Kamis, 30 April 2026
- Advertisement -

Keuangan RI Stabil di Tengah Perlambatan Ekonomi Global

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan stabilitas sistem keuangan pada kuartal IV tahun 2023 tetap terjaga di tengah risiko perlambatan perekonomian dunia dan pasar keuangan global

Hal tersebut berdasarkan hasil rapat berkala KSSK I-2024 yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (29/1).

‘’Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan IV-2023 tetap terjaga di tengah risiko perlambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian pasar keuangan global,’’ kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (30/1).

Dia menjelaskan, perkembangan ini didukung oleh kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik yang resilien, serta koordinasi dan sinergi KSSK yang terus diperkuat.

Baca Juga:  Minyak, Perang, dan Rapuhnya APBN Kita

Dengan perkembangan tersebut, kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik secara keseluruhan tahun 2023 terjaga baik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi.

‘’Dan berlanjutnya ketidakpastian global di tahun 2024, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan di tengah ketidakpastian dan perlambatan global, ekonomi Indonesia tetap resilien, ditopang masih kuatnya permintaan domestik. Ekonomi domestik sampai dengan Triwulan III 2023 tumbuh 5,05 persen year-to-date (ytd), terutama ditopang konsumsi dan investasi.

Aktivitas konsumsi yang masih kuat didukung inflasi yang terkendali, menurunnya tingkat pengangguran, serta peran APBN sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat. Investasi juga dalam tren menguat sejak Kuartal I/2023 sejalan dengan percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).(jpg)

Baca Juga:  Prajogo Pangestu Beli 33% Saham Star Energy Senilai Rp6,2 T

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan stabilitas sistem keuangan pada kuartal IV tahun 2023 tetap terjaga di tengah risiko perlambatan perekonomian dunia dan pasar keuangan global

Hal tersebut berdasarkan hasil rapat berkala KSSK I-2024 yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (29/1).

‘’Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan IV-2023 tetap terjaga di tengah risiko perlambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian pasar keuangan global,’’ kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (30/1).

Dia menjelaskan, perkembangan ini didukung oleh kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik yang resilien, serta koordinasi dan sinergi KSSK yang terus diperkuat.

Baca Juga:  Pembangunan Sekolah Rakyat Dimulai, Kuansing Serahkan Lahan 7 Hektare

Dengan perkembangan tersebut, kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik secara keseluruhan tahun 2023 terjaga baik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

- Advertisement -

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi.

‘’Dan berlanjutnya ketidakpastian global di tahun 2024, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, dia menjelaskan di tengah ketidakpastian dan perlambatan global, ekonomi Indonesia tetap resilien, ditopang masih kuatnya permintaan domestik. Ekonomi domestik sampai dengan Triwulan III 2023 tumbuh 5,05 persen year-to-date (ytd), terutama ditopang konsumsi dan investasi.

Aktivitas konsumsi yang masih kuat didukung inflasi yang terkendali, menurunnya tingkat pengangguran, serta peran APBN sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat. Investasi juga dalam tren menguat sejak Kuartal I/2023 sejalan dengan percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).(jpg)

Baca Juga:  PSU Perlu Rp1 T, APBN Diharapkan Bantu Rp700 M
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan stabilitas sistem keuangan pada kuartal IV tahun 2023 tetap terjaga di tengah risiko perlambatan perekonomian dunia dan pasar keuangan global

Hal tersebut berdasarkan hasil rapat berkala KSSK I-2024 yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (29/1).

‘’Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan IV-2023 tetap terjaga di tengah risiko perlambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian pasar keuangan global,’’ kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (30/1).

Dia menjelaskan, perkembangan ini didukung oleh kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik yang resilien, serta koordinasi dan sinergi KSSK yang terus diperkuat.

Baca Juga:  Program KEJAR BRK Syariah: Bekal Cerdas Finansial untuk Siswa SD di Bengkalis

Dengan perkembangan tersebut, kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik secara keseluruhan tahun 2023 terjaga baik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi.

‘’Dan berlanjutnya ketidakpastian global di tahun 2024, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan di tengah ketidakpastian dan perlambatan global, ekonomi Indonesia tetap resilien, ditopang masih kuatnya permintaan domestik. Ekonomi domestik sampai dengan Triwulan III 2023 tumbuh 5,05 persen year-to-date (ytd), terutama ditopang konsumsi dan investasi.

Aktivitas konsumsi yang masih kuat didukung inflasi yang terkendali, menurunnya tingkat pengangguran, serta peran APBN sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat. Investasi juga dalam tren menguat sejak Kuartal I/2023 sejalan dengan percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).(jpg)

Baca Juga:  CCEP Indonesia Gelar Vaksinasi Gotong Royong Plus for Community

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari