Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Luka Mendalam Keluarga Gunawan, Pelaku Penganiayaan Oknum TNI AL Diamankan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana duka masih menyelimuti sebuah rumah kontrakan sederhana di Gang Keluarga, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Tenda duka masih berdiri di depan rumah berdinding papan itu, Kamis (28/8). Kediaman yang dulu hangat dengan canda kini terasa hampa.

Rumah tersebut dulunya menjadi tempat tinggal Gunawan Sentosa bersama istrinya, Nur. Namun, kini hanya tersisa kenangan. Gunawan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oknum prajurit TNI AL.

Kisah tragis itu bermula pada Jumat (15/8). Gunawan bersama rekannya, Suprianto, sedang memungut buah sukun di tanah kosong di Jalan Kuantan Satu, Kecamatan Limapuluh. Tak disangka, mereka dituduh mencuri hingga akhirnya berhadapan dengan seorang perwira marinir berinisial Lettu ZM. Bukan hanya ditodong senjata, keduanya juga mengalami tindak kekerasan brutal.

Baca Juga:  Wako Dumai Ajak Guru Mendidik Anak dengan Ikhlas

“Gunawan dipukul, ditendang, bahkan dihajar dengan cangkul. Kami disuruh membersihkan darah sendiri di lantai,” tutur Suprianto dengan wajah masih trauma.

Kondisi Gunawan terus memburuk. Meski sempat mendapat perawatan, nyawanya tak terselamatkan. Dokter menyebut luka parah di kepala menjadi penyebab kematian. Tangis keluarga pecah saat jenazah dibawa pulang ke rumah duka.

Kuasa hukum keluarga, Achmad Zahri, menegaskan tidak ada unsur pencurian. “Buah itu tumbuh di tanah kosong, bukan milik pribadi. Ini murni penganiayaan berlebihan,” ujarnya. Ia juga menyesalkan tak adanya itikad baik dari pelaku setelah korban meninggal.

Meski keluarga memilih diam, proses hukum tetap berjalan. Laporan keluarga langsung direspons Puspom TNI. Pelaku kini telah diamankan dan kasus ditangani Mabes TNI. “Harapan kami, proses hukum transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Zahri.

Baca Juga:  Siapkan Aplikasi Pantau Posisi Bus TMP

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Tunggul, membenarkan bahwa prajurit berinisial ZM sudah diserahkan Denpom Lanal Dumai ke satuan di bawah Mabes TNI untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kini, yang tersisa bagi keluarga Gunawan hanyalah harapan: keadilan benar-benar ditegakkan, agar luka mendalam ini tidak sekadar jadi cerita duka.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana duka masih menyelimuti sebuah rumah kontrakan sederhana di Gang Keluarga, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Tenda duka masih berdiri di depan rumah berdinding papan itu, Kamis (28/8). Kediaman yang dulu hangat dengan canda kini terasa hampa.

Rumah tersebut dulunya menjadi tempat tinggal Gunawan Sentosa bersama istrinya, Nur. Namun, kini hanya tersisa kenangan. Gunawan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oknum prajurit TNI AL.

Kisah tragis itu bermula pada Jumat (15/8). Gunawan bersama rekannya, Suprianto, sedang memungut buah sukun di tanah kosong di Jalan Kuantan Satu, Kecamatan Limapuluh. Tak disangka, mereka dituduh mencuri hingga akhirnya berhadapan dengan seorang perwira marinir berinisial Lettu ZM. Bukan hanya ditodong senjata, keduanya juga mengalami tindak kekerasan brutal.

Baca Juga:  Air Laut Pasang, Jalan di Dumai Tergenang 

“Gunawan dipukul, ditendang, bahkan dihajar dengan cangkul. Kami disuruh membersihkan darah sendiri di lantai,” tutur Suprianto dengan wajah masih trauma.

Kondisi Gunawan terus memburuk. Meski sempat mendapat perawatan, nyawanya tak terselamatkan. Dokter menyebut luka parah di kepala menjadi penyebab kematian. Tangis keluarga pecah saat jenazah dibawa pulang ke rumah duka.

- Advertisement -

Kuasa hukum keluarga, Achmad Zahri, menegaskan tidak ada unsur pencurian. “Buah itu tumbuh di tanah kosong, bukan milik pribadi. Ini murni penganiayaan berlebihan,” ujarnya. Ia juga menyesalkan tak adanya itikad baik dari pelaku setelah korban meninggal.

Meski keluarga memilih diam, proses hukum tetap berjalan. Laporan keluarga langsung direspons Puspom TNI. Pelaku kini telah diamankan dan kasus ditangani Mabes TNI. “Harapan kami, proses hukum transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Zahri.

- Advertisement -
Baca Juga:  Harga Cabai Turun Jadi Rp130 Ribu per Kilogram

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Tunggul, membenarkan bahwa prajurit berinisial ZM sudah diserahkan Denpom Lanal Dumai ke satuan di bawah Mabes TNI untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kini, yang tersisa bagi keluarga Gunawan hanyalah harapan: keadilan benar-benar ditegakkan, agar luka mendalam ini tidak sekadar jadi cerita duka.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana duka masih menyelimuti sebuah rumah kontrakan sederhana di Gang Keluarga, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Tenda duka masih berdiri di depan rumah berdinding papan itu, Kamis (28/8). Kediaman yang dulu hangat dengan canda kini terasa hampa.

Rumah tersebut dulunya menjadi tempat tinggal Gunawan Sentosa bersama istrinya, Nur. Namun, kini hanya tersisa kenangan. Gunawan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oknum prajurit TNI AL.

Kisah tragis itu bermula pada Jumat (15/8). Gunawan bersama rekannya, Suprianto, sedang memungut buah sukun di tanah kosong di Jalan Kuantan Satu, Kecamatan Limapuluh. Tak disangka, mereka dituduh mencuri hingga akhirnya berhadapan dengan seorang perwira marinir berinisial Lettu ZM. Bukan hanya ditodong senjata, keduanya juga mengalami tindak kekerasan brutal.

Baca Juga:  Berdampak pada Pariwisata dan UMKM

“Gunawan dipukul, ditendang, bahkan dihajar dengan cangkul. Kami disuruh membersihkan darah sendiri di lantai,” tutur Suprianto dengan wajah masih trauma.

Kondisi Gunawan terus memburuk. Meski sempat mendapat perawatan, nyawanya tak terselamatkan. Dokter menyebut luka parah di kepala menjadi penyebab kematian. Tangis keluarga pecah saat jenazah dibawa pulang ke rumah duka.

Kuasa hukum keluarga, Achmad Zahri, menegaskan tidak ada unsur pencurian. “Buah itu tumbuh di tanah kosong, bukan milik pribadi. Ini murni penganiayaan berlebihan,” ujarnya. Ia juga menyesalkan tak adanya itikad baik dari pelaku setelah korban meninggal.

Meski keluarga memilih diam, proses hukum tetap berjalan. Laporan keluarga langsung direspons Puspom TNI. Pelaku kini telah diamankan dan kasus ditangani Mabes TNI. “Harapan kami, proses hukum transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Zahri.

Baca Juga:  Air Laut Pasang, Jalan di Dumai Tergenang 

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Tunggul, membenarkan bahwa prajurit berinisial ZM sudah diserahkan Denpom Lanal Dumai ke satuan di bawah Mabes TNI untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kini, yang tersisa bagi keluarga Gunawan hanyalah harapan: keadilan benar-benar ditegakkan, agar luka mendalam ini tidak sekadar jadi cerita duka.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari