Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

HUT Kota, Pemko Diminta Gelar Lomba Kebersihan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tidak lama lagi atau tepat 23 Juni mendatang, Kota Pekanbaru akan merayakan hari jadinya yang ke-238. Jika dua tahun terakhir tidak bisa dirayakan secara meriah karena pandemi Covid-19, untuk tahun ini diharapkan bisa digelar lebih merakyat.

Dimaksud merakyat, sebagaimana disampaikan anggota DPRD Kota Pekanbaru Fathullah, adalah mengingat Pekanbaru saat ini banyak masalah. Salah satunya masalah sampah.

Ia menyarankan sebaiknya Pemko Pekanbaru membuat lomba kebersihan antar kecamatan, atau antarkelurahan. Tentu berdasarkan penilaian juri dan disediakan hadiah untuk para pemenang.

"Ini sebagai sarana motivasi kepada masyarakat, dan juga dapat melihat seperti apa hubungan perangkat pemerintahan dengan masyarakat tersebut. Tujuan jelas koordinasi untuk lingkungan bersih," kata Fathullah kepada wartawan, Rabu (1/6).

Baca Juga:  Petugas PK21 Telah Data 214.000 KK

Disebutkan Fathullah lagi, untuk kebersihan itu sendiri, meliputi kebersihan lingkungan rumah tinggal dan lingkungan masyarakat. Bisa juga ditambahkan kebersihan drainase di lingkungan tersebut.

"Ini kami melihatnya untuk menumbuhkan kesadaran bersama. Saat ini kesadaran itu yang kurang dari masyarakat kota. Dari lomba ini semoga Pekanbaru bisa menjadi kota bersih dan kepada kecamatan/kelurahan diberi tanggung jawab untuk mengkoordinasikan untuk supaya wilayahnya tetap bersih," bebernya.

Selain memberikan hadih bagi pemenang sebagai daerah yang bersih, bagi daerah yang kotor pun harus ada punishment kepada daerah yang kotor. "Mungkin bisa teguran kepada perangkat camat, dan lurahnya, dan ini jelas antara camat, lurah dan masyarakat tidak  bersinergi. Ini jadi catatan kita," ungkapnya lagi.

Baca Juga:  Beri Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Asma

Fathullah menegaskan jika pun mau dirayakan HUT Pekanbaru ke-238, disarankan agar acara-acara yang di buat untuk memeriahkannya harus merakyat, dan jangan hanya seremonial belaka.

"Paling tidak dari hal kecil dapat memberikan pengaruh besar bagi perubahan kebiasaan masyarakat, dari acuh, abai, menjadi lebih peduli terhadap lingkungan," tegasnya.(gus)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tidak lama lagi atau tepat 23 Juni mendatang, Kota Pekanbaru akan merayakan hari jadinya yang ke-238. Jika dua tahun terakhir tidak bisa dirayakan secara meriah karena pandemi Covid-19, untuk tahun ini diharapkan bisa digelar lebih merakyat.

Dimaksud merakyat, sebagaimana disampaikan anggota DPRD Kota Pekanbaru Fathullah, adalah mengingat Pekanbaru saat ini banyak masalah. Salah satunya masalah sampah.

Ia menyarankan sebaiknya Pemko Pekanbaru membuat lomba kebersihan antar kecamatan, atau antarkelurahan. Tentu berdasarkan penilaian juri dan disediakan hadiah untuk para pemenang.

"Ini sebagai sarana motivasi kepada masyarakat, dan juga dapat melihat seperti apa hubungan perangkat pemerintahan dengan masyarakat tersebut. Tujuan jelas koordinasi untuk lingkungan bersih," kata Fathullah kepada wartawan, Rabu (1/6).

Baca Juga:  Yudisium XIII, Direktur Pascasarjana Unilak Beri Piagam Penghargaan ke Pemuncak

Disebutkan Fathullah lagi, untuk kebersihan itu sendiri, meliputi kebersihan lingkungan rumah tinggal dan lingkungan masyarakat. Bisa juga ditambahkan kebersihan drainase di lingkungan tersebut.

- Advertisement -

"Ini kami melihatnya untuk menumbuhkan kesadaran bersama. Saat ini kesadaran itu yang kurang dari masyarakat kota. Dari lomba ini semoga Pekanbaru bisa menjadi kota bersih dan kepada kecamatan/kelurahan diberi tanggung jawab untuk mengkoordinasikan untuk supaya wilayahnya tetap bersih," bebernya.

Selain memberikan hadih bagi pemenang sebagai daerah yang bersih, bagi daerah yang kotor pun harus ada punishment kepada daerah yang kotor. "Mungkin bisa teguran kepada perangkat camat, dan lurahnya, dan ini jelas antara camat, lurah dan masyarakat tidak  bersinergi. Ini jadi catatan kita," ungkapnya lagi.

- Advertisement -
Baca Juga:  Beri Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Asma

Fathullah menegaskan jika pun mau dirayakan HUT Pekanbaru ke-238, disarankan agar acara-acara yang di buat untuk memeriahkannya harus merakyat, dan jangan hanya seremonial belaka.

"Paling tidak dari hal kecil dapat memberikan pengaruh besar bagi perubahan kebiasaan masyarakat, dari acuh, abai, menjadi lebih peduli terhadap lingkungan," tegasnya.(gus)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tidak lama lagi atau tepat 23 Juni mendatang, Kota Pekanbaru akan merayakan hari jadinya yang ke-238. Jika dua tahun terakhir tidak bisa dirayakan secara meriah karena pandemi Covid-19, untuk tahun ini diharapkan bisa digelar lebih merakyat.

Dimaksud merakyat, sebagaimana disampaikan anggota DPRD Kota Pekanbaru Fathullah, adalah mengingat Pekanbaru saat ini banyak masalah. Salah satunya masalah sampah.

Ia menyarankan sebaiknya Pemko Pekanbaru membuat lomba kebersihan antar kecamatan, atau antarkelurahan. Tentu berdasarkan penilaian juri dan disediakan hadiah untuk para pemenang.

"Ini sebagai sarana motivasi kepada masyarakat, dan juga dapat melihat seperti apa hubungan perangkat pemerintahan dengan masyarakat tersebut. Tujuan jelas koordinasi untuk lingkungan bersih," kata Fathullah kepada wartawan, Rabu (1/6).

Baca Juga:  APJII Gratiskan Internet di Kemah Pramuka Riau Hebat

Disebutkan Fathullah lagi, untuk kebersihan itu sendiri, meliputi kebersihan lingkungan rumah tinggal dan lingkungan masyarakat. Bisa juga ditambahkan kebersihan drainase di lingkungan tersebut.

"Ini kami melihatnya untuk menumbuhkan kesadaran bersama. Saat ini kesadaran itu yang kurang dari masyarakat kota. Dari lomba ini semoga Pekanbaru bisa menjadi kota bersih dan kepada kecamatan/kelurahan diberi tanggung jawab untuk mengkoordinasikan untuk supaya wilayahnya tetap bersih," bebernya.

Selain memberikan hadih bagi pemenang sebagai daerah yang bersih, bagi daerah yang kotor pun harus ada punishment kepada daerah yang kotor. "Mungkin bisa teguran kepada perangkat camat, dan lurahnya, dan ini jelas antara camat, lurah dan masyarakat tidak  bersinergi. Ini jadi catatan kita," ungkapnya lagi.

Baca Juga:  Lusa, Hasil Labor Suspect Covid-19 Keluar

Fathullah menegaskan jika pun mau dirayakan HUT Pekanbaru ke-238, disarankan agar acara-acara yang di buat untuk memeriahkannya harus merakyat, dan jangan hanya seremonial belaka.

"Paling tidak dari hal kecil dapat memberikan pengaruh besar bagi perubahan kebiasaan masyarakat, dari acuh, abai, menjadi lebih peduli terhadap lingkungan," tegasnya.(gus)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari