Senin, 1 Juni 2026
- Advertisement -

Harga TBS Kelapa Sawit Turun Pekan Ini

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 22-28 April mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp 92,56/Kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp 1.776,27/Kg. 

Plt Kepala dinas Perkebunan Riau Ahmad Syahharof mengatakan, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data. 

“Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 431,25/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 324,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 447,36/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 422,77/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 394,70/Kg dari harga minggu lalu,” katanya.

Baca Juga:  Terdampak Covid-19, Usaha Seafood Atur Strategi

 Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 50,91/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 322,00/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 320,27/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, penurunan harga CPO dipengaruhi oleh stok yang melimpah sedangkan permintaan tidak terlalu besar sehingga mengoreksi harga CPO dunia. 

“Ekspor memang lebih baik dari yang diharapkan, tetapi pasar tidak mengharapkan angka pengiriman tinggi bulan April ini karena permintaan global mulai melambat di tengah kemungkinan adanya resesi.  Selain itu anjloknya harga minyak mentah dunia, harga minyak mentah yang rendah membuat produksi biodiesel menjadi tidak ekonomis. Hal ini membuat permintaan CPO dari industri biodiesel berkurang,” jelasnya. 

Baca Juga:  Duo Pabrikan Mobil Korea Kembangkan Teknologi Transmisi Prediktif

 

Laporan Soleh Saputra

Editor: Deslina

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 22-28 April mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp 92,56/Kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp 1.776,27/Kg. 

Plt Kepala dinas Perkebunan Riau Ahmad Syahharof mengatakan, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data. 

“Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 431,25/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 324,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 447,36/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 422,77/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 394,70/Kg dari harga minggu lalu,” katanya.

Baca Juga:  Dirikan Badan Khusus, Raup Untung Miliaran Ringgit

 Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 50,91/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 322,00/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 320,27/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, penurunan harga CPO dipengaruhi oleh stok yang melimpah sedangkan permintaan tidak terlalu besar sehingga mengoreksi harga CPO dunia. 

- Advertisement -

“Ekspor memang lebih baik dari yang diharapkan, tetapi pasar tidak mengharapkan angka pengiriman tinggi bulan April ini karena permintaan global mulai melambat di tengah kemungkinan adanya resesi.  Selain itu anjloknya harga minyak mentah dunia, harga minyak mentah yang rendah membuat produksi biodiesel menjadi tidak ekonomis. Hal ini membuat permintaan CPO dari industri biodiesel berkurang,” jelasnya. 

Baca Juga:  Rayakan Valentine, Labersa Hadirkan Set Dinner Moonlight Romance

 

- Advertisement -

Laporan Soleh Saputra

Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 22-28 April mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp 92,56/Kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp 1.776,27/Kg. 

Plt Kepala dinas Perkebunan Riau Ahmad Syahharof mengatakan, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data. 

“Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 431,25/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 324,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 447,36/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 422,77/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 394,70/Kg dari harga minggu lalu,” katanya.

Baca Juga:  Duo Pabrikan Mobil Korea Kembangkan Teknologi Transmisi Prediktif

 Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 50,91/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 322,00/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 320,27/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, penurunan harga CPO dipengaruhi oleh stok yang melimpah sedangkan permintaan tidak terlalu besar sehingga mengoreksi harga CPO dunia. 

“Ekspor memang lebih baik dari yang diharapkan, tetapi pasar tidak mengharapkan angka pengiriman tinggi bulan April ini karena permintaan global mulai melambat di tengah kemungkinan adanya resesi.  Selain itu anjloknya harga minyak mentah dunia, harga minyak mentah yang rendah membuat produksi biodiesel menjadi tidak ekonomis. Hal ini membuat permintaan CPO dari industri biodiesel berkurang,” jelasnya. 

Baca Juga:  Pegawai Non ASN Riau Jadi Peserta BP Jamsotek

 

Laporan Soleh Saputra

Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari