Rabu, 29 Juli 2026
- Advertisement -

Pemprov Riau dan OJK Targetkan Setiap Pelajar Miliki Tabungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta dalam mendidik kaum pelajar untuk membudayakan menabung sejak dini, pemerintah telah mengeluarkan Keppres tentang Hari Indonesia Menabung. Dimana program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) menjadi inisiatif strategis yang dilakukan untuk percepatan pencapaian target inklusi keuangan yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yaitu sebesar 90 persen pada tahun 2024.

Sehubungan hal tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Riau bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh pelaksanaan program Kejar di Provinsi Riau, dengan berperan aktif dalam upaya peningkatan inklusi keuangan untuk para pelajar. Ditargetkan, seluruh pelajar SD, SMP dan SMA di Provinsi memiliki Simpanan Pelajar.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi, Riau Pos Kunjungi Pegadaian

"Pada 2 Juni kemarin kami menyelenggarakan rapat koordinasi program Kejar Provinsi Riau yang juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Job Kurniawan, seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Riau, dan perbankan," kata Kepala OJK Provinsi Riau Muhamad Lutfi, Senin (6/6).

Lutfi menyampaikan terdapat empat strategi percepatan program kejar di Provinsi Riau. Pertama, regulasi/kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong program kejar dengan menerbitkan surat edaran atau kebijakan lainnya berkaitan program kejar kepada stakeholders terkait.

Kedua, penguatan infrastruktur dengan pengembangan skim digitalisasi tabungan anak dan sistem aplikasi pelaporan program Kejar.

Ketiga, optimalisasi program kejar dengan implementasi layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) untuk produk Simpanan Pelajar, pelaksanaan Bank Goes To School dan pemberian award bagi penyelenggara Program Kejar. "Keempat, publikasi dan campaign yang dilakukan oleh OJK, pemerintah daerah, dan perbankan dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada jajaran sekolah dan pelajar," jelas Lutfi.(anf)

Baca Juga:  Sejumlah Proyek Pemprov Tak Selesai Tepat Waktu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta dalam mendidik kaum pelajar untuk membudayakan menabung sejak dini, pemerintah telah mengeluarkan Keppres tentang Hari Indonesia Menabung. Dimana program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) menjadi inisiatif strategis yang dilakukan untuk percepatan pencapaian target inklusi keuangan yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yaitu sebesar 90 persen pada tahun 2024.

Sehubungan hal tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Riau bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh pelaksanaan program Kejar di Provinsi Riau, dengan berperan aktif dalam upaya peningkatan inklusi keuangan untuk para pelajar. Ditargetkan, seluruh pelajar SD, SMP dan SMA di Provinsi memiliki Simpanan Pelajar.

Baca Juga:  Terjatuh saat Menjambret, Dua Pria Diamuk Massa

"Pada 2 Juni kemarin kami menyelenggarakan rapat koordinasi program Kejar Provinsi Riau yang juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Job Kurniawan, seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Riau, dan perbankan," kata Kepala OJK Provinsi Riau Muhamad Lutfi, Senin (6/6).

Lutfi menyampaikan terdapat empat strategi percepatan program kejar di Provinsi Riau. Pertama, regulasi/kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong program kejar dengan menerbitkan surat edaran atau kebijakan lainnya berkaitan program kejar kepada stakeholders terkait.

Kedua, penguatan infrastruktur dengan pengembangan skim digitalisasi tabungan anak dan sistem aplikasi pelaporan program Kejar.

- Advertisement -

Ketiga, optimalisasi program kejar dengan implementasi layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) untuk produk Simpanan Pelajar, pelaksanaan Bank Goes To School dan pemberian award bagi penyelenggara Program Kejar. "Keempat, publikasi dan campaign yang dilakukan oleh OJK, pemerintah daerah, dan perbankan dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada jajaran sekolah dan pelajar," jelas Lutfi.(anf)

Baca Juga:  BI Dorong UMKM Riau Perluas Pemasaran Berbasis Digital
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta dalam mendidik kaum pelajar untuk membudayakan menabung sejak dini, pemerintah telah mengeluarkan Keppres tentang Hari Indonesia Menabung. Dimana program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) menjadi inisiatif strategis yang dilakukan untuk percepatan pencapaian target inklusi keuangan yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yaitu sebesar 90 persen pada tahun 2024.

Sehubungan hal tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Riau bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh pelaksanaan program Kejar di Provinsi Riau, dengan berperan aktif dalam upaya peningkatan inklusi keuangan untuk para pelajar. Ditargetkan, seluruh pelajar SD, SMP dan SMA di Provinsi memiliki Simpanan Pelajar.

Baca Juga:  JCH Mutasi Capai 121 Orang

"Pada 2 Juni kemarin kami menyelenggarakan rapat koordinasi program Kejar Provinsi Riau yang juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Job Kurniawan, seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Riau, dan perbankan," kata Kepala OJK Provinsi Riau Muhamad Lutfi, Senin (6/6).

Lutfi menyampaikan terdapat empat strategi percepatan program kejar di Provinsi Riau. Pertama, regulasi/kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong program kejar dengan menerbitkan surat edaran atau kebijakan lainnya berkaitan program kejar kepada stakeholders terkait.

Kedua, penguatan infrastruktur dengan pengembangan skim digitalisasi tabungan anak dan sistem aplikasi pelaporan program Kejar.

Ketiga, optimalisasi program kejar dengan implementasi layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) untuk produk Simpanan Pelajar, pelaksanaan Bank Goes To School dan pemberian award bagi penyelenggara Program Kejar. "Keempat, publikasi dan campaign yang dilakukan oleh OJK, pemerintah daerah, dan perbankan dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada jajaran sekolah dan pelajar," jelas Lutfi.(anf)

Baca Juga:  Sejumlah Proyek Pemprov Tak Selesai Tepat Waktu

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari