dengan tetap melemparkan sampah plastik ke lahan kosong milik warga tersebut.

Tampak pula ceceran sampah pelastik dan kayu berserakan di badan Jalan Rajawali Sakti dan hampir menutupi badan Jalan yang sudah terlihat sempit itu.

Menurut salah seorang warga, Yadi mengaku tumpukan sampah di tanah kosong tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun tak ada tindakan tegas dari pemerintah Kota Pekanbaru dan pemerintah setempat.

Baca Juga:  Ratusan Kantong Darah Dikumpulkan

Apalagi tumpukan sampah tersebut berada tak jauh dari kawasan rumah sakit, yang sudah pasti kerap di lintasi masyarakat.

"Jelas kami warga di sini sudah sangat merasa terganggu dengan sampah di sana. Walaupun sering diangkut, tapi tetap saja banyak yang membuang sampah di badan jalan," kata dia.

Dikatakan Yudi, biasanya penggunaan jalan yang kerap membuang sampah di badan Jalan Rajawali Sakti tersebut melakukannya pada senja hingga malam hari. Pasalnya, kawasan tersebut minim penerangan, sehingga mereka dengan leluasa membuang sampah yang di bawa, baik menggunakan becak motor ataupun mobil ke badan jalan.

"Kami berharap kawasan permukiman kami tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal. Karena merusak lingkungan dan mengganggu kami, karena aroma bau busuk nya kerap tercium," kata dia.

Baca Juga:  Distributor Pusing Tekan Harga Cabai di Riau

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dimas, salah seorang warga mengaku resah dengan tumpukan sampah yang tak kunjung tertangani selama bertahun-tahun tersebut.

Bahkan tumpukan sampah kerap mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut dan membuat pengendara yang melintas untuk bergantian agar tidak tergelincir dengan ceceran sampah basah yang berserakan di badan jalan.

"Saya berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera menyelesaikan persoalan sampah ini. Jangan sibuk ngambil retribusi saja tapi pelayanan tidak ditingkatkan," harapnya.(ayi)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan sampah di Kota Bertuah tak pernah ada habisnya. Kali ini masyarakat di Jalan Rajawali Sakti  Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya terus mengeluhkan tumpukan sampah yang berlangsung lama dan mulai menutupi sebagian badan jalan alternatif di kawasan tersebut.

Pantauan Riau Pos, Kamis (7/10) tampak warga setempat mencoba mengurangi tumpukan sampah yang sudah mulai menggunung dengan cara dibakar. Namun, sejumlah pengedara yang melintas tampak tak merasa bersalah dengan tetap melemparkan sampah plastik ke lahan kosong milik warga tersebut.

Tampak pula ceceran sampah pelastik dan kayu berserakan di badan Jalan Rajawali Sakti dan hampir menutupi badan Jalan yang sudah terlihat sempit itu.

Menurut salah seorang warga, Yadi mengaku tumpukan sampah di tanah kosong tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun tak ada tindakan tegas dari pemerintah Kota Pekanbaru dan pemerintah setempat.

Baca Juga:  Cegah Covid, Jam Operasional dan Rit Bus TMP Dikurangi

Apalagi tumpukan sampah tersebut berada tak jauh dari kawasan rumah sakit, yang sudah pasti kerap di lintasi masyarakat.

- Advertisement -

"Jelas kami warga di sini sudah sangat merasa terganggu dengan sampah di sana. Walaupun sering diangkut, tapi tetap saja banyak yang membuang sampah di badan jalan," kata dia.

Dikatakan Yudi, biasanya penggunaan jalan yang kerap membuang sampah di badan Jalan Rajawali Sakti tersebut melakukannya pada senja hingga malam hari. Pasalnya, kawasan tersebut minim penerangan, sehingga mereka dengan leluasa membuang sampah yang di bawa, baik menggunakan becak motor ataupun mobil ke badan jalan.

- Advertisement -

"Kami berharap kawasan permukiman kami tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal. Karena merusak lingkungan dan mengganggu kami, karena aroma bau busuk nya kerap tercium," kata dia.

Baca Juga:  Pemerintah Harus Tegas

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dimas, salah seorang warga mengaku resah dengan tumpukan sampah yang tak kunjung tertangani selama bertahun-tahun tersebut.

Bahkan tumpukan sampah kerap mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut dan membuat pengendara yang melintas untuk bergantian agar tidak tergelincir dengan ceceran sampah basah yang berserakan di badan jalan.

"Saya berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera menyelesaikan persoalan sampah ini. Jangan sibuk ngambil retribusi saja tapi pelayanan tidak ditingkatkan," harapnya.(ayi)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan sampah di Kota Bertuah tak pernah ada habisnya. Kali ini masyarakat di Jalan Rajawali Sakti  Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya terus mengeluhkan tumpukan sampah yang berlangsung lama dan mulai menutupi sebagian badan jalan alternatif di kawasan tersebut.

Pantauan Riau Pos, Kamis (7/10) tampak warga setempat mencoba mengurangi tumpukan sampah yang sudah mulai menggunung dengan cara dibakar. Namun, sejumlah pengedara yang melintas tampak tak merasa bersalah dengan tetap melemparkan sampah plastik ke lahan kosong milik warga tersebut.

Tampak pula ceceran sampah pelastik dan kayu berserakan di badan Jalan Rajawali Sakti dan hampir menutupi badan Jalan yang sudah terlihat sempit itu.

Menurut salah seorang warga, Yadi mengaku tumpukan sampah di tanah kosong tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun tak ada tindakan tegas dari pemerintah Kota Pekanbaru dan pemerintah setempat.

Baca Juga:  Jelang Waisak, PSMTI Riau dan AAUI Bagikan Sembako

Apalagi tumpukan sampah tersebut berada tak jauh dari kawasan rumah sakit, yang sudah pasti kerap di lintasi masyarakat.

"Jelas kami warga di sini sudah sangat merasa terganggu dengan sampah di sana. Walaupun sering diangkut, tapi tetap saja banyak yang membuang sampah di badan jalan," kata dia.

Dikatakan Yudi, biasanya penggunaan jalan yang kerap membuang sampah di badan Jalan Rajawali Sakti tersebut melakukannya pada senja hingga malam hari. Pasalnya, kawasan tersebut minim penerangan, sehingga mereka dengan leluasa membuang sampah yang di bawa, baik menggunakan becak motor ataupun mobil ke badan jalan.

"Kami berharap kawasan permukiman kami tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal. Karena merusak lingkungan dan mengganggu kami, karena aroma bau busuk nya kerap tercium," kata dia.

Baca Juga:  Halte Eks Pujasera Mulai Dibangun

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dimas, salah seorang warga mengaku resah dengan tumpukan sampah yang tak kunjung tertangani selama bertahun-tahun tersebut.

Bahkan tumpukan sampah kerap mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut dan membuat pengendara yang melintas untuk bergantian agar tidak tergelincir dengan ceceran sampah basah yang berserakan di badan jalan.

"Saya berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera menyelesaikan persoalan sampah ini. Jangan sibuk ngambil retribusi saja tapi pelayanan tidak ditingkatkan," harapnya.(ayi)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari