Minggu, 24 Mei 2026
- Advertisement -

Harga Kelapa Sawit Riau Naik Lagi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 15-21 Desember 2021 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp21,87 per kilogram (kg) dari harga pekan lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu pekan ke depan naik menjadi Rp3.401,84 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT PTPN V mengalami kenaikan harga sebesar Rp68,50 per kilogram, PT Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp152,02 per kilogram, Astra Agro Lestari  Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp160,00 per kilogram, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp167,00 per kilogram dari harga pekan lalu," katanya.

Baca Juga:  Mekanisme pada Bank dan Leasing

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp84,05 per kilogram dari harga pekan lalu. Sementara dari faktor eksternal, harga minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) berhasil naik lebih dari 3 persen dalam sepekan, di tengah menguatnya ekspor CPO Malaysia. Menurut data Refinitiv, dalam sepekan harga kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek naik 3,22 persen ke posisi 4.800 ringgit Malaysia per ton.

"Pada pekan depan, harga CPO diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias naik (upward bias). Adapun MPOB mengatakan ekspor minyak sawit naik 3,30 persen secara bulanan (MoM) menjadi 1,46 juta ton pada November dibandingkan posisi 1,42 juta ton pada Oktober. Hal tersebut turut meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bursa dan pasar derivatif Malaysia secara keseluruhan di antara investor lokal dan internasional. After-Hours Trading dinilai penting sebagai upaya lindung nilai (hedging) di pasar CPO yang sangat fluktuatif," jelasnya.(das)

Baca Juga:  Pertama Kali Ditaja, Kolaborasi Seni dan Ekonomi Kreatif dalam Iven "Bandaraya Ekraf Festival 2020" di Mal SKA

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 15-21 Desember 2021 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp21,87 per kilogram (kg) dari harga pekan lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu pekan ke depan naik menjadi Rp3.401,84 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT PTPN V mengalami kenaikan harga sebesar Rp68,50 per kilogram, PT Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp152,02 per kilogram, Astra Agro Lestari  Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp160,00 per kilogram, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp167,00 per kilogram dari harga pekan lalu," katanya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1.131.000 per Gram

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp84,05 per kilogram dari harga pekan lalu. Sementara dari faktor eksternal, harga minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) berhasil naik lebih dari 3 persen dalam sepekan, di tengah menguatnya ekspor CPO Malaysia. Menurut data Refinitiv, dalam sepekan harga kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek naik 3,22 persen ke posisi 4.800 ringgit Malaysia per ton.

"Pada pekan depan, harga CPO diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias naik (upward bias). Adapun MPOB mengatakan ekspor minyak sawit naik 3,30 persen secara bulanan (MoM) menjadi 1,46 juta ton pada November dibandingkan posisi 1,42 juta ton pada Oktober. Hal tersebut turut meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bursa dan pasar derivatif Malaysia secara keseluruhan di antara investor lokal dan internasional. After-Hours Trading dinilai penting sebagai upaya lindung nilai (hedging) di pasar CPO yang sangat fluktuatif," jelasnya.(das)

- Advertisement -
Baca Juga:  Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Tembus Rp3.534 per Kg

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 15-21 Desember 2021 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp21,87 per kilogram (kg) dari harga pekan lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu pekan ke depan naik menjadi Rp3.401,84 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT PTPN V mengalami kenaikan harga sebesar Rp68,50 per kilogram, PT Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp152,02 per kilogram, Astra Agro Lestari  Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp160,00 per kilogram, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp167,00 per kilogram dari harga pekan lalu," katanya.

Baca Juga:  Komunitas Xenia Terbesar Indonesia Rayakan Munas & Kopdarnas Paling Meriah

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp84,05 per kilogram dari harga pekan lalu. Sementara dari faktor eksternal, harga minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) berhasil naik lebih dari 3 persen dalam sepekan, di tengah menguatnya ekspor CPO Malaysia. Menurut data Refinitiv, dalam sepekan harga kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek naik 3,22 persen ke posisi 4.800 ringgit Malaysia per ton.

"Pada pekan depan, harga CPO diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias naik (upward bias). Adapun MPOB mengatakan ekspor minyak sawit naik 3,30 persen secara bulanan (MoM) menjadi 1,46 juta ton pada November dibandingkan posisi 1,42 juta ton pada Oktober. Hal tersebut turut meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bursa dan pasar derivatif Malaysia secara keseluruhan di antara investor lokal dan internasional. After-Hours Trading dinilai penting sebagai upaya lindung nilai (hedging) di pasar CPO yang sangat fluktuatif," jelasnya.(das)

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1.131.000 per Gram

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari