PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Riau (Unri) kembali menambah deretan akademisi bergelar tertinggi setelah Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Akuntansi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Rektorat Unri Lantai IV, Pekanbaru, Rabu (14/10/2026) lalu.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Merekonstruksi Akuntansi Manajemen dalam Social Enterprise: Dari Pengukuran Kinerja Menuju Penciptaan Nilai Sosial Berkelanjutan”, Prof Yesi menekankan bahwa keberhasilan organisasi hibrida—seperti BUMDes, koperasi, dan bank sampah—tidak boleh hanya diukur dari pencapaian laba materiil semata.
“Akuntansi manajemen tidak seharusnya hanya membantu organisasi menghitung nilai yang telah diciptakan, tetapi juga membantu memahami nilai apa yang seharusnya diciptakan, untuk siapa, dan bagaimana nilai itu dipertahankan secara berkelanjutan,” tegas Prof Yesi.
Penelitiannya terhadap ratusan pengelola BUMDes di Riau dan Bengkalis membuktikan bahwa tekanan kelembagaan serta inovasi hijau berdampak langsung terhadap kinerja keuangan dan keberlanjutan lingkungan.
Prof Yesi yang lahir di Pekan Kamis pada 20 Juli 1972 ini telah mengabdi sebagai dosen Unri sejak 2006. Alumnus S1 Universitas Bung Hatta, S2 UGM, dan S3 Universiti Selangor Malaysia ini juga aktif sebagai Chief Editor Jurnal Current serta Koordinator Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi Riau.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Riau (Unri) kembali menambah deretan akademisi bergelar tertinggi setelah Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Akuntansi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Rektorat Unri Lantai IV, Pekanbaru, Rabu (14/10/2026) lalu.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Merekonstruksi Akuntansi Manajemen dalam Social Enterprise: Dari Pengukuran Kinerja Menuju Penciptaan Nilai Sosial Berkelanjutan”, Prof Yesi menekankan bahwa keberhasilan organisasi hibrida—seperti BUMDes, koperasi, dan bank sampah—tidak boleh hanya diukur dari pencapaian laba materiil semata.
“Akuntansi manajemen tidak seharusnya hanya membantu organisasi menghitung nilai yang telah diciptakan, tetapi juga membantu memahami nilai apa yang seharusnya diciptakan, untuk siapa, dan bagaimana nilai itu dipertahankan secara berkelanjutan,” tegas Prof Yesi.
Penelitiannya terhadap ratusan pengelola BUMDes di Riau dan Bengkalis membuktikan bahwa tekanan kelembagaan serta inovasi hijau berdampak langsung terhadap kinerja keuangan dan keberlanjutan lingkungan.
Prof Yesi yang lahir di Pekan Kamis pada 20 Juli 1972 ini telah mengabdi sebagai dosen Unri sejak 2006. Alumnus S1 Universitas Bung Hatta, S2 UGM, dan S3 Universiti Selangor Malaysia ini juga aktif sebagai Chief Editor Jurnal Current serta Koordinator Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi Riau.