Kamis, 20 Agustus 2026
- Advertisement -

Puluhan Siswa di Kampar Mendadak Mual dan Muntah Usai Makan Menu MBG

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026).

Kepala Puskesmas Tapung Hulu Nurhaidin mengatakan, dari 81 orang yang diduga mengalami keracunan tersebut, sebanyak 71 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Tapung Hulu. Sementara 10 siswa lainnya dibawa ke rumah sakit di Tandun untuk mendapatkan penanganan medis.

Keluhan mulai dirasakan para siswa setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang muncul berupa mual, muntah-muntah dan diare.

“Gejalanya mual dan muntah-muntah dan mencret. Dari Selasa sampai tadi masih ada siswa yang dibawa ke puskesmas,” kata Nurhaidin.

Meski sempat mendapatkan perawatan, kondisi para siswa kini berangsur membaik. Siswa yang sebelumnya menjalani penanganan medis telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan obat.

Baca Juga:  Empat Warga Binaan Mendapat Remisi Khusus

“Sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut belum diketahui. Begitu pula dengan jenis makanan yang diduga menjadi pemicu keluhan yang dialami para siswa.

Untuk memastikan penyebabnya, Wakil Bupati Kampar sekaligus Satgas MBG Kampar, Misharti, bersama Kepala Dinas Kesehatan Zulhendra Dasaat dan BPOM telah turun ke lokasi. Tim mengambil sampel makanan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian yang dialami para siswa setelah menyantap makanan program MBG.

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026).

Kepala Puskesmas Tapung Hulu Nurhaidin mengatakan, dari 81 orang yang diduga mengalami keracunan tersebut, sebanyak 71 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Tapung Hulu. Sementara 10 siswa lainnya dibawa ke rumah sakit di Tandun untuk mendapatkan penanganan medis.

Keluhan mulai dirasakan para siswa setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang muncul berupa mual, muntah-muntah dan diare.

“Gejalanya mual dan muntah-muntah dan mencret. Dari Selasa sampai tadi masih ada siswa yang dibawa ke puskesmas,” kata Nurhaidin.

Meski sempat mendapatkan perawatan, kondisi para siswa kini berangsur membaik. Siswa yang sebelumnya menjalani penanganan medis telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan obat.

- Advertisement -
Baca Juga:  Tim Pengabdian FK Unri Sosialisasi Risiko dan Pencegahan Stroke di Kampar

“Sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut belum diketahui. Begitu pula dengan jenis makanan yang diduga menjadi pemicu keluhan yang dialami para siswa.

- Advertisement -

Untuk memastikan penyebabnya, Wakil Bupati Kampar sekaligus Satgas MBG Kampar, Misharti, bersama Kepala Dinas Kesehatan Zulhendra Dasaat dan BPOM telah turun ke lokasi. Tim mengambil sampel makanan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian yang dialami para siswa setelah menyantap makanan program MBG.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026).

Kepala Puskesmas Tapung Hulu Nurhaidin mengatakan, dari 81 orang yang diduga mengalami keracunan tersebut, sebanyak 71 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Tapung Hulu. Sementara 10 siswa lainnya dibawa ke rumah sakit di Tandun untuk mendapatkan penanganan medis.

Keluhan mulai dirasakan para siswa setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang muncul berupa mual, muntah-muntah dan diare.

“Gejalanya mual dan muntah-muntah dan mencret. Dari Selasa sampai tadi masih ada siswa yang dibawa ke puskesmas,” kata Nurhaidin.

Meski sempat mendapatkan perawatan, kondisi para siswa kini berangsur membaik. Siswa yang sebelumnya menjalani penanganan medis telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan obat.

Baca Juga:  Usai Sholat Berjamaah, Satlantas Polres Kampar Cooling System di Masjid

“Sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut belum diketahui. Begitu pula dengan jenis makanan yang diduga menjadi pemicu keluhan yang dialami para siswa.

Untuk memastikan penyebabnya, Wakil Bupati Kampar sekaligus Satgas MBG Kampar, Misharti, bersama Kepala Dinas Kesehatan Zulhendra Dasaat dan BPOM telah turun ke lokasi. Tim mengambil sampel makanan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian yang dialami para siswa setelah menyantap makanan program MBG.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari