TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan pawai taaruf 12 kabupaten/kota dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-44 di Teluk Kuantan, Sabtu (27/6/2026), berlangsung meriah. Ribuan peserta dan masyarakat memadati ruas jalan utama kota, menjadikan agenda pembuka tersebut sebagai salah satu atraksi budaya yang paling menyedot perhatian publik.
Pawai taaruf dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dari kawasan Simpang Tugu Pelajar, Simpang Tiga Teluk Kuantan menuju Jalan Ahmad Yani. Setiap kafilah menampilkan ciri khas daerah masing-masing melalui beragam atraksi budaya dan kesenian.
Berbagai penampilan menghiasi iring-iringan peserta, mulai dari lukah gilo, kompang, tulisan Juz Amma, tradisi khatam mengaji, kampanye pelestarian lingkungan, hingga marching band yang mengiringi barisan peserta sepanjang rute pawai.
Masing-masing kabupaten dan kota mengikutsertakan lebih dari 1.000 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimda, pejabat eselon II, III dan IV, aparatur kecamatan, kepala desa, TP PKK, kepala sekolah hingga berbagai kelompok masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Kuantan Singingi menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 8.500 orang dikerahkan, terdiri dari perwakilan organisasi perangkat daerah, 16 kecamatan, 229 desa dan kelurahan, sekolah, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Penampilan kafilah Kuantan Singingi mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Beragam tradisi khas daerah turut ditampilkan, seperti tradisi Mengantar Limau dari Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Mengantar Anak Lancar dari Sentajo Raya, Sunatan Rasul dari Kecamatan Kuantan Tengah, serta berbagai tradisi budaya lain yang berasal dari seluruh kecamatan di Kuansing.
Pawai diawali dengan iring-iringan kafilah dari Kabupaten Rokan Hulu, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Kota Pekanbaru, Siak, Rokan Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan ditutup oleh tuan rumah Kabupaten Kuantan Singingi.
Barisan peserta disambut langsung oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA beserta istri, Pelaksana Tugas Gubernur Riau H SF Hariyanto, Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, MM, para bupati dan wali kota se-Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta tamu undangan lainnya yang memberikan lambaian tangan kepada para peserta.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat ruas jalan utama Teluk Kuantan dipenuhi penonton hingga menyebabkan kemacetan total. Diperkirakan sekitar 17 ribu peserta dan masyarakat memadati sepanjang rute pawai meski cuaca berlangsung cukup terik.
Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, mengatakan pelaksanaan MTQ Riau 2026 di Kuantan Singingi tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antardaerah.
Menurutnya, MTQ memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat Qurani yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, amanah, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta menjadikan syariat Islam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari adat Melayu.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini dipadukan dengan Pacu Jalur Rayon II sebagai simbol persatuan, gotong royong, persahabatan, dan kebersamaan masyarakat Kuantan Singingi.
Selain itu, rangkaian kegiatan MTQ juga akan dimeriahkan dengan pawai perahu hias di Sungai Kuantan. Para tamu undangan akan mengikuti iring-iringan menggunakan Perahu Baganduang, yaitu perahu adat kebesaran yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi.
“Dan kita akan menaikinya bersama sambil menyaksikan berlangsungnya pawai perahu hias dan Pacu Jalur Rayon II,” ujar Suhardiman Amby.
Ia menambahkan, Perahu Baganduang bukan sekadar alat transportasi sungai, tetapi menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan kemuliaan adat Melayu. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa sebuah tujuan hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur masyarakat bergerak seirama, mulai dari pemerintah, ulama, umara, tokoh adat hingga masyarakat, sebagaimana para pendayung yang bekerja bersama dalam satu perahu. (dac)

