Kamis, 22 Oktober 2026
- Advertisement -

Pameran Tunggal “Utopia” Karya Yohanes Fitri: Suarakan Isu Lingkungan Lewat Visual Kura-Kura

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Puluhan karya lukis dan patung dengan visual utama kura-kura mendominasi pameran tunggal perupa asal Selatpanjang, Yohanes Fitri alias Anes, di Galeri Hang Nadim (GHN), Kompleks Bandar Serai Purna MTQ, Pekanbaru.

Pameran bertajuk Utopia yang dibuka secara resmi pada Rabu (21/10/2026) malam tersebut menyajikan 19 karya—terdiri dari lukisan di atas kanvas serta patung plat logam—yang menyuarakan keprihatinan atas kerusakan ekosistem dan nasib satwa endemik di Riau.

Salah satu karya masterpise berukuran 1,5 x 3 meter berjudul Hijau Tanpa Suara menarik perhatian lantaran menggambarkan lanskap hutan asri tanpa satwa, di mana seekor kura-kura tampak memikul boneka gajah, harimau, orang utan, dan badak.

Baca Juga:  Kebakaran Subuh di Tangkerang Tengah Hanguskan Empat Rumah dan Motor Warga

Kurator pameran, Saridan MSn, menjelaskan bahwa kura-kura dipilih Anes sebagai simbol perlindungan, kesabaran, dan keberlanjutan hidup lintas generasi di tengah ancaman kerusakan alam.

“Pameran ini menjadi langkah awal dari Utopia Project yang mengeksplorasi kekayaan lokal Riau dari masa lalu, kondisi kekinian, serta upaya bertahan di masa depan,” kata Anes.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, yang membuka pameran tersebut menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang ekspresi bagi para seniman Riau.

Pameran Utopia karya Anes ini terbuka untuk umum sejak 22 Oktober hingga 21 November 2026 setiap hari pukul 11.00–22.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp20.000 per orang.(qom/ali)

Baca Juga:  Diskusi Menteri Dikdasmen dengan Pegawai UPT di Riau Menjadikan Bahasa, Sastra, dan Literasi Fondasi Pendidikan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Puluhan karya lukis dan patung dengan visual utama kura-kura mendominasi pameran tunggal perupa asal Selatpanjang, Yohanes Fitri alias Anes, di Galeri Hang Nadim (GHN), Kompleks Bandar Serai Purna MTQ, Pekanbaru.

Pameran bertajuk Utopia yang dibuka secara resmi pada Rabu (21/10/2026) malam tersebut menyajikan 19 karya—terdiri dari lukisan di atas kanvas serta patung plat logam—yang menyuarakan keprihatinan atas kerusakan ekosistem dan nasib satwa endemik di Riau.

Salah satu karya masterpise berukuran 1,5 x 3 meter berjudul Hijau Tanpa Suara menarik perhatian lantaran menggambarkan lanskap hutan asri tanpa satwa, di mana seekor kura-kura tampak memikul boneka gajah, harimau, orang utan, dan badak.

Baca Juga:  Kapolri Lantik 27 Perwira Tinggi, Irjen Arman Achdiat Resmi Pegang Tongkat Komando Polda Riau

Kurator pameran, Saridan MSn, menjelaskan bahwa kura-kura dipilih Anes sebagai simbol perlindungan, kesabaran, dan keberlanjutan hidup lintas generasi di tengah ancaman kerusakan alam.

“Pameran ini menjadi langkah awal dari Utopia Project yang mengeksplorasi kekayaan lokal Riau dari masa lalu, kondisi kekinian, serta upaya bertahan di masa depan,” kata Anes.

- Advertisement -

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, yang membuka pameran tersebut menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang ekspresi bagi para seniman Riau.

Pameran Utopia karya Anes ini terbuka untuk umum sejak 22 Oktober hingga 21 November 2026 setiap hari pukul 11.00–22.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp20.000 per orang.(qom/ali)

Baca Juga:  Bebani Jalan Kota, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Segera Matangkan Pembangunan Jalan Lingkar 70
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Puluhan karya lukis dan patung dengan visual utama kura-kura mendominasi pameran tunggal perupa asal Selatpanjang, Yohanes Fitri alias Anes, di Galeri Hang Nadim (GHN), Kompleks Bandar Serai Purna MTQ, Pekanbaru.

Pameran bertajuk Utopia yang dibuka secara resmi pada Rabu (21/10/2026) malam tersebut menyajikan 19 karya—terdiri dari lukisan di atas kanvas serta patung plat logam—yang menyuarakan keprihatinan atas kerusakan ekosistem dan nasib satwa endemik di Riau.

Salah satu karya masterpise berukuran 1,5 x 3 meter berjudul Hijau Tanpa Suara menarik perhatian lantaran menggambarkan lanskap hutan asri tanpa satwa, di mana seekor kura-kura tampak memikul boneka gajah, harimau, orang utan, dan badak.

Baca Juga:  Membangkitkan Dunia Novel Riau yang Redup

Kurator pameran, Saridan MSn, menjelaskan bahwa kura-kura dipilih Anes sebagai simbol perlindungan, kesabaran, dan keberlanjutan hidup lintas generasi di tengah ancaman kerusakan alam.

“Pameran ini menjadi langkah awal dari Utopia Project yang mengeksplorasi kekayaan lokal Riau dari masa lalu, kondisi kekinian, serta upaya bertahan di masa depan,” kata Anes.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, yang membuka pameran tersebut menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang ekspresi bagi para seniman Riau.

Pameran Utopia karya Anes ini terbuka untuk umum sejak 22 Oktober hingga 21 November 2026 setiap hari pukul 11.00–22.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp20.000 per orang.(qom/ali)

Baca Juga:  Festival Sastra Sungai Jantan (FSSJ) 2024, Memperkuat Eksistensi Sastra Siak

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari