Minggu, 10 Mei 2026
- Advertisement -

UKM Harus Cari Investor di Pasar Modal

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

Baca Juga:  Kadin Buka Akses UMKM Ekspor

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kementerian Agama Inhu Aktif Kampanyekan QRIS BRK

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

 

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  MMKSI Raih Penjualan Positif di IIMS

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

- Advertisement -

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kementerian Agama Inhu Aktif Kampanyekan QRIS BRK

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

Baca Juga:  CMSE 2021 Tingkatkan Jumlah Investor Pasar Modal Guna Dorong PEN

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Perlu Rp672 T untuk Bangun Kilang Baru, Termasuk Dumai

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari