Rabu, 13 Mei 2026
- Advertisement -

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan banjir yang kembali terjadi setiap kali hujan mengguyur Kota Pekanbaru mendapat sorotan dari DPRD Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dinilai perlu lebih serius membenahi sistem drainase, terutama pada bagian hilir dan saluran pembuangan akhir.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla mengatakan, persoalan banjir di Pekanbaru selama ini belum ditangani secara menyeluruh. Menurutnya, akar persoalan berada pada buruknya sistem drainase dan penyempitan saluran pembuangan air.

“Kita melihat, begitu hujan, langsung banyak genangan air, banjir di mana-mana. Persoalan utamanya itu sebenarnya ada di pembuangan akhirnya. Ini harus diseriusi,” ujar Roni.

Ia menjelaskan, banyak sungai yang menjadi muara drainase lingkungan mengalami penyempitan. Akibatnya, aliran air tidak berjalan lancar dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Pekanbaru itu menilai normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah selama ini belum menyentuh akar persoalan karena pembenahan drainase belum tuntas.

Baca Juga:  Setahun Agung–Markarius, Pekanbaru Berbenah Total dan Lebih Terarah

“Kalau hilir atau pembuangan akhirnya tetap menyempit, air akan tetap antre masuk ke sungai. Akhirnya terjadi penyumbatan di ujung dan air meluap juga ke mana-mana,” tegasnya.

Menurut Roni, penanganan banjir dalam beberapa tahun terakhir masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Kondisi drainase lingkungan yang buruk ditambah penyempitan sungai membuat genangan cepat muncul meski hujan turun dalam waktu singkat.

Ia juga mengungkapkan, persoalan banjir dan drainase menjadi keluhan utama warga saat pelaksanaan reses di berbagai wilayah Kota Pekanbaru.

“Aspirasi masyarakat hampir sama, soal banjir dan drainase. Ini harus benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah kota,” katanya.

Pemko Klaim Perawatan Drainase Terus Berjalan

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan pemerintah kota terus melakukan langkah penanganan banjir di sejumlah titik rawan.

Menurutnya, berbagai upaya antisipasi telah dilakukan, mulai dari normalisasi drainase, anak sungai hingga aliran sungai di beberapa kawasan.

Baca Juga:  203 Warga Terjaring, 107 Sudah Bayar Denda

“Memang ketika hujan deras itu, surutnya memang agak lambat. Tapi dalam artian yang tidak berhari-hari,” ujar Agung Nugroho, Senin (11/5).

Ia menambahkan, pemko juga terus melakukan perawatan drainase melalui anggaran yang telah disiapkan untuk penanganan banjir.

“Tentu normalisasi tetap kita lakukan. Dan juga perawatan drainase yang sudah kita anggarkan, untuk menyelesaikan beberapa titik banjir di Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Sejumlah ruas jalan di Pekanbaru selama ini diketahui menjadi langganan banjir saat hujan deras turun dalam durasi cukup lama. Di antaranya Jalan HR Soebrantas, kawasan bawah flyover Pasar Pagi Arengka, Jalan Arifin Achmad, hingga Jalan Soekarno-Hatta ujung.

Wali Kota juga mengakui penanganan banjir di kota besar tidak dapat diselesaikan secara instan. Karena itu, Pemko Pekanbaru menggandeng pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.(end/ilo)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan banjir yang kembali terjadi setiap kali hujan mengguyur Kota Pekanbaru mendapat sorotan dari DPRD Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dinilai perlu lebih serius membenahi sistem drainase, terutama pada bagian hilir dan saluran pembuangan akhir.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla mengatakan, persoalan banjir di Pekanbaru selama ini belum ditangani secara menyeluruh. Menurutnya, akar persoalan berada pada buruknya sistem drainase dan penyempitan saluran pembuangan air.

“Kita melihat, begitu hujan, langsung banyak genangan air, banjir di mana-mana. Persoalan utamanya itu sebenarnya ada di pembuangan akhirnya. Ini harus diseriusi,” ujar Roni.

Ia menjelaskan, banyak sungai yang menjadi muara drainase lingkungan mengalami penyempitan. Akibatnya, aliran air tidak berjalan lancar dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Pekanbaru itu menilai normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah selama ini belum menyentuh akar persoalan karena pembenahan drainase belum tuntas.

- Advertisement -
Baca Juga:  Audit BPK Rampung, Pemko Pekanbaru Segera Cairkan Beasiswa Mahasiswa

“Kalau hilir atau pembuangan akhirnya tetap menyempit, air akan tetap antre masuk ke sungai. Akhirnya terjadi penyumbatan di ujung dan air meluap juga ke mana-mana,” tegasnya.

Menurut Roni, penanganan banjir dalam beberapa tahun terakhir masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Kondisi drainase lingkungan yang buruk ditambah penyempitan sungai membuat genangan cepat muncul meski hujan turun dalam waktu singkat.

- Advertisement -

Ia juga mengungkapkan, persoalan banjir dan drainase menjadi keluhan utama warga saat pelaksanaan reses di berbagai wilayah Kota Pekanbaru.

“Aspirasi masyarakat hampir sama, soal banjir dan drainase. Ini harus benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah kota,” katanya.

Pemko Klaim Perawatan Drainase Terus Berjalan

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan pemerintah kota terus melakukan langkah penanganan banjir di sejumlah titik rawan.

Menurutnya, berbagai upaya antisipasi telah dilakukan, mulai dari normalisasi drainase, anak sungai hingga aliran sungai di beberapa kawasan.

Baca Juga:  Hati-Hati Buang Puntung Rokok! Satu Hektare Lahan di Kuansing Hangus Dilalap Api

“Memang ketika hujan deras itu, surutnya memang agak lambat. Tapi dalam artian yang tidak berhari-hari,” ujar Agung Nugroho, Senin (11/5).

Ia menambahkan, pemko juga terus melakukan perawatan drainase melalui anggaran yang telah disiapkan untuk penanganan banjir.

“Tentu normalisasi tetap kita lakukan. Dan juga perawatan drainase yang sudah kita anggarkan, untuk menyelesaikan beberapa titik banjir di Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Sejumlah ruas jalan di Pekanbaru selama ini diketahui menjadi langganan banjir saat hujan deras turun dalam durasi cukup lama. Di antaranya Jalan HR Soebrantas, kawasan bawah flyover Pasar Pagi Arengka, Jalan Arifin Achmad, hingga Jalan Soekarno-Hatta ujung.

Wali Kota juga mengakui penanganan banjir di kota besar tidak dapat diselesaikan secara instan. Karena itu, Pemko Pekanbaru menggandeng pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.(end/ilo)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan banjir yang kembali terjadi setiap kali hujan mengguyur Kota Pekanbaru mendapat sorotan dari DPRD Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dinilai perlu lebih serius membenahi sistem drainase, terutama pada bagian hilir dan saluran pembuangan akhir.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla mengatakan, persoalan banjir di Pekanbaru selama ini belum ditangani secara menyeluruh. Menurutnya, akar persoalan berada pada buruknya sistem drainase dan penyempitan saluran pembuangan air.

“Kita melihat, begitu hujan, langsung banyak genangan air, banjir di mana-mana. Persoalan utamanya itu sebenarnya ada di pembuangan akhirnya. Ini harus diseriusi,” ujar Roni.

Ia menjelaskan, banyak sungai yang menjadi muara drainase lingkungan mengalami penyempitan. Akibatnya, aliran air tidak berjalan lancar dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Pekanbaru itu menilai normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah selama ini belum menyentuh akar persoalan karena pembenahan drainase belum tuntas.

Baca Juga:  Tanggung Jawab sebagai Pemimpin Berat

“Kalau hilir atau pembuangan akhirnya tetap menyempit, air akan tetap antre masuk ke sungai. Akhirnya terjadi penyumbatan di ujung dan air meluap juga ke mana-mana,” tegasnya.

Menurut Roni, penanganan banjir dalam beberapa tahun terakhir masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Kondisi drainase lingkungan yang buruk ditambah penyempitan sungai membuat genangan cepat muncul meski hujan turun dalam waktu singkat.

Ia juga mengungkapkan, persoalan banjir dan drainase menjadi keluhan utama warga saat pelaksanaan reses di berbagai wilayah Kota Pekanbaru.

“Aspirasi masyarakat hampir sama, soal banjir dan drainase. Ini harus benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah kota,” katanya.

Pemko Klaim Perawatan Drainase Terus Berjalan

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan pemerintah kota terus melakukan langkah penanganan banjir di sejumlah titik rawan.

Menurutnya, berbagai upaya antisipasi telah dilakukan, mulai dari normalisasi drainase, anak sungai hingga aliran sungai di beberapa kawasan.

Baca Juga:  Razia New Normal di THM, 76 Pengunjung Positif Narkoba

“Memang ketika hujan deras itu, surutnya memang agak lambat. Tapi dalam artian yang tidak berhari-hari,” ujar Agung Nugroho, Senin (11/5).

Ia menambahkan, pemko juga terus melakukan perawatan drainase melalui anggaran yang telah disiapkan untuk penanganan banjir.

“Tentu normalisasi tetap kita lakukan. Dan juga perawatan drainase yang sudah kita anggarkan, untuk menyelesaikan beberapa titik banjir di Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Sejumlah ruas jalan di Pekanbaru selama ini diketahui menjadi langganan banjir saat hujan deras turun dalam durasi cukup lama. Di antaranya Jalan HR Soebrantas, kawasan bawah flyover Pasar Pagi Arengka, Jalan Arifin Achmad, hingga Jalan Soekarno-Hatta ujung.

Wali Kota juga mengakui penanganan banjir di kota besar tidak dapat diselesaikan secara instan. Karena itu, Pemko Pekanbaru menggandeng pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.(end/ilo)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari